
happy reading
💖💖💖💖💖
Di perjalanan pulang Dev hanya mendiamkan istrinya membuat Mentari bingung ingin bicara darimana "Ehm sayang."Panggil Mentari namun
"Diam lah Mentari,aku sedang fokus menyetir mobil ini."Ucap Dev tanpa menatap istrinya namun Mentari merasa Dev telah membentak dirinya .
"Tapi Dev."Mata Mentari memerah namun Dev seakan tidak memperdulikan dirinya bahkan terkesan cuek
Mentari pun menghapus bulir air mata yang tak sengaja menetes dari sudut ujung matanya namun tanpa Mentari sadari Dev melihat itu semua dan hanya bisa diam dan fokus dengan menyetir nya tak lama mobil mereka pun tiba di halaman rumah mereka
Dev keluar dari dalam mobil tanpa membukakan pintu untuk istrinya sama sekali Dev memperlihatkan reaksi marahnya dengan cuek akan Mentari namun bukan Mentari namanya jika hanya diam akan masalah yang tidak di selesaikan dalam rumah tangga mereka itu .
Dev yang sibuk membuka pintu rumah sedang Mentari keluar dari dalam mobil sambil bembanting pintu mobil sedikit lebih keras membuat Dev mendengus kesal akan istrinya itu namun Dev memilih diam dan masuk kedalam rumah karna waktu pun sudah sore dan sebentar lagi akan menjelang buka puasa terakhir mereka dikarenakan besok pun sudah hari raya bagi mereka yang beragama islam.
Dev menghempaskan tubuhnya di sofa lalu tiduran disana tanpa memperdulikan Mentari yang baru masuk .
"Sayang,jangan tidur bentar lagi buka puasa."Ucap Mentari namun Dev lagi-lagi tak menghiraukan dirinya membuat Mentari dongkol bukan main namun Mentari mencoba menahan emosi nya yang ingin membludak
Mentari meletakkan semua belanja nya di atas sofa ruang tamu lalu menuju dapur untuk menyiapkan buka bersama mereka dan setelah siap dan waktu buka puasa pun tiba . Dev pun sudah selesai mandi dengan pakaian santai nya dirumah juga rambut yang masih basah menetes di dada nya menambahkan kesan maskulin seorang Devandra.
Mereka pun makan dengan diam tanpa suara kadang-kadang mereka saling tatap lalu kembali membuang pandangan ke arah lain .
Setelah buka puasa Dev langsung berdiri dan berjalan menuju balkon belakang rumah mereka dan Dev pun mengambil rokok yang ada di kantong celana nya tadi lalu menghidupkan korek api dan Dev pun menghisap rokok nya sangat dalam lalu mengepulkan asap nya ke arah langit-langit.
"Sayang aku mau bicara."Tiba-tiba Mentari datang dari arah belakang yang memang setelah membereskan makan mereka tadi langsung menyusul suaminya ke balkon
"Aku mau istirahat."Ucap Dev dengan suara datar nya lalu mematikan rokok yang ia hisap tadi dan membalikan tubuhnya untuk meninggalkan balkon itu namun saat Dev hendak pergi melewati Mentari yang berdiri disana dengan sekuat tenaga nya Mentari menahan tangan suaminya dengan sangat kuat .
"Kau marah pada ku?"Mentari bertanya
Dev menghentikan langkahnya "Tidak."Ucap Dev tanpa menatap wajah wanita yang sangat ia cintai itu
"Liat aku Dev,kau berbohong."Ucap Mentari lagi berteriak namun Dev tak ingin membalikan tubuhnya
"Liat aku Devan,itu semua salah paham."Ucap Mentari lagi dengan suara yang sudah mulai serak
Dev langsung memutarkan tubuhnya menghadap Mentari lebih dekat bahkan sangat dekat wajah Dev dihadapan wajah Mentari
"Katakan kau hanya milikku."Seru Dev dengan penegasan juga tatapan membunuh
"Aku milikmu Dev itu semua salah paham."Seru Mentari dengan memegang lengan tangan suaminya .
"Aku tak butuh berbelit belit,katakan kau hanya milik ku Mentari MILIK KU MILIK DEVANDRA SYAH."ucap Dev dengan suara lantangnya dan memperjelas setiap kata-katanya
Mentari langsung melepaskan tangannya di pergelangan tangan Dev dan langsung memeluk tubuh kokoh suaminya dengan erat "Aku mencintaimu Dev aku mencintai mu hihkkkss...Mentari ini hanya memiliki suami dan calon ayah Devandra syah hanya kau Dev."Ucap Mentari dalam pelukan suaminya dan tanpa ia sadari matanya memerah dan menangis
Dev membalas pelukan hangat istrinya,mereka berpelukan dengan lama melepaskan unek-unek nya .
