
Happy Reading 😘
.
.
.
"Tuan." Lirih Sheila. Namun Lucius mengabaikan panggilan gadis itu. Lelaki itu terus berjalan menerobos orang-orang. Sheila menangis sesegukan. Hati nya bisa teriris setiap hari jika Lucius seperti ini.
"Tuan sebenar nya apa salahku?" Gadis itu memberanikan diri untuk berteriak. Mengundang banyak perhatian orang. "Kenapa tuan membuangku?!" Imbuhnya dengan suara bergetar.
Lelaki bertubuh tinggi itu berhenti. Memutar tubuhnya dan menatap gadis lemah dihadapannya. "Karena aku tidak peduli padamu." Sahut Lucius dingin. Selepas mengatakan itu , Ia menatap tajam ke arah orang-orang. Memberi kode agar mereka tidak ikut campur. Lelaki itu kemudian kembali pergi.
Sheila terhenyak , Ia membelalakan mata. Masih tak percaya dengan jawaban dari pemilik rambut hitam kecokelatan barusan. Bibirnya bergetar. Ia ingin melemparkan jutaan pertanyaan pada Lucius. Namun semua tertahan.
Sheila tak menyerah. Dengan langkah yang sempoyongan gadis itu kembali mengejar Lucius. Tetapi karena pandangannya yang buram, lengan gaunnya tak sengaja mengenai benda tajam di kapal. Gaun yang membungkus lengannya pun robek , menampakan bekas luka cambukan dan beberapa sayatan disana.
Lucius kembali berhenti setelah mendengar kericuhan. Ia menyelingak. Menatap Sheila yang tengah bersimpuh dan menangis. Pandangannya terpaku pada bekas cambukan dan sayatan di lengan gadis itu. Muncul sedikit rasa iba di hatinya.
Selama ini dia begitu menderita.
Entah sihir apa, lelaki itu pun mendekat ke arah Sheila. Dengan cepat Lucius melemparkan jubah hitam miliknya ke arah gadis itu. Sheila menengadah , matanya yang sembab menatap lelaki itu penuh arti. Akhirnya, akhirnya , Ia berhasil membuat sang tuan kembali padanya.
"Yang Mulia, ada apa?" Agatha menghampiri Lucius karena tiba-tiba saja lelaki itu menghampiri Sheila. Melihat kondisi Sheila yang berantakan, Agatha jadi memaklumi tindakan Lucius. Setidaknya untuk kali ini saja.
***
Kediaman Carrol,
Pagi hari,
Agatha mengerjap. Perlahan membuka kelopak matanya yang menampilkan manik biru berkilau. Ia menggosok matanya. Bunyi-bunyi an berisik dan bau-bau an makanan langsung menyeruak masuk ke indranya.
Ia sedikit bingung. Tidak biasanya kediaman duke begitu ramai. Pemilik rambut merah itu bergegas bangun dan melakukan peregangan singkat. Detik berikutnya, Ia menyadari sesuatu. Dengan cepat ia mengecek kalender kuno yang tertempel apik di dekat meja belajarnya. Gadis itu memfokuskan netra nya pada garis lingkaran di salah satu angka.
"Pantas saja! Pengumumannya calon tunangan kak Anastasia kan sudah, berarti sekarang tinggal pertunangan terus nikah deh." Agatha terkikik. Kira-kira bagaimana rupa calon tunangan kakak perempuannya itu.
Berdasarkan yang gadis itu dengar , calon tunangan Anastasia bernama Maximilian Kurt Iberio, seorang Duke keluarga Iberio. Usia Anastasia dan Max terbilang cukup jauh dimana Anastasia berusia 17 tahun, sementara Max berusia 26 tahun. Max sudah memiliki gelar Duke sejak usia nya menginjak 19 tahun, tepat setelah sepeninggalan ayah nya.
Ayah dari Max meninggalkan hutang yang cukup banyak. Membuat perekonomian keluarga Iberio terancam. Namun berkat kerja keras Max, dalam dua tahun keluarga Iberio berhasil membalikan keadaan dan kembali bangkit dari keterpurukan. Bahkan keluarga Iberio sudah memiliki banyak usaha perdagangan yang sukses besar.
Itulah mengapa Duke Carrol memilih Max diantara para pelamar yang mengajukan pinangan pada Anastasia. Disamping karena alasan politik, Max adalah orang yang cerdas dan pekerja keras.
"Kalau begitu aku juga harus bersiap-siap."Gumamnya. Ia kemudian memanggil Lucy untuk menyiapkan air hangat. Setelah nya, seperti biasa Agatha akan dirias oleh Lucy.
Agatha telah selesai berdandan. "Lucy, kenapa dekorasi dan persiapannya baru dilakukan hari ini? Bukankah acara pertunangan nya juga sore nanti" Tanyanya.
"Em...Nona sebenarnya persiapan sudah dilakukan sejak malam tadi, hanya saja nona mungkin tidak menyadari karena terlalu lelah. Bahkan Nona Anastasia sudah memilih gaun dan perlengkapan lainnya sejak dua minggu lalu." Sahut Lucy hati-hati.
