
Sementara di tempat lain, Nindy menyempatkan datang ke sebuah rumah milik seseorang yang dikenal sebagai paranormal, dan dipercaya dia memiliki ilmu pengasihan dan penglaris. Banyak klien-kliennya dari orang-orang tersohor dan terkenal, bahkan dari kalangan artis. Namanya Ki Sepuh. Pria berusia sekitar tujuh puluh tahun itu adalah seorang penasihat spiritual serta seorang paranormal yang biasa membantu klien-kliennya untuk mencapai puncak karir tanpa susah-susah. Dan salah satu klien tetap nya adalah Nindy.
Sejak Nindy bercita-cita menjadi model dan artis terkenal, Ia sudah meminta tolong kepada Ki Sepuh untuk membantunya melancarkan karier nya dalam dunia hiburan. Dan tentu saja Ki Sepuh memberikan solusi untuk Nindy dengan memberikan sebuah jimat kepada Nindy, selain itu Nindy juga mengincar calon suami Kakak sepupunya yang tak lain adalah seorang pengusaha kaya raya yang bernama Farel Dwipangga.
Selain Nindy ingin mendapatkan karier yang cemerlang, Ia pun juga ingin memiliki suami Kakak sepupunya itu dengan cara licik. Nindy meminta Ki Sepuh untuk mengguna-guna Farel agar pria itu meninggalkan istri sahnya dan menikah dengan Nindy. Tentu saja sangat mudah bagi Ki Sepuh untuk melakukannya. Ki Sepuh membaca mantra-mantra dan menyebut nama Farel, kemudian meniupkan nya pada sebuah kalung emas. Kalung emas itulah yang akan membuat Farel membenci istrinya dan meninggalkannya.
FLASHBACK ON
"Ingat! Pakaikan kalung ini pada pria itu dan mantra-mantra ku akan bekerja jika kalung ini terpasang pada lehernya, jangan sampai dia melepaskan kalung ini. Jika saja kalung ini terlepas dari lehernya, maka mantra-mantra ku tidak akan bisa bekerja dan kamu akan kehilangan dirinya, dia akan mengingat kembali tentang Istrinya. Kamu mengerti!" seru Ki Sepuh saat Nindy mulai berencana merebut suami Hani.
"Baik Ki!" balas Nindy yang saat itu sudah sangat yakin bisa merebut perhatian suami dari sepupunya itu.
FLASHBACK OFF
Saat ini Nindy datang ke rumah Ki Sepuh untuk melancarkan rencananya untuk menggaet produser film yang sedang bekerja sama dengannya, tentu saja Nindy sudah melupakan tujuannya untuk merebut Farel, karena Nindy merasa jika Mister Ken lebih kaya daripada Suaminya. Namun, sayangnya Mister Ken sudah memiliki istri yang sangat cantik sehingga sedikit susah untuk merebut perhatian Mister Ken. Maka dari itu Nindy memilih untuk jalan pintas dengan melakukan guna-guna seperti yang pernah Ia lakukan kepada Farel, suaminya.
"Ki! Saya kesini untuk meminta tolong kepada Ki Sepuh untuk memberikan Saya kalung lagi, Saya ingin menaklukkan hati Mister Ken." pinta Nindy kepada pria tua itu.
"Untuk apa lagi kamu melakukan itu, Nduk! Bukannya kamu sudah puas dengan suamimu sekarang?" balas Ki Sepuh.
Mendengar ucapan dari Nindy, Ki Sepuh terlihat menghela nafas panjang, sungguh wanita muda ini penuh obsesi dan kurang bersyukur, sudah diberi karir cemerlang, suami yang setia. Namun, tetap saja Ia masih kurang.
"Aku bisa saja membantumu, kalung yang kau pakaikan pada suamimu, lepas saja dan kamu iklhaskan Suamimu pergi." ungkap Ki Sepuh yang membuat Nindy bingung.
"Maksud Ki Sepuh apa?"
"Jika kamu ingin mendapatkan pria lain, maka kamu harus membiarkan suami mu pergi, kamu pindah kalung itu dan pakaikan pada Mister Ken." rupanya Nindy tidak setuju dengan usul Ki Sepuh, Ia meminta kalung satu lagi. Karena dirinya tidak rela jika Farel meninggalkannya, karena Nindy masih menyayangi Farel, meskipun akhir-akhir ini Nindy bersikap cuek kepadanya.
"Nggak bisa, Ki! Saya nggak bisa melepaskan Mas Farel begitu saja, dan Saya tidak mau Mas Farel kembali kepada istrinya yang udik itu, Saya tidak rela." Nindy terlihat masih tidak ikhlas jika Farel kembali kepada istri pertamanya.
Di kantor, entah kenapa tiba-tiba Farel teringat dengan sang istri pertamanya, Ia ingat betul saat dirinya pergi meninggalkan wanita yang baru dua hari Ia nikahi, dan tentu saja Hana belum tersentuh sama sekali oleh Farel. Karena sebelumnya Farel sudah dipakaikan Nindy kalung dari Ki Sepuh, sehingga Farel melihat Hani sangat benci dan seolah-olah wajah Hana cacat di mata Farel. Sehingga Farel melihat Hana sangat jijik dan tidak ingin lagi melihat wajah istrinya sendiri.
Namun, hari ini dirinya seolah telah berjumpa dengan Hana, tapi dimana? Farel merasa begitu dekat dengan wanita pilihan almarhum papanya itu.
"Kenapa, Aku merasa Hana ada di sekitar ku, Aku merasa ada kehadirannya, tapi bagaimana bisa? Apa jangan-jangan dia memang ada di kota ini?" batin Farel sembari meraba-raba kalung emas yang Ia pakai, dan entah kenapa tiba-tiba kalung itu terlepas dari lehernya.
...BERSAMBUNG...