
Farel memeluk istrinya penuh kebahagiaan, ternyata firasat nya selama ini tentang Hana adalah sebuah cinta, meskipun Hana mencoba membohongi Farel dengan berita kematian Hana, namun Farel merasa begitu bersalah kepada sang istri, dan Farel berharap bisa bertemu dengan Hani dan meminta maaf kepada istrinya yang dulu sempat Ia tinggalkan. Dan sekarang, Farel sudah bertemu dengan istrinya, dan yang paling mengejutkan adalah ternyata Hani adalah Hana.
"Maafkan aku, Hana! Aku pernah membuatmu kecewa dan bersedih, aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku meninggalkanmu saat itu, tolong maafkanlah aku!" ucap Farel sembari bersimpuh di hadapan sang istri dengan penuh penyesalan, Hana pun ikut bersimpuh bersama suaminya, sungguh Hana sudah sangat lama menginginkan suaminya kembali padanya, dan sekarang dirinya sudah berhasil membuat hati Farel untuk mencintainya.
"Kamu tidak perlu minta maaf, Mas! Semua ini adalah cobaan dalam pernikahan kita, aku tahu tidak sepenuhnya semua itu salahmu, aku tahu betul siapa dan bagaimana Nindy, aku sepupunya, dan aku tahu bagaimana Nindy dan mendiang Tante sering berkunjung ke rumah orang pintar hanya sekedar untuk menunjang penampilan dan karir Nindy, dan akhirnya kamu yang jadi sasarannya." Ungkap Hana yang membuat Farel tidak percaya.
"Apa maksudmu, Hana?"
"Iya, Mas! Kamu terkena guna-guna dari Nindy, maka dari itu kamu tidak bisa mengingat pernikahan kita lagi, karena itulah aku merasa sangat terpukul dan akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri hidup. Beruntung aku bertemu dengan Madam Liu, dia yang sudah menolong ku terlepas dari kehidupan yang menyedihkan ini, dan berkat beliau juga aku bersemangat untuk merebutmu kembali dari tangan Nindy, dan sekarang aku sudah mendapatkan dirimu, ayo kita pulang, Mas! Kita buka lembaran baru bersama anak kita." Seru Hana.
"Tentu saja, kita akan memulai hidup baru lagi, aku, kamu dan anak kita."
Kembali Farel dan Hana saling memeluk, warga yang awalnya antusias menangkap basah pasangan mesum, akhirnya perlahan warga bubar dan sebelum bubar, warga tampak marah kepada Arum yang sudah mempengaruhi mereka untuk melabrak Hani dan Farel.
"Eh ... kalau cari informasi yang benar, dong! Jangan fitnah seperti ini, tuh si Hani ternyata istri sahnya Pak Farel, mereka bukan pasangan mesum, hampir saja kita salah sasaran."
"Tahu nih pembantu, untung saja kita nggak sampai menghakimi mereka, kalau sampai kita menghakimi Pak Farel dan Hani, bisa-bisa kita semua masuk penjara."
"Iya nih! Dasar pembantu sok tahu! Huuuu."
Para warga tampak mencibir Arum yang terlihat menekuk wajahnya karena malu. Hingga akhirnya Arum mendapat telepon dari seseorang yang memberi tahukan informasi tentang Nindy.
"Apa? Ya Tuhan, itu tidak mungkin, iya iya baik saya akan segera memberi tahukan kepada Tuan, terima kasih banyak atas informasinya," ucap Arum yang baru saja mendengarkan berita tentang Nindy.
Dengan sangat terpaksa, Arum pun mendatangi Farel yang saat itu sedang berpelukan dengan sang istri.
"Per-permisi, Tuan!" seru Arum yang berusaha untuk memberanikan dirinya berbicara dengan sang majikan. Farel pun menoleh ke arah asisten rumah tangganya dengan tatapan yang tajam.
"Apa maumu? Belum cukup kamu menyakiti Istriku? Sekarang kamu tidak perlu lagi bekerja di rumahku, karena aku tidak membutuhkan seorang pembantu yang kepo dan tukang gosip seperti kamu, pergilah!" titah Farel yang tidak memberikan kesempatan Arum untuk berbicara.
Namun, Arum terus berusaha agar Farel mau mendengar dirinya, "Maaf, Tuan Farel! Saya cuma ingin memberitahukan, jika sekarang Nyonya Nindy ... Nyonya Nindy ...!" Arum tidak melanjutkan kata-katanya.
"Aku tidak perduli lagi dengan Nindy, apapun yang terjadi aku tidak akan pernah melihatnya lagi, karena hari ini mataku sudah aku haramkan untuk melihat wajahnya, karena sekali, dia bukan istriku lagi, Istriku hanya Hana seorang," balas Farel dengan tegas. Namun, lagi-lagi Arum berusaha untuk meyakinkan Farel jika telah terjadi sesuatu kepada Nindy.
"Saya tahu jika Tuan pasti membenci Nyonya Nindy, tapi ada sesuatu yang harus Tuan ketahui, sekarang Nyonya Nindy sedang berada di rumah sakit." Ungkap Arum dengan suara yang bergetar.
Seketika itu baik Farel maupun Hani terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Arum.
...BERSAMBUNG...