***
Acara pertunangan pun akan dimulai. Para bangsawan daerah Korintus dari bergelar Baron hingga Duke semua nya hadir untuk memenuhi undangan. Para wanita terlihat sedang berbisik-bisik. Kebiasaan yang akan terus dilakukan bahkan saat acara pertunangan sekalipun.
Disebrang sana, ada sang bintang utama dari acara ini. Anastasia. Gadis itu mengenakan gaun putih bersinar dan rambut pirang yang disanggul ke atas, Ia tengah dilanda kegugupan. Dirinya bahkan belum sempat melihat wajah calon tunangan nya sendiri. Gadis itu hanya mendapatkan gambaran dari para pelayan dan beberapa teman minum teh nya.
Sementara disisi lain, Agatha menatap jenuh seorang gadis berambut putih keemasan yang terus menempel pada Lucius. Dibelakang mereka terlihat dua orang pelayan yang seperti nya adalah pelayan kerajaan. Ia menghela nafas kasar. Bagaimana bisa Sheila masuk ke acara resmi seperti ini?! Sudah pastikan jawabannya adalah gadis itu memaksa Lucius untuk ikut. Agatha yakin Sheila pasti merengek dengan tangisan yang membanjiri wajahnya.
Tak berapa lama, rombongan Duke Maximilian datang. Menampilkan sosok tinggi dengan rahang kuat dan penampilan kelas atas yang fantastis. Rambut pirang nya pun disisir rapi kebelakang seakan menggambarkan usiannya yang telah matang.
Semua orang terpesona. Para wanita bangsawan menutupi wajah merah merona mereka dengan kipas agar tak memalukan.
"Wah kakak iparku sangat tampan." Gumam Agatha. Tak berapa lama , pandangan Agatha kembali tertubruk pada Sheila. Hei, hei , kenapa gadis pemilik mata emas itu melemparkan tatapan aneh pada Duke Max? Ah sudahlah, pada dasarnya Sheila memang aneh!.
Duke Max mendekat ke arah Anastasia, setelah sebelumnya memberi salam pada Duke Carrol. Anastasia ikut tertegun melihat penampilan sang duke muda. Prosesi pertunanganpun dilakukan. Duke Max memasangkan cincin di jari manis Anastasia dan begitu pun sebaliknya.
Setelah acara selesai, para tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang disiapkan. Mereka semua terlihat berbincang. Begitupun dengan kedua pasangan yang baru resmi bertunangan itu.
Namun, tiba-tiba seorang gadis kecil dengan mata emas mendekat ke arah Duke Max. Ia membungkuk , memberi hormat. "Salam Tuan Duke." Ujarnya. Hanya tatapan datar yang didapat Sheila. Gadis itu memajukan bibirnya.
"Saya Sheila. Senang bertemu dengan Anda." Lontar nya kembali. Anastasia beserta Duke Max sama sekali tak menanggapi. Sementara Agatha terlihat menggertakan giginya. Untuk apa sih gadis itu harus melakukan hal yang memalukan ?!.Pikir Agatha.
"Mohon maaf Tuan Duke dan Nona Pertama Carrol. Nona Sheila ini sangat polos." Seorang pelayan datang memegang lengan Sheila. Mengajak gadis itu untuk menghindar dari pandangan Anastasia dan Duke Max.
"Hei!" Seru Agatha. Ia sudah lelah hanya tinggal diam. Gadis itu menarik Sheila ke arah pojokan sepi agar tidak menjadi pusat perhatian. Sedangkan pelayan kerajaan tidak mengikuti.
"Kenapa kau bertingkah seenaknya?!" Hardiknya yang kesal. "Kenapa kau datang kesini hah? Setauku hanya para bangsawan yang diundang!" Imbuhnya dengan tatapan tajam yang tak terkontrol.
"Tapi Saya hanya ingin melihat pesta pertunangan. hiks Saya tidak tau kalau hal itu menyinggung Nona." Gadis itu menunduk dan menangis sesegukan.
"Diamlah!" Kecam Agatha. Gadis bermata biru itu mengusap wajah nya kasar. "Bagaimana bisa kau terus menempel pada Yang Mulia heh"
Mendengar Lucius disebut. Sheila mendongak. "Saya hanya takut jika majikan Saya datang kemari.Jadi saya berjaga-jaga di dekat tuan." Jawaban itu membuat Agatha muak. Sebenarnya Sheila ini polos atau bodoh! Sudah tau para bangsawan diundang , tentu saja kemungkinan majikan Sheila juga diundang. Tapi kenapa malah memaksa ikut.
Agatha berkacak pinggang. Ia celingukan. "Yang Mulia Lucius." Seru gadis itu hingga Lucius menyelingak. Agatha segera menghampiri Lucius dan tanpa ragu mengalungkan tangannya di lengan lelaki itu. Ia sengaja melakukannya dihadapan Sheila. Agar gadis itu tau diri akan posisi nya.
***
Pengumuman>>> Maaf sebelumnya , novel ini belum bisa up setiap hari karena beberapa alasan. Sebenarnya saya juga pengen up nya setiap hari. Tapi masih ada aja kerjaan yang numpuk di dunia nyata.
Sekali lagi saya minta maaf ❤
***
Jangan Lupa untuk like, komen(kritik saran), dan tambah favorit ya. Terima kasih😘