Menggoda Suami Tetangga

Menggoda Suami Tetangga
ikut mandi


Jam pulang kantor, tentunya Farel sangat bersemangat untuk segera pulang ke rumah, bukan tanpa sebab, karena Ia sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan sang tetangga, dia tidak perduli lagi dengan Nindy, karena sebentar lagi Ia akan menceraikan istrinya dan melayangkan gugatan cerai kepada Nindy.


Pukul tujuh malam, Farel tiba di rumahnya, lagi-lagi Ia menoleh ke arah rumah sang tetangga, untuk memastikan jika Hani berada di rumah. Sementara hari itu, Nindy berusaha untuk melakukan sesuatu kepada Hani, Ia menyuruh orang untuk menyatroni rumah tetangga sebelah rumahnya, dan meminta orang-orang itu untuk memperkosa Hani, agar sang tetangga kapok dan tidak lagi menggoda suaminya.


"Jangan sampai kalian gagal, ingat! Aku sudah membayar mahal untuk ini, kalian pun bisa menikmati wanita itu sepuas kalian, karena dia tinggal sendirian di rumah. Aku harap pekerjaan kalian bisa rapi dan Aku tidak mau mamaku ikut dalam rencana kalian, mengerti!" seru Nindy kepada dua orang yang akan mengerjai Hani malam ini.


"Baik, Nyonya! Kami akan melakukan sesuai perintah, Nyonya." balas kedua pria itu.


Akhirnya, kedua pria itu segera melakukan tugas yang diperintahkan oleh Nindy, sementara itu Nindy kembali ke lokasi Syuting untuk bertemu dengan Mister Ken yang saat itu sedang menunggunya.


"Hani, sebentar lagi hidupmu akan hancur, kamu sudah berani sekali mengganggu suamiku, Aku tidak akan membiarkan siapapun mengambil Mas Farel dariku," ucap Nindy serius, setelah itu Ia pun pergi menemui Mister Ken yang sudah menjadi incaran berikutnya untuk melancarkan karier Nindy di dunia hiburan.


*


*


*


Farel melihat rumah sang tetangga dengan tersenyum, Ia pun segera masuk ke dalam rumah dan segera membersihkan dirinya, sementara itu sang asisten rumah tangga yang sedari kemarin ingin sekali mengetahui apa yang terjadi dengan sang majikan yang akhir-akhir ini terlihat dekat dengan tetangga baru.


Arum sengaja mengintai gerak-gerik sang majikan untuk membuktikan jika kecurigaannya benar, dia sengaja berpura-pura membersihkan barang-barang untuk sekedar mengintip Farel sedang apa. Dan ternyata dugaan Arum benar, setibanya di dalam kamar, Farel langsung mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Hani. Dan tak berselang lama, terlihat Farel sedang berbicara mesra saat bertelepon ria. Tak lupa sang asisten mendekatkan telinganya pada daun pintu yang tidak tertutup sempurna, sehingga suara Farel masih terdengar jelas dari balik pintu kamarnya.


"Hmm ... lagi mandi, Mas!" jawab Hani dengan mesra.


"Waaahhhh mandi? Ikut dong! Pasti seger bisa mandi bareng sama wanita secantik kamu." balas Farel dengan nada menggoda.


"Kamu tuh ada-ada saja, bukannya seger tapi makin panas dan gerah mandi sama kamu." ucap Hani sembari tersipu mulu.


"Kok bisa gitu, kita kan cuma mandi doang." balas Farel dengan senyum seringainya, membayangkan jika dirinya ada di samping Hani dan mandi bersama.


"Ya bisa dong, mau coba?" tawar Hani lebih menggoda.


"Eh beneran nih, aku ke sana, ya?" Farel pun terlihat begitu semangat saat Hani menawarkan mandi bersama dirinya.


"Tapi, bagaimana dengan istrimu? Dia pasti ada di rumah."


"Jangan tanya istriku, dia nggak akan pernah ada untukku, lagipula dia tidak akan pernah tahu hubungan kita, sekarang tunggu Aku, Aku akan segera datang, Sayang!" setelah mengatakan itu, Farel pun beranjak untuk keluar dari kamarnya. Tapi, tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan sang asisten rumah tangganya yang sedang berdiri di depan pintu kamar tidurnya.


...BERSAMBUNG ...