Dev melepaskan pelukan Mereka lalu menangkupkan kedua tangannya memegang pipi Mentari dan ibu jari Dev pun menghapuskan air mata istrinya .
"No."Ucap Dev menatap manik mata istrinya.
"Jangan menangis lagi hmmm."Lirih Dev dengan senyum kecilnya
"Ak..aku cuma mau jelasin Dev bahwa aku sama Vano itu tidak ada ap."
"Suusstttt."Dev meletakkan telunjuknya di bibir Mentari
"Aku tau kok,udah gak papa."Ujar Dev lagi dengan senyuman nya
"Kau tau?"Ucap Mentari sedikit kaget dan dibalas anggukan oleh Dev
"Cuma mau liat aja istri Devan ini cinta atau nggak?jujur apa nggak?dan ternyata kau segalanya bagiku dan berjanjilah jangan meninggalkan aku hmmm."Ucap Dev panjang x lebar
"Kau tau sayang jika berbagi itu indah?" tanya Dev
"Iya tau."" jawab Mentari
"Jadi mulai detik ini bagi duka mu kepada ku hmmm,bagi sedih mu pada suamimu ini hmmm,bagi penderitaan mu dengan Dev mu,jangan di tanggung sendiri karna kamu adalah tanggung jawabku jadi sudah semestinya aku melindungi juga membahagiakan mu,paham?"Ucap Dev lagi dan Mentari pun mengangguk paham
"Apa kau marah pada Vano? "Mentari mencoba bertanya karna sedari tadi menganggu pikirannya
"Tidak,karna aku tau cinta istriku hanya untuk suaminya bukan pria lain atau sahabat nya ,iya kan?"Ucap Dev lagi membuat mereka berdua akhirnya menyudahi kesalahpahaman di antaranya juga permusuhan dengan saling marah .
"Belanja apa tadi?."Dev bertanya
"Aku membelikan baju kokoh untuk suami ku,mau coba nggak?" ucap Mentari namun Dev dengan langkah cepat mengangkat tubuh istrinya ala bridal style menuju kamar mereka
"Sayang nanti aku jatuh aaaa."Teriak Mentari takut jatuh
"Jangan meragukan suami mu ini , bahkan berada di atas mu saja aku tahan berjam-jam."Ucap Dev sambil mengedipkan satu matanya membuat Mentari salah tingkah
"Apaan sih."celoteh Mentari dengan wajah yang merah padam
******
Pagi pun tiba hari kemenangan pun telah tiba disisi lain tepatnya di keluarga kecil Vano juga Lala sedang sibuk-sibuknya karna hari ini hari dimana lebaran pun tiba .
"Sayang cepetan lama banget sih."Ucap Vano sudah mulai bosan karna menunggu istrinya lama pake banget
Setelah mengunjungi rumah orang tua Vano mereka berinisiatif mengunjungi rumah sahabat kedua nya siapa lagi kalau bukan Mentari dan Dev .
"Iya sabar mas,ini juga mau selesai tinggal pake mascara aja dikit. "Ucap Lala didalam kamar tepatnya di meja rias mereka
Sedang Vano diruang tamu mendengus kesal"Maskara,maskoro ,Lipstik,celak alis pake blus on pake aja semua nya."Sindir Vano yang benar-benar jenuh menunggu
"Nyuruh cepat-cepat tapi dia nya yang sekedar make up untuk silaturahmi namun berjam-jam seakan mau nikahan."Ketus Vano lagi dengan wajah kesalnya
"Udah siap."Ucap lala yang keluar dari kamar menemui suaminya yang cemberut
"Lebaran mukanya ga boleh gitu mas,Dosa."Ucap Lala tepat dihadapan Vano
Lala merentangkan tangannya lalu mencium telapak tangan Vano "Mas,kalau aku ada salah aku minta THR."Ucap lala masih menggenggam tangan yang ia cium tadi
"Hey mana ada ke gitu, bener-bener. "Perintah Vano menyuruh istrinya itu minta maaf dengan benar
"Iyaa. ..iya...Maaf lahir dan batin ya suami ku,maafkan selama ini istrimu yg selalu buat emosi juga banyak salah muacchhh."ujar Lala membuat Vano tersenyum bahagia
"Kejadian langkah setahun sekali,Hanya di saat lebaran.Wanita mengaku salah dan meminta maaf."Sindir Vano langsung
Bersambung. ...
Novel ini belum tamat ya tetap on going hanya othor buat end aja,tiap hari up terus kok.
Mau liat keseruhan lebaran ala tiga gesrek dan satu orang waras yaitu Dev 😂😂Yuk kepoin terus ya karya othor remahan rempeyek ini 😉😂
Terimakasih yang udah setia juga support2 othor dari awal membangun setiap karakter di Novel ini 🙏🙏🙏🙏
Minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin buat yang se agama 🙏🙏
Like komen dan vote othor ya
~P