
Happy Reading and happy weekend 🙏😉
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Akhirnya perjalanan bulan madu ala dua pasangan gesrek dan gusruk itu pun selesai dimana tadi nya mau ke Luar Negeri , bahkan Negeri sakura berakhir di Negara sendiri cinta akan honeymoon di negeri sendiri .
Dan lebih tidak menyangka lagi honeymoon tanpa janjian bisa bertemu dan memilih resort yang sama tanpa janjian sama sekali itu lah yang dinamanya kerja alam.(bukan kerja othor)
"Dev,apa kalian diundang juga oleh Alina dan pengusaha muda David?" tanya Vano didalam pesawat kepulangan mereka ke tempat asal.
"Kau kenal?" tanya Mentari nimbrung
"Kau kenal dengan David juga?" tanya Dev juga
"Dia mem bok ing menu restoran ku untuk acara nya bersama Alina dan katanya juga hanya diperuntukkan untuk keluarga dan orang-orang penting saja dan ada santunan juga doa bersama dengan anak panti dan Aku sebagai pemilik resto diundangnya."Ucap Vano panjang x lebar
"Kami juga diundangnya melalui kurir."Ucap Dev sambil menatap istrinya butuh kepastian apakah harus datang atau tidak.
"Kalian datang?" tanya Lala yang duduk manis disamping suaminya
"Entah lah nanti akan kami bicarakan setelah sampai dirumah."Ucap Dev lagi tak ingin membuat istrinya banyak pikiran bukan hanya karna Mentari bermasalah dengan keluarga itu namun Dev juga mengkhawatirkan kondisi istrinya yang sedang hamil tak ingin banyak beban fikiran .
"Ya baiklah."Ucap Lala lagi
***********
Disisi Lain di dalam rumah keluarga Alina sedang panik pasal nya papa Herman dilarikan kerumah sakit lantaran jantungnya kambuh.
David yang memang ada disana membantu papa Herman kerumah sakit dan setelah tiba dirumah sakit papa Herman pun langsung ditangani oleh dokter khusus jantung .
"Selesaikan biaya administrasi nya ya."Ucap dokter dan langsung meninggalkan Alina dan mama Marisa disana sedangkan David sedang ke kamar mandi dirumah sakit itu .
"Ma,masih ada simpanan kan?" tanya Alina
"Nggak ada sayang,habis dipake pengobatan papa mu semua."Ucap mama Marisa lagi pasrah karna memang dirinya tak lagi memiliki simpanan
"Aku juga ga punya Ma,mau minta sama David ga mungkin aku malu minta terus nanti ketauan morotin dia."Ucap Alina dengan wajah masam nya .
Namun tanpa Alina sadari David mendengar semua obrolan nya dengan mama Marisa,''Biar aku telpon Mentari saja jika dia ga mau angkat kirim pesan juga bisa."Ucap Alina lagi baru mendapatkan ide .
Setelah mengirim pesan singkat kepada Mentari,Alina pun kembali menunggu di ruang rawat papa nya .
Setelah diperiksa dokter,papa Herman sudah mulai baikan dan sudah dipindahkan diruangan nya dengan alat bantu infus juga oksigen .
"Pasien jangan terlalu tertekan ya nyonya,saya permisi dulu."Ucap seorang dokter kepada Marisa istri papa Herman lalu pamit pergi meninggalkan ruangan itu
********
Mentari dan Dev pun baru tiba di rumah mereka setelah menempuh perjalanan bulan madu mereka."Kenapa sayang?" tanya Dev karna istrinya melamun saat mengecek ponselnya yang seharian ga ada batre nya itu .
Mentari tak menjawab namun memperlihatkan nomor yg tidak ia simpan namun ia tau siapa pengirim nya itu ."Papa mu masuk rumah sakit?" tanya Dev lagi dan Mentari menganggukkan kepalanya
"Mau kesana sekarang?"tanya Dev kepada istrinya membuat Mentari tersenyum dan mengangguk
"Ada syaratnya. "Ucap Devan lagi
"Habiskan dulu su su hamil itu baru kita berangkat."Ucap Dev lagi menyodorkan satu gelas su su hamil kepada Mentari
"Tapi itu gak enak yank,bau nya emm ...amis."Ucap Mentari menutup mulutnya
"Eh tidak tidak tidak, ,baiklah akan aku minum."Cicit Mentari langsung mengambil segelas su su hamil itu lalu meminumnya dihadapan Dev,Dev hanya geleng-geleng melihat tingkah istrinya itu .
Akhirnya drama minum su su pun selesai dan mereka pun kini menuju rumah sakit dimana papa Herman sedang dirawat .
