Menjadi Antagonis Novel

Menjadi Antagonis Novel
Episode 12 + Visual Agatha


" Yang Mulia, boleh saya tau makanan favorit Anda apa?" Agatha bertanya memecah keheningan. Ia memanfaatkan kesempatan yang bagus.


" Tidak ada."


" Begitu. Lalu tempat favorit Anda dimana?" Gadis itu tak menyerah. Ia tetap menyalurkan rasa penasarannya pada tokoh utama.


Lucius menghela nafas, seakan pertanyaan Agatha terlalu berat baginya. " Tidak ada." Lontarnya.


Seterusnya gadis itu melemparkan pertanyaan umum pada Lucius namun jawabannya tetap sama yaitu 'tidak ada'. Agatha cukup kesal dibuatnya, hingga dia berhenti bertanya dan memilih untuk diam selama sisa perjalanan.


Agatha menyadari ada satu pertanyaan penting yang belum ia tanyakan pada Lucius.


" Yang Mulia, bagaimana tipe gadis ideal Anda?" gadis berambut merah itu bertanya tanpa ragu dengan binar dimatanya. Lucius cukup tercengang. Pasalnya ia tidak pernah memikirkan tentang gadis idealnya, yang ia pikirkan hanyalah belajar agar dirinya bisa menjadi pewaris tahta raja yang baik.


" Ekhem! Yang sepertimu tidak buruk juga." Balasnya tak menunjukan semangat.


Seketika binar dimata Agatha padam. Bukanya senang, gadis itu malah tambah kesal karena dirinya yakin bahwa jawaban Lucius barusan sangat tidak tulus. Hal itu sangat kentara!


" Huh." Gadis yang memiliki manik biru berkilau itu memilih untuk menopang dagu dan menatap keluar jendela.


Melihat wajah cemberut Agatha, lelaki bernama Lucius itu keheranan.


Memangnya aku mengatakan hal yang salah? Batin lelaki itu.


***


Tak lama kemudian, kereta kuda itu sampai di kediaman duke.


" Terima kasih Yang Mulia." Ujar Agatha sembari membungkuk hormat. Lucius hanya mengangguk kecil menanggapinya lalu pergi dengan kereta kudanya.


" Hei gadis manja, sejak kapan orang itu mau mengantarmu pulang?" Louis tiba-tiba muncul tepat setelah Lucius pergi.


" Bukan urusanmu." Agatha menyadari sesuatu, Louis disitu tidak sendiri melainkan ditemani tiga hewan kecil yang diduga adalah hewan sihir langka.


" Pamer!" Gumamnya.


Gadis itu berlenggang pergi dan masuk ke dalam kediaman.


" Nona, Tuan Duke memanggil Anda."Ujar Lucy ketika kaki Agatha barusaja menyentuh lantai kediaman.


" Baiklah."


***


" Kudengar Lucius barusaja mengantarmu." Duke mulai mengintrogasi. Ia duduk sementara Agatha berdiri menunggu pengadilan.


Bagaimana Duke Carrol bisa tau secepat itu?! Itulah yang berkecamuk di pikiran Agatha. Namun detik berikutnya gadis itu tertawa kecil.


Ternyata diseluruh kediaman ini sudah dipasangi sihir pengawas.


" Kerja bagus! Apa yang kau harapkan sebagai hadiah?" Duke berambut pirang itu menyeringai.


Gitu doang dapet hadiah? Tunggu! jangan-jangan duke sengaja memerintahkan paman kusir untuk tidak menjemputku, hanya untuk menguji.


Agatha meremas gaun yang dikenakannya. Ia mencoba tersenyum senatural mungkin. " Saya menginginkan uang yang cukup banyak, apakah tuan duke mampu memberikannya?" Ujarnya menantang.


Duke mengangkat alisnya. Kemudian ia mengeluarkan kantong berukuran sedang yang berisi koin emas.


" Ambil." Ujarnya. Tanpa ragu Agatha mengambilnya. Ia sudah punya rencana tersendiri untuk uang itu.


