Menggoda Suami Tetangga

Menggoda Suami Tetangga
Digigit semut


Farel pun segera masuk ke dalam kamar, Ia pun lanjut pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, entah kenapa pria itu terlihat begitu bahagia, pesona sang tetangga telah membuatnya mabuk kepayang.


Di sisi lain, Hani keluar dari kamar mandi, Ia sangat terkejut saat melihat kamar yang kosong dan Farel yang tidak ada di atas tempat tidur.


"Mas Farel kemana? Apa dia sudah pulang?" Hani pun beranjak untuk melihat sisi luar jendela yang menghadap ke arah kamar tidur Farel. Hani ingin memastikan jika sang suami sudah pulang, sambil dirinya mengeringkan rambut dengan sebuah handuk kecil. Sesekali Hani menatap ke arah balkon kamar tidur Farel.


Tak berselang lama, Farel pun keluar dan dirinya seperti biasa berdiri di atas balkon sembari melihat pemandangan luar kamar dan tentu saja dirinya juga sedang


memperhatikan rumah sang tetangga. Dan kebetulan Hani saat itu sedang berdiri di balik jendela sembari mengeringkan rambutnya yang basah. Sekilas Farel tersenyum dan menatap wajah Hani yang begitu cantik pagi itu.


Tentu saja Hani sangat bahagia melihat sang Suami yang sedang memperhatikannya. "Mas Farel! Dia sudah pulang rupanya." ucapnya lirih. Farel pun memberikan ciuman jauh untuk Hani sembari memberikan kode untuk mereka bertemu kembali, Farel menunjuk ke arah pergelangan tangannya seolah-olah dirinya sedang mengatakan kepada Hani untuk bertemu dengannya lagi. Dan Hani pun dengan senang hati menganggukkan kepalanya.


Setelah itu Hani pun membalasnya dengan kode acungan jempol pertanda dirinya pasti bisa. Di saat Farel sedang memperhatikan sang tetangga, tiba-tiba terdengar suara Nindy yang sedang mencarinya.


"Mas Farel, kamu di sini rupanya, Aku cari-cari kok nggak ada. Ngapain kamu di sini? Lihat apa?" tanya Nindy yang tiba-tiba berjalan menghampiri suaminya yang sedang asyik berdiri di atas balkon. Dirinya pun turut berdiri di samping Farel sembari melihat pemandangan kompleks di pagi hari.


"Nindy, sejak kapan kamu pulang?" tanya Farel yang terkejut melihat kedatangan istrinya yang tiba-tiba. Sementara itu, Hani yang mengetahui kedatangan Nindy, Ia pun berpura-pura menjemur handuknya seolah-oleh dirinya cuek. Seketika Nindy melihat Hani, tetangga yang belum pernah Ia lihat sebelumny


"Siapa dia? Apa dia tetangga baru? Aku tidak pernah lihat dia sebelumnya." ucap Nindy sembari memperlihatkan sang tetangga baru.


"Iya ....dia tetangga baru kita namanya Hani. Kasihan dia, dia seorang janda dan tinggal sendirian." jawab Farel


"Kok kamu tahu sih, Mas?" ujar Nindy curiga.


"Kok kamu malah ngegas sih, Mas! Aku kan tanya baik-baik. Lagipula ngapain kamu di sini, kamu lihat janda tetangga itu, ya!" seru Nindy yang justru membuat Farel kesal.


"Maksud kamu apa?" Farel menatap wajah sang istri dengan tajam.


"Ya Aku cuma heran sama kamu aja, Mas! Tumbenan pagi-pagi kamu berada di sini, kamu sengaja kan ingin melihat tetangga baru itu?" mendengar ucapan dari Nindy, seketika Farel membuat Farel justru marah kepada istrinya.


"Kamu tuh kenapa sih, datang-datang udah nuduh orang sembarangan, udahlah! Aku mau ganti baju, Aku mau ke kantor." ucap Farel sembari pergi meninggalkan Nindy yang masih berdiri di atas balkon.


"Mas! Tunggu Mas!" Nindy mengikuti suaminya merasa jika sikap suaminya sudah berubah. Nindy menghadang langkah sang suami kemudian berkata, "Maafkan Aku, Mas! Aku nggak bermaksud untuk mencurigai kamu, Aku cuma merasa kamu akhir-akhir ini sudah berubah, apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi, Mas?"


Farel menatap wajah sang istri dan berkata, "Aku baru sadar loh ya, kalau kamu itu sangat posesif sekali, Aku sangat tidak menyukai wanita dengan sikap seperti itu, Aku kecewa denganmu, Nindy!" ucapnya dengan nada sinis.


Nindy pun terkesiap bagaimana bisa suaminya bersikap seberani itu, hingga akhirnya ia melihat ke arah leher Farel, kalung pemikat dari Ki Sepuh ternyata tidak ada di leher suaminya. Justru Nindy semakin terkejut saat melihat bekas ciuman pada leher sang suami di leher sampingnya, Nindy pun menanyakan dimana keberadaan kalung itu dan bekas tanda merah itu, karena bekas itu sangat mirip sekali dengan kissmark, hanya saja tidak terlalu merah.


"Mas! Kalung kamu kemana? Dan ini, bekas apa ini, Mas?" tunjuk Nindy pada leher sebelah kiri sang suami. Seketika Farel meraba lehernya dan pria itu cuma santai menanggapi pertanyaan sang istri.


"Oh ... kalungku terjatuh, Aku simpan di dalam lemari, dan ini adalah bekas gigitan serangga, ada semut yang menggigit, hmm mungkin semut itu mengira jika Aku ini manis seperti gula, hmm sudahlah! Kamu tidak usah curiga seperti itu." ucap Farel sembari mengambil kemeja kerjanya dan memakainya.


"Digigit semut? Apa benar seperti itu?" batin Nindy sembari terus memperhatikan bekas berwarna merah pada leher sang suami.


...BERSAMBUNG...