Tak lama mobil yg dikendarai Dev pun tiba di halaman parkir rumah sakit tersebut dengan sangat hati-hati Dev membuka pintu mobil dan mengandeng tangan Mentari .
Mentari dan Dev pun tiba dirumah sakit dimana ada Alina dan David yang sedang duduk diluar ruangan Papa Herman "Aku mau menjenguk."Ucap Mentari dengan wajah datar nya kepada Alina bukan pendendam namun bagi Mentari ceritanya saja yang sulit ia lupakan .
"Masuk saja,papa ada didalam lagi istirahat dan mama lagi pulang ambil pakaian papa."Ucap Alina
Dev pun langsung membuka pintu ruangan itu agar istrinya bisa bertemu dengan papa kandungnya.
Setelah masuk keruangan itu mata Mentari langsung tertuju pada laki-laki tua yang sedang berbaring tak berdaya diranjang rumah sakit itu .
Mentari melihat suaminya dan Dev pun menganggukan kepala ''Dia papa mu sayang."Gumam Dev pelan sambil mengusap rambut istrinya dan Dev pun membiarkan dan memberi ruang untuk papa dan anak itu bicara sedang Dev duduk disofa ruangan itu .
Mentari mendekati papa nya yang sedang tertidur dengan deru nafas yang tak teratur .Mentari duduki kursi bersebelahan diranjang papa nya lalu Mentari menggengam tangan laki-laki tua itu dngan erat .
Hihkkssss....Hihkkssss....Mentari tak bicara apa-apa hanya suara lirih tangisan keluar dari mulutnya .
"Tari mulai hari ini kau aku hapus dari anggota keluarga ku , kau boleh angkat kaki dari rumah ini!!"
"Tari mulai hari ini kau aku hapus dari anggota keluarga ku , kau boleh angkat kaki dari rumah ini!!"
Hihkkkssss. ......Hihkkkssss....Mentari menangis sedikit lebih kencang mengingat perkataan terakhir yang papa nya ucap waktu itu dan sampai saat ini berbekas di hati kecilnya .Dev hanya bisa memperhatikan istrinya dari sofa yang ia duduki tanpa ikut campur .
"Tari mulai hari ini kau aku hapus dari anggota keluarga ku , kau boleh angkat kaki dari rumah ini!!"
"Kenapa harus seperti ini?"tanya Mentari menggengam erat tangan Papa Herman yang mulai keriput itu.
"Kau cinta pertama anak perempuan mu...Hihkkssss."Lirih Mentari lagi
"Kau seharusnya menjadi perisai bagi anak perempuan mu,tapi kau membuang salah satu anak perempuan mu hihhhkkkksss."Ucap Mentari lagi.
"Tari mulai hari ini kau aku hapus dari anggota keluarga ku , kau boleh angkat kaki dari rumah ini!!"
Mentari menutup kedua telinga nya ,Melihat wajah papanya ia langsung teringat ucapan yang menyakitkan nya waktu itu .
"Aku terluka Hihkkkssss....aku terluka."Ucap Mentari dihadapan papa nya yang sedang terbaring belum sadarkan diri,melihat istrinya berteriak membuat Dev langsung mendekat dan memeluk Mentari ,Alina yang mendengar suara Mentari berteriak langsung nyerobot masuk kedalam ruangan itu .
"Aku terluka Dev aku terluka hihhhkkkksss, ,dada ku sakit Dev sakit."Ucap Mentari didalam pelukan Devan sambil menatap papa Herman yang tak terganggu akan tidur nya itu .
Alina dan David hanya berdiri diam melihat Mentari yang menangis "Aku terluka Devan aku terluka hihkkssss. .."Ucap mentari lagi
"Iya aku tau sayang,sudah sudah jangan menangis lagi."Dev menenangkan istrinya
"Aku terluka Dev,batin ku terluka batin ku tersiksa dada ku sesak hihkkssss...aku butuh keadilan juga aku butuh kasih sayang orang tua ku Dev aku menginginkan itu semua aku merindukan itu semua.''Ucap Mentari menggebu-gebu
Mentari melepaskan pelukannya dari tubuh Dev lalu kembali menggenggam tangan Papa Herman "Pa..papa, di banyak cerita yang Tari dengar, di banyak film yang Tari tonton, anak perempuan akan menyandarkan kepalanya pada bahu tegas milik papanya, membiarkan air matanya membasahi bahu milik papanya. Tapi papa, kenapa bahumu itu terlalu jauh untuk Mentari bersandar?” Ucap Mentari
Bersambung.....
😔😔😔😔😔😔
Like komen dan support othor ya 🙏😄
~P