Aku mau ke tempat itu! Nostalgia huaaa.Ngajak Kak Ana dan Lucy deh.


***



Sebenarnya Agatha sudah mengajak Anastasia namun gadis itu menolak untuk ikut. Alhasil hanya Lucy dan Diaz yang ikut dengannya. Entah mengapa, Agatha menjadi sedikit lebih aman saat kesatria itu bersamanya.


"Uwahhhh akhirnya aku kembali ke tempat ini sebagai tamu bukan sebagai pekerja paruh waktu."Agatha berkata antusias. Memang di dunianya yang dulu, Agatha bekerja di sebuah kasino sebagai pekerja paruh waktu.


Agatha segera mengeluarkan uangnya dan mulai bermain disana. Lucy dan Diaz hanya melihat keheranan.Tak disangka dia selalu menang saat bermain kartu poker. Hal itu tentu saja menarik perhatian seorang lelaki dengan rambut hijau mencolok.


" Gadis kecil, ayo bermain bersamaku." Ujar lelaki itu terdengar ambigu.


Kelihatannya dia punya banyak uang untuk ditaruhkan. Agatha berpikir sejenak.


" Baiklah" Gadis itu pun akhirnya bermain kartu dengan si lelaki di dalam sebuah ruang an khusus ditemani Lucy, Diaz, dan bawahan si lelaki.


Agatha kembali memenangkan permainan. Gadis itu menang bukan tanpa alasan, namun karena ia sudah tau kunci bermain poker saat menjadi pekerja paruh waktu dan tentu saja karena keberuntungan luar biasa yang ia punya.


" Sepertinya kau hampir kehabisan uang ya, Tuan." Agatha berkata mengejek.


" Baru kali ini ada yang bisa mengalahkanTuan." Seorang lelaki yang sepertinya adalah bawahan lelaki itu, ikut takjub.


" Diam lah!" Kecam lelaki berambut hijau yang tak lain adalah Pangeran Steven. Seorang Pangeran wilayah Rhodes yang terkenal sebagai pemain wanita. Meski begitu dia juga memiliki sikap kejam. Usia nya satu tahun lebih tua dari Lucius.


" Gadis kecil siapa namamu?" Walaupun memakai topeng ,namun aura playboynya tetap terasa. Ia mengedipkan sebelah matanya.


" Aga--Maksudku Sarah Husein" Ujar Agatha spontan. Tidak mungkinkan dirinya mengakui identitasnya sebagai putri duke.


" Aku tertarik padamu. Kuharap kita lebih sering bertemu. Senang bertemu denganmu!" harapnya sambil mengulurkan tangan.


Agatha menerima tangannya dengan ekspresi poker.


Dirasa sudah cukup uang yang dikumpulkan, ia ingin segera kembali. " Oke ayo pulang Diaz, Lucy. Aku sudah punya banyak uang hahahahaha. Kita belanjakan saja."


Aku suka dia. Aku harus mendapatkannya. Batin Steven.Atau lebih tepatnya Steven ingin menggenapkan rekor playboy nya dengan menjadikan Agatha sebagai target nya yang ke 100.


Steven membuka topeng wajah miliknya dan mulai tebar pesona." Tunggu gadis kecil, maukah kau menjadi pacarku?" Tananya tanpa ragu.


Agatha yang hendak keluar dari ruangan itu terhenti. Ia menyelingak dan membalas" Tentu saja tidak tuan"Ujar nya tanpa ragu.


Seketika tembok percaya diri milik Steven roboh.


Hahh, ada yang berani menolakku?Menolak wajah tampanku!


Bawahan Steven terlihat menahan tawa.


" Kalau begitu biarkan aku mengantarmu." Steven tak menyerah. Namun, Agatha kembali menolak.


***



...(Agatha Loren de Carrol)...


Source : Pinterest


Happy Reading😘


Jangan Lupa untuk like, komen(kritik saran), dan tambah favorit ya. Terima kasih😘