
Nindy berjalan cepat sembari menahan kemarahannya, sementara Ibu-ibu rumpi di belakang tampak mengikuti Nindy dengan berjalan bergerombol sehingga mereka saling berdesakan, tanpa sadar membuat mereka saling senggolan dan akhirnya terjatuh. Mereka bertiga tampak jatuh di atas di atas tanah dengan posisi tengkurap.
"Aduuuhhhhh gimana sih! Bu Endang jangan senggol Saya dong! Jatuhkan jadinya." sungut Bu Keke.
"Ini nih Bu Vivi nih yang senggol-senggol, ihhh jadi kotor deh!" umpat Bu Endang tak terima. Bu Vivi yang juga tidak terima dengan tuduhan Bu Endang, Ia pun membela dirinya, "Enak aja nuduh orang sembarangan, bukannya Bu Endang tuh yang jalannya suka desak-desakan, aduuh kipas Saya jadi patah nih huhuhu." sahut Bu Vivi yang melihat kipasnya patah.
"Eh Bu Vivi jangan nuduh sembarangan, ya! Bu Vivi tuh yang dorong-dorong, mana pantatnya gede lagi," sahut Bu Endang sembari beranjak berdiri. Bu Vivi yang tak terima jika dikatakan pantat gede, langsung berdiri dan mendorong tubuh Bu Endang.
"Nggak usah sebut-sebut pantat gede ya, Bu! Daripada Bu Endang yang nggak punya pantat, tepos euy, iyuuhhh nggak seksi sama sekali." sahut Bu Vivi.
Tidak terima dikatakan pantat tepos, Bu Endang pun mulai menjambak rambut Bu Vivi. Tentu saja itu membuat Bu Keke dibuat bingung dengan kedua partner ghibahnya itu, Bu Keke pun memisahkan mereka berdua sembari berteriak, "Cukuuuupppp ... kenapa si Ibu-ibu ini malah bertengkar sendiri, misi kita ini adalah mencari berita terhot yang sekarang sedang terjadi, tuh tuh Bu Nindy udah gedor-gedor pintu rumah si Hani."
Sadar dengan ucapan Bu Keke, akhirnya mereka bertiga langsung mengawasi Nindy di balik pohon. Sementara itu, Nindy mulai menggedor pintu rumah Hani. Dan tak berselang lama, Hani membuka pintu dan melihat Nindy yang sedang berdiri dengan tatapan kesal.
"Maaf! Siapa ya Anda?" tanya Hani berpura-pura, sebenarnya Ia sudah tahu jika itu adalah Nindy, Adik sepupunya.
"Aku adalah Nindy, istri dari Mas Farel! Eh Aku bilangin ya sama kamu, jangan coba-coba deketin suamiku, ingat! Ini adalah peringatan keras dari Nindy, jika Aku tahu dengan mata kepala ku sendiri, kamu sudah berani menggoda suamiku, Aku tidak akan melepaskanmu, dasar Pelakor!" umpat Nindy sembari menunjuk ke wajah Hani.
Hani hanya tersenyum santai menyikapi sikap Nindy, Ia justru berkata kepada Nindy yang membuat Nindy semakin emosi. "Oh jadi ini istrinya Mas Farel, kasihan sekali Mas Farel, pantas saja dia seperti itu, sebelum tahu kebenarannya, sebaiknya kamu diam saja, kalau kamu tidak mau suamimu tergoda dengan ku, ya jaga dia dong! Kamu nya aja nggak pernah perhatian dengannya, hah sudahlah! Maaf Saya masih banyak urusan yang lebih penting daripada ngurusin kamu, minggir!" seru Hani sembari menyingkirkan tubuh Nindy agar wanita itu tidak menghalangi jalannya.
Rupanya Nindy tidak terima begitu saja dengan ucapan Hani, dengan cepat Nindy menarik tangan Hani dengan kuat, Hani yang sudah mempersiapkan dirinya untuk diserang, membuat Hani antisipasi dengan mudah, Ia pun menahan tangan Nindy dan dengan cepat menghempaskan dan mendorong nya, sehingga Nindy terlihat hendak terjatuh.
