
Steven yang terus ditolak membuat dirinya semakin gencar untuk menjadikan Agatha sebagai pacar. Sungguh ia benar-benar melupakan apa tujuannya ke wilayah Korintus. Urusan wanita jauh lebih penting, begitulah pikirnya.
“ Hei gadis kecil, kau belum menanyakan namaku?” Steven bersikukuh menghentikan langkah Agatha yang akan keluar kasino.
“ Aku tidak peduli.” Timpal gadis itu. Ia segera melangkahkan kakinya secepat mungkin untuk menghindari orang yang dianggapnya aneh itu.
“ Setidaknya pikirkan dulu untuk menjadi pacarku. Aku punya segalanya, kau akan sangat diuntungkan.” Lontarnya “ Hei berhentilah!” Steven terus mengejar Agatha. Hal itu tentu menarik perhatian orang banyak karena lelaki itu melontarkan sebuah kata menggelikan. Alhasil Steven yang sadar bahwa dirinya menarik banyak perhatian, mulai berhenti mengikuti Agatha.
“ Wim,awasi mangsa kecilku.” Ujarnya memerintah dengan seringaian.
“ Baik Tuan.”
***
Semburat cahaya jingga sudah memenuhi langit, namun Agatha masih sibuk menghabiskan uang. Gadis itu meneraktir Lucy dan Diaz makan disebuah restoran mewah yang ada di pusat kota. Mereka bertiga belum melepas topengnya masing-masing. lucy terlihat begitu senang saat memasukinya. Itu tidak heran, karena semenjak gadis berambut cokelat keriting itu bekerja dikediaman duke, ia tidak pernah sekalipun diizinkan pergi ke restoran mewah.
“ Pilihlah yang kalian sukai.” Ujar Agatha. Mereka bertiga serentak duduk di sebuah meja bundar. Di meja tersebut sudah disediakan menu makanan.
“ Aku mau daging panggang dengan susu sapi amazon.” Lucy menunjuk menu dengan antusias.
“ Aku mau jahe hangat impor.” Ujar Diaz. Tak tanggung-tanggung dia memilih jahe impor yang harganya sangat mahal.
“ Aku mau....ah aku mau diet.” Agatha tidak memilih makanan.Ia meletakkan kembali menu yang dipegangnya. Sudah cukup dia makan dengan rakus setiap hari di kediaman duke, sekarang giliran kedua ajudannya.
Tak lama kemudian, pesanan yang dinanti akhirnya tiba. Terlihat makanan disajikan ditudung saji. Agatha mulai tergiur dengan daging panggang itu, namun ia harus bisa mengikat perutnya atau rencana untuk diet akan gagal.
Lucy langsung membuka tudung saji itu dengan tidak sabaran. Sementara Diaz menyesap pelan jahe hangat agar tidak cepat habis. Jarang-jarang kan dia meminum itu di kediaman duke. Lucy melirik tingkah Diaz yang menyeruput jahe dengan begitu pelan, tak disangka kesatria algojo bisa memesan hal seperti itu, Lucy menahan tawa nya. Kini lelaki bernama Diaz itu terlihat tidak begitu menyeramkan.
“ Hai gadis kecil, ternyata kita bertemu lagi ya di sini.apakah ini tandanya kita jodoh.” Seorang lelaki tiba-tiba muncul dan tanpa rasa malu langsung duduk di kursi kosong sebelah Agatha. Itu Steven.
“ Jodoh apanya, kau menguntitku!”
“ Aku tidak menguntitmu, apakah kau tidak tau restoran ini mililk siapa?” Steven menunjukan gelagat aneh dengan mengangkat salah satu alisnya.
Agatha memutar bola matanya malas.” Milik Korintus.” Jawabnya.
“ Kau tidak tau rupanya.” Steven tertawa.
“ Aku sudah memiliki semua yang ku mau.”
“ Kau berbohong! Kau belum punya satu hal.” Steven mulai meneliti wajah Agatha kemudian beralih pada manik birunya. Gadis itu mengerutkan kedua alisnya. “ Apa?” tanyanya sedikit penasaran.
“ Kekasih yang tampan sepertiku tentunya.” Balas Steven dengan percaya diri penuh. Agatha bergidik, pasalnya hanya lelaki aneh itu yang dengan sangat percaya diri menganggap dirinya tampan.
Tapi memang ganteng sih.
“ Jadi mau tidak jadi pacarku?”Steven memainkan rambutnya. Berharap Agatha akan terpesoma dengan itu.
“ Sudah berapa banyak gadis kau goda dan kau ikuti seperti ini, tuan?” Ujar Agatha menohok. Gadis itu sudah menduga bahwa orang seperti Steven pasti adalah playboy. Dilihat dari cara berbicara dan bertingkahnya pun sudah sangat nampak.
“ Hanya kau.”
Wajah Agatha menunjukan ketidakpercayaan.
“ Aku tidak peduli, intinya mulai sekarang kau akan menjadi kekasihku.”Steven hampir menyerah. Ya, itu satu-satunya cara agar Agatha menjadi korban ke playboy annya yang ke 100.
Gadis berambut merah itu menganga dengan keheranan. “ Sayang sekali tuan, saya sudah memiliki seorang kekasih.” Ujar Agatha dengan seringaian.
Aku ditolak lagi??tidak boleh, ini sangat memalukan
Alis Steven sedikit berkerut.“ Aku tidak peduli siapa kekasihmu! Baiklah kalau begitu, aku akan menemuimu di rumah calon mertuaku besok. Hahaha.” Ujar Steven. Ia kemudian pergi dari hadapan Agatha.
Kuharap aku tidak bertemu orang aneh itu lagi.
Sementara itu, Lucy dan Diaz terlihat menikmati pertengkaran Agatha dan Steven sambil memakan hidangan pesanan mereka. Seakan mereka menyaksikan sebuah drama teater. Diaz tidak akan marah selama lelaki bermana Steven tidak menyentuh Nona nya. Menurutnya itu percakapan wajar antar anak muda.
...(Steven de Gerald)...
Happy Reading😘
Jangan Lupa untuk like, komen(kritik saran), dan tambah favorit ya. Terima kasih😘