
Kevin dan Muna kembali mengantongi surat ijin terbang. Bali merupakan pilihan mereka untuk bertraveling. Memanfaatkan waktu berdua selagi ada waktu.
Berelaksasi, melepas kepenatan dari segala tumpukan beban pekerjaan, memperbanyak waktu bersama mumpung Muna belum masuk dalam fase ke riwehan yang hakiki. Berqulitytime bersama pasangan, dengan tetap ingat bahwa di perut Muna sudah tumbuh dan berkembang makhluk hidup kecil yang juga wajib mereka jaga di dalam rahim Muna.
Calon anak mereka tampaknya kompak dengan Kevin yang tak ingin kepo dengan jenis kelaminnya. Maka saat dokter melakukan USG pun, jabang bayi itu menutupi dengan menjepit pahanya dengan dempet. Sehingga sulit untuk di deteksi jenisnya.
Seminggu adalah waktu yang mereka tentukan untuk berbabymoon. Menggunakan pesawat komersil, keduanya sungguh ingin menikmati normalnya di perlakukan seperti orang biasa pada umumnya, bukan sultan.
Hideout Bali tujuan utama mereka Yaitu sebuah vila dengan konsep eco bamboo home yang memiliki pemandangan sungai dan pepohonan yang sejuk. Vila ini terletak di daerah Selat yang berjarak 44 km dari Seminyak. (Kata google juga sih)
Vila ini sangat cocok bagi pasangan Kevin dan Muna yang ingin menjauh dari hingar bingar dan ingin lebih tenang dari keramaian. Pemandangan alami yang sangat memanjakan mata, bangun tidur sudah di suguhi pemandangan air terjun di sekitar vila. Menyejukan sekaligus menenangkan, Muna terkesima di buatnya.
^^^Saat ku tenggelam dalam sendu^^^
^^^Waktu pun enggan untuk berlalu^^^
^^^Ku berjanji 'tuk menutup pintu hatiku^^^
^^^Entah untuk siapa pun itu^^^
^^^Semakin kulihat masa lalu^^^
^^^Semakin hatiku tak menentu^^^
^^^Tetapi satu sinar terangi jiwaku^^^
^^^Saat ku melihat senyummu^^^
^^^Dan kau hadir merubah segalanya^^^
^^^Menjadi lebih indah^^^
^^^Kau bawa cintaku setinggi angkasa^^^
^^^Membuatku merasa sempurna^^^
^^^Dan membuatku utuh^^^
^^^'Tuk menjalani hidup^^^
^^^Berdua denganmu selama-lamanya^^^
^^^Kaulah yang terbaik untukku^^^
Sengaja Kevin pilihkan lagu 'Lebih Indah' by Addera untuk mengiringi makan malam romantis mereka sesampainya di vila tersebut.
"Mae terima kasih sudah menerima abang apa adanya. Abang ga tau sampai kapan jadi orang breng sek, kalo ga ketemu dengan Mae."
"Bukan karena Muna bang, itukan abang sendiri yang mau berubahnya. Dan terima kasih untuk semua pengorbanan abang menghadapi Muna yang labil, sangat labil waktu itu. Muna ga hanya kasih abang seneng, tapi luka juga kan waktu itu. Maafin Muna ya suamiku sayang." Lirih Muna.
"Cinta harus di perjuangkan dan penuh pengorbanan. Dan Mae layak untuk di pertahankan selamanya." Rayu Kevin yang kini mereka sudah berpindah dari meja makan, ketempat lebih santai saling bertumpuk duduk, di mana Kevin berada di belakang Muna menjadi sandaran ternyaman di dada kekar suaminya tersebut.
"Selalulah jatuh cinta tiap hari sama Muna bang, walau sebengkak apa badan Muna nanti. Dan secerewet apa mulut Muna ketika udah jadi emak-emak. Muna hanya pernah jatuh cinta ama abang setelah babe. Jaga reputasi abang di hati Muna, jangan sampai kasih cela untuk pria lain, selain abang dan anak-anak kita nanti." Pinta Muna tak kalah membalas rayuan Kevin.
"Ada Allah sayang, yang sanggup membolak balikan hati manusia. Dan abang selalu minta, walau besok kebolak balik, abang tetap minta cintanya hanya sama kamu, sayangku."
"So sweet banget siih si calon papap ini." Kecup Muna pada dagu Kevin walau di tumbuhi bulu-bulu ciri khas suaminya itu.