"Jangan pernah sentuh Aku! Lebih baik pulang sana, berkaca pada cermin yang lebar, sebelum kamu menuduh orang lain merebut suamimu." ucap Hani dengan tatapan mata yang tajam, setelah itu Ia pun segera pergi meninggalkan Nindy yang terlihat kesal.
Sementara di sisi lain, ketiga wanita paparazi itu tampak sibuk mengabadikan momen yang akan dijadikan bahan gosip hari ini.
"Waaahhhh ini sungguh keren! Kita harus segera menyebar luaskan berita ini ke satu kompleks, pasti seru." ucap Bu Keke yang mendapat video saat Hani dan Nindy bertengkar.
"Iyuuhhh Ibu-ibu, sayang nggak ada adegan jambak menjambak, pasti lebih eksotis jika ada adegan tawuran." sahut Bu Endang.
Hani yang berjalan menuju ke arah jalan, Ia pun melihat ketiga wanita biang gosip itu sedang sibuk merekam video dirinya dengan Nindy, Hani pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol ketiga wanita tetangganya itu.
Hani pun melanjutkan kembali perjalanannya untuk menunggu taksi di jalan depan rumahnya, sesampainya di pinggir jalan, rupanya ada para suami ketiga wanita itu.
Para suami itu melihat Hani yang sedang berdiri menunggu taksi lewat, sementara ketiga laki-laki itu yang baru saja pulang dari lapangan bola, tampak berhenti di depan Hani, tanpa tahu jika istri-istri mereka melihatnya.
"Iya Pak!" balas Hani sembari tersenyum.
"Cantik!" sahut Pak Dadang suami Bu Keke.
"Terima kasih, Pak. Biasa aja kok." balas Hani merendah.
"Namanya siapa Neng? Gelis pisan!" sahut Pak Ujang suami Bu Endang.
Sementara itu, rupanya para istri ketiga pria itu sudah seperti banteng yang siap menerkam musuhnya, ketiga wanita itu pun langsung mendatangi para suami dan membawanya pulang ke rumah.
"Nama Saya ...!" sebelum Hani mengatakan siapa namanya, ketiga wanita itu sudah mendatangi suaminya masing-masing. Mereka bertiga tampak menjewer telinga para suami dan mengajaknya pulang.
"Ini juga laki-laki ganjen, pulang sana! Bikin malu aja!" seru Bu Vivi kepada suaminya.
"Aduh sakit, Bu! Kayak anak TK aja pake dijewer!" sahut Pak Amir.
"Udah tua nggak tahu malu, pake muji-muji cantik sama perempuan lain, Istri sendiri tidak pernah dipuji, giliran ada tetangga bening dipuji-puji." gerutu Bu Keke sambil menarik tangan suaminya untuk pulang.
"Ehh sabar Bu! Tapi kenyataannya memang begitu, Bu! Bapak lihat Ibu udah kayak buntalan lepet." jawab Pak Dadang dengan segala kepolosannya.
"Ini juga! Ngapain sih tanya-tanya nama segala, kayak nggak punya kerjaan saja, pulang sana!" umpat Bu Endang kepada suaminya sambil memukuli badannya.
"Aduhhh Bu jangan kasar gitu dong! Bapak kan cuma tanya nama doang, siapa tahu nanti kalau ketemu di jalan Bapak nggak salah sebut nama." sahut Pak Ujang apa adanya.
"Halah alasan, ayo pulang bikin malu aja!" sahut Bu Endang sambil menggiring suaminya untuk pulang ke rumah.
Hani pun hanya tertawa melihat kekonyolan para tetangganya, tapi tidak dengan Nindy, Ia seperti tersaingi oleh kehadiran sang tetangga baru, biasanya para suami tetangganya bilang jika Nindy adalah wanita paling cantik di kompleks mereka.
"Sialan! Ini tidak bisa dibiarkan, wanita itu harus aku usir dari kompleks ini." batin Nindy dengan sinis.
...BERSAMBUNG...