
Happy reading
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah mengungkapkan isi hatinya Alina hanya bisa diam tanpa menatap wajah David.
"Maafkan aku." David langsung membungkuk kan tubuhnya sambil meminta maaf kepada Alina.
"Aku salah, maafkan aku, meninggalkan kamu tanpa penjelasan, membiarkan kamu terluka sendirian, maafkan aku." ucap David lagi penuh penyesalan dan berlutut dikaki gadis itu.
"Kenapa harus minta maaf?Aku pantas kok mendapatkan nya." ucap gadis itu tanpa melihat laki-laki dihadapan nya itu
"Aku tidak tau Alina, aku pikir waktu itu aku telah memilih wanita yang salah karna kamu nyakiti adik kamu, dan aku pikir mungkin ini pantas kamu dapatkan, maafkan aku,,, aku bimbang." ucap David lagi
"Kamu benar dan kamu tepat kok." jawab Alina menatap nanar mata David.
"Aku pantas mendapatkan semuanya, itu hukuman buat aku dan kamu mengambil keputusan yang tepat, David." ucap Alina lagi
"Tapi itu dulu Alin." David menggenggam tangan Alina
"Dulu dan sekarang sama saja, aku tidak pantas buat siapapun, termasuk kamu." ucap nya menatap miris kehidupan ia yang sekarang.
"Aku orang yang salah yang kamu pilih dulunya David, aku orang yang salah.. " Alina menitihkan air matanya.
"No.. Alin." David menggelengkan kepalanya
"Aku pikir dulu aku mengambil keputusan yang benar untuk pergi dari kamu yang sifatnya belum berubah namun takdir berkata lain, setelah bertemu kamu beberapa hari yang lalu aku sadar takdir berkata lain, kau memang hadir untuk ku Alin, please." ucap David lagi
"Aku wanita hina, jauhi aku." Alina sedikit berteriak
"Tak ada yang sempurna, Alin." Kata David
"Please David, jauhi aku.. kau jauh lebih pantas dan bahagia dengan wanita diluaran sana." ucap Alina lagi
"Siapa bilang? belum tentu Alin, ga ada yang tau nasib seseorang kedepannya gimana, begitu juga aku dan kamu." ujar David
Alina hanya terdiam melihat wajah David yang memang laki-laki yang ia cintai dulunya, namun cinta dan luka datang bersamaan didalam hati gadis itu.
"Kita sama-sama hina Alin, ga ada bedanya... apa salahnya kita untuk saling melengkapi juga mencobanya kembali?" kata David penuh dengan keseriusan dan tulus
"Maaf." Saat Alina hendak berbicara David lebih dulu memotong nya
"Jangan lagi mengatakan maaf Alin, jangan lagi." ucap David menolak keras perkataan gadis itu.
"Kenapa?"
"Kenapa kamu bilang? karna aku sangat mencintai kamu Alin, aku sangat menyayangi kamu,,, aku sangat menyayangi kamu Alin, please." David memohon lagi dengan wajah mengibah penuh keseriusan
"Tapi aku... " Lagi-lagi perkataan Alina terpotong
"Berhenti mengucapkan tapi Alin, please... aku akan bertanggung jawab atas semua nya.. aku mohon." ujar David lagi
"Bertanggungjawab apa? ga usah, ga perlu, aku juga udah hina, aku kotor, aku jahat... jadi berhentilah untuk berbicara yang tidak penting seperti itu, pergi David pergi... aku muak dengan semua ini." Alina menarik-narik rambutnya dengan kasar dihadapan David
"Cukup Alin jangan menyakiti dirimu lagi cukup, aku akan bertanggung jawab atas semua yang terjadi dulu." kata David teringat kembali apa yang terjadi antara mereka berdua
"Sudah cukup yang sudah-sudah, aku tidak butuh..." Alina berteriak lagi dengan air mata berjatuhan
"Aku yang memerawani mu Alin di malam pergantian tahun itu, biarkan kali ini aku bertanggungjawab atas semuanya." ucap David lagi penuh penyesalan
"Tidak perlu, aku tidak minta pertanggungjawaban, kita sama-sama suka jadi tidak ada yang dirugikan.. iya kan?" ucap Alin namun tiba-tiba
"Tapi aku dirugikan." seorang wanita datang dengan suara lantangnya
"Besok kalian harus menikah, titik."
Bersambung......
Pantengi terus ya 🙏🙏🤭Maaf author baru update