Harus gitu segala aktivitas mereka kita bahas terperinci di sini, jangan-jangan kita yang hanya memindai lewat verbal ini, sudah jauh travelingnya, basah berasa berendam di bawah air terjun tersebut. So' skip saja. Okeh.
Di hari menjelang ke pulangan mereka kembali menuju Bandung. Kevin baru teringat akan kekurangan tenaga pegawai di bidang sekretaris dan pabrik.
"Oh iya... Sayang. Abang lupa bilang ya. Tio resign, jadi sekarag Gilang saja sekretaris abang. Danu menyarankan agar Gita saja yang masuk ke bidang itu. Gimana? Boleh kan ada cewek di bagian sekretaris? Takutnya istri abang cemburu nanti."
"Abang... Itu Gita sayang. Masa iya Muna cemburu sama adik ipar sendiri. Ya boleh lah. Malah bagus kalo Gita di situ, bisa langsung ngawasin abang."
"Penting ya... Abang segini cintanya sama Mae masih harus kerja dalam pengawasan juga. Telat Mae, kenapa ga waktu pacaran aja sih abang selingkuh, ada Belia juga waktu itu. Deket, suka mepet lagi."
"Mulai... deh. Jangan mancing kemarahan bumil ya. Tolong babymoon kita jangan bahas tentang hal-hal berbau zinah dah semacamnya yang, ga mutu."
"Ha...ha...ha. Siap ibu negara."
"Iya... Kenapa? Mau tambah durasi atau nambah porsi?"
"Absurd yaak."
"Ya... Kali mau pahalanya di lipat gandakan gitu yang."
"Si abang tuh paling pinter kalo promosi ya. Gimana proposal Muna, udah bisa di ACC belum sih bosque?"
"Yang mana ya?"
"Abaaaang!!!"
"Yaah si toa kumat dah. Soal mau mulai bekerja sebagai ibu direktur Hildimar Hospital?"
"Iya... Boleh? Senin sampai kamis saja. Atau di balik, kamis sampai sabtu gitu. Jenguk doang, mau belajar dari abah, biar otak Muna ga kaku mikir."
"Kayaknya ambil yang kamis sabtu boleh juga, jadi tiap akhir minggu kita tinggal di JakSel ya."
"Deal?"
"Deal!!"
"Alhamdulilah... Makasih pap." Muna girang tak terkira, lagi bertubi-tubi ciuman itu melayang keseluruh permukaan wajah Kevin.
"Tapi janji ya... Jangan sampai cape. Jatah otong tetep harus full 1x1 sampe masa persalinan."
"Silahkan kalo kuat genjotnya, apa ga susah numbuknya perut ntar makin besar ini."
"Kan Mae yang di atas kaya biasa, otong cukup berdiri tegak saja." Bahak Kevin tak kalah senang
"Sa diem ga tuh mulut?" malu Muna mendengar ke absud an suaminya.
"Eh, yang. Gita masih minta identitasnya di rahasiain gitu di kantor?" Kevin hanya mengangkat kedua bahunya.
"Kayaknya."
"Kenapa ya kira-kira?"
"Mae aja yang tanya. Sama ade ipar sendiri kok jarang ngobrol."
"Mana ada waktu ngobrol akunya. Jalan sendirian ke depan pintu rumah aja sudah di tanya-tanya dan di larang. Boro-boro mau ngemall."
"Ya ampuuun. Maaf abang lupa kalo istri abang juga butuh itu. Kirain traveling with otong saja cukup nyenengin batinnya."
"Bapak lupa... Dompet istri abang sudah sulit di tutup saking isinya nambah doang, ga pernah punya kesempatan belanja?" Kekeh Muna.
"Huum... Ternyata jarak kita yang dekat juga tidak menjamin komunikasi yang baik di antara kita ya Mae. Jauh kangen, deket malah ga detail."
Cup
Kening Muna di kecup lama oleh Kevin.
"Maaf, abang terlalu posesif, udah anggap Muna kaya boneka yang harus nurut dan di jaga supaya ga jatoh, ga kotor dan ga retak. Maaf yaa sayang."
"Hmm... Untung Muna cinta. Jadi seneng aje di perlakukan kayak gitu. Tapi lama-lama bosan juga. Serasa nyesel ambil terminal."
"Ha...ha... Jangan gitulah. Maaf sayangku." Tulus Kevin menyadari jika batin istrinya sesungguhnya pun harus tetap utama untuk di bahagiakan.
Bersambung...
Huum... Makin iri deh sama pasangan ini, yah namanya juga dunia halu ya gaes.
Stt... senin lho ini
Nyak minta sedekah vote seikhlasnya
Makasiih yaa❤️