
"Yang Mulia tolong minum ini." Gadis berambut merah itu menyodorkan sebuah cangkir kaca pada Lucius yang tengah duduk di sofa empuk ruang kerjanya. Cangkir itu berisi jahe hangat impor kualitas terbaik. Agatha yang membuatnya sendiri dengan bahan yang tersedia di dapur mansion.
Lucius mengulurkan tangannya dan menerima cangkir kecil itu . Ia meminumnya dengan perlahan. Tak jauh dari sana, Steven tengah bersandar di tembok dan menatap sinis interaksi mereka.
"Huh hanya sakit begitu saja sudah seperti bayi." Gumam lelaki bermanik hijau itu dengan tangan bersilang. Selama ini ia tak pernah secara langsung mengungkapkan ketidaksukaan nya pada seseorang. Namun sekarang, Ia terus-terusan menggerutu pada Lucius. Lelaki itu merasa bahwa dirinya telah diselingkuhi terang-terangan oleh kekasih dan sahabatnya sendiri.
"Berhentilah menggerutu dan selesaikan kesepakatan kita dengan daerah utara!" Suara parau itu berusaha untuk memerintah. Mendengar perintah, Steven dengan wajah malas-malasan mengambil kertas cokelat di meja kerja Lucius dan segera keluar untuk mengurusnya. Namun, sebelum keluar ia harus memberi batasan untuk Agatha.
"Sayang jangan macam-macam dengan lelaki itu." Tak mau urusan tambah runyam, Agatha pun hanya mengangguk.
Saat Steven keluar, Ia berpapasan dengan Sheila yang tengah menangis, Steven pun menyadari bahwa gadis berambut putih keemasan itu baru saja menguping. Dengan wajah datar Ia berkata. "Jangan melakukan sesuatu yang akan membunuhmu."
Sheila menengadah menatap Steven dengan mata yang digenangi air mata. Ia mengusap matanya pelan. "Apa maksud tuan?"Tanya Sheila di sela isakan.
Lelaki bermanik hijau itu hanya berlalu dan tak menjawab Sheila. Merasa dicampakan, Sheila kembali menangis tertahan dengan menggigit bibir pucatnya.
Dengan tangan yang gemetar, gadis itu mencincing gaun miliknya dan sekuat tenaga berlari ke arah kamar.Ia menutup rapat pintu kamar. Seketika tubuhnya terkulai lemas di lantai. Perkataan Steven masih terngiang di telinga Sheila. Ia tau perbuatan menguping itu salah dan mungkin saja hukumannya adalah digantung.
***
Mansion Kerajaan,
Siang hari,
Sang surya berada pada puncaknya. Siang ini begitu terik. Agatha dan Lucius tengah berada di ruang makan. Di meja berukuran panjang itu, sudah tersedia berbagai hidangan kerajaan.
Mereka memakan nya hingga hidangan penutup yaitu puding. Setelah menghabiskan hidangan penutup, Agatha mengelap pinggiran bibirnya.
"Sejak kapan kalian menjadi kekasih." Tutur Lelaki bermanik kecokelatan itu penuh selidik. Agatha mendelik sesaat karena terkejut. "Kami tidak pernah menjadi kekasih. Yang Mulia, bukankah Anda mengetahui bagaimana sikap Tuan Steven. Dia hanya asal mengakui saja." Sahut gadis itu.
"Salam hormat Yang Mulia." Seorang pelayan lelaki hadir dengan keringat mengucur di dahi disertai ekspresi panik. Ia menunduk menatap ke lututnya. "Yang Mulia, Nona Sheila ditemukan pingsan di dalam kamarnya." Lapor si pelayan.
Sementara itu, terlihat seorang gadis berambut cokelat keriting tengah celingukan mencari keberadaan sang nona. Dirasa sudah ketemu, gadis itu dengan segera menghampiri.
"Nona." Ia berseru. "Nona, maaf saya lancang. Tadi saya mendengar sebuah gosip tak mengenakan." Kalimat Lucy membuat Agatha menautkan alisnya.
"Apa!"
"Pa-para pelayan bergosip bahwa Nona iri dengan Nona Sheila dan itu sebabnya Anda menganggu Nona Sheila." Ujar Lucy dengan kepala tertunduk.
Agatha mengepalkan tanganya kuat. "Bagaimana bisa ada gosip seperti itu." Gumamnya.
"An-anu Nona, mereka mendengar berita itu dari pasar. Kabarnya seorang mantan pelayan mansion yang mengatakan itu."
"Hm." Agatha berpikir mungkin saja pelayan yang dipecat Lucius waktu itu yang menyebarkan.
Tanpa ia sadari, Steven yang akan menemui Lucius justru mendengar percakapan nya dengan Lucy. Dengan sorot mata dingin lelaki itu beranjak pergi keluar dan membatalkan tujuan awalnya untuk bertemu Lucius.
***
"Hei, hei apa kau dengar. Kabarnya ada mayat yang ditemukan di tepi sungai. Tragisnya, bibir dan lidahnya seperti telah dibakar."
"Iya aku juga mendengar itu dari paman. Kata paman, itu adalah mayat mantan pelayan mansion kerajaan."
"Wah bernarkah?"
Penduduk kota mulai berbisik mengenai kejadian yang menghebohkan baru-baru ini. Seperti baru semalam si mantan pelayan tersenyum licik menyebarkan gosip, kini malah dirinya yang menjadi bahan gosip dengan tragis.
***
Jangan Lupa untuk like, komen(kritik saran), dan tambah favorit ya. Terima kasih😘