Menggoda Suami Tetangga

Menggoda Suami Tetangga
Kekasih gelapmu


"Itu artinya kita punya perasaan yang sama dong, iya kan?" ucap Farel yang masih saja menggoda Hani.


"Entahlah, Mas! Ah sudahlah, Aku nggak enak ngomongin tentang perasaan, karena Aku nggak mau dicap sebagai perempuan perebut suami wanita lain, kamu mengerti maksudku kan, Mas? Ya sudah, Aku mau istirahat dulu, sekarang udah malam, Mas Farel tidurlah!" seru Hani sebelum mengakhiri obrolan mereka.


"Oke, selamat tidur, Hani. Semoga kamu memimpikan Aku." ucap Farel dengan tersenyum.


"Apa maksudmu, Mas?" Hani tampak terkejut kala Farel berkata seperti itu.


"Emm maksudku, semoga bermimpi indah. Selamat tidur, Sephia."


Seketika Hani mengerutkan keningnya saat Farel menyebut namanya dengan Sephia.


"Sephia siapa, Mas? Namaku Hani."


Farel tampak menepuk jidatnya kala dirinya lupa menyebutkan nama Hani menjadi Sephia. "Oh ya astaga! Sorry maksudku Hani hehehe."


Hani pun tertawa kecil mendengar ucapan dari Farel, "Ya ampun Mas, kamu pikir Aku kekasih Sephia kekasih gelapmu, ada-ada saja." celetuk Hani yang rupanya membuat Farel juga ikut tersenyum.


"Kekasih gelap! Hmm mungkin ini sangat menantang, selama ini Aku belum pernah memiliki kekasih gelap, ngomong-ngomong memangnya kamu mau menjadi kekasih gelapku?" tawar Farel yang terus saja menggoda sang tetangga.


"Apa, Mas? Ya ampun Mas, udah deh ah kamu tuh dari tadi menggoda Aku mulu, aku mau tidur dulu, bye!"


Setelah mengatakan hal itu, Hani pun menutup teleponnya dan Ia terlihat senyum-senyum sendiri, begitupun dengan Farel, pria itu tampak merebahkan tubuhnya sembari membayangkan percakapan mereka baru saja terjadi, ada senyum terukir dari bibir Farel, seolah pria itu begitu nyaman dan begitu terhibur dengan kehadiran sang tetangga.


Seperti biasa, keesokan paginya Nindy sudah siap dengan segala keperluannya sebagai artis papan atas, dia dibantu asisten pribadinya untuk mengemasi barang-barang pribadi serta kostum untuk syuting. Sementara itu Farel tampak masih santai menikmati sarapan paginya tanpa menghiraukan Nindy yang saat itu sedang sibuk sendiri. Entahlah keadaan rumah tangga Farel dan Nindy saat ini benar-benar hambar, tidak ada lagi suasana mesra atau sekedar ucapan selamat pagi dari keduanya.


Farel yang sibuk dengan urusan kantornya, begitu juga dengan sang istri yang sibuk dengan aktivitas keartisan nya. Apalagi semalam Farel sudah membuat Nindy kesal dengan penolakan dari dirinya yang tidak mau berhubungan dengan sang istri.


Setelah Nindy siap dengan segala atributnya, meskipun dengan hati yang dongkol Ia pun tetap menghampiri Farel sembari berdiri di belakang Farel dan mengalunkan tangannya pada leher sang suami. Kemudian Ia mulai berkata, "Aku pergi dulu ya, Mas!"


"Hmm ... kamu nggak sarapan dulu?" tawar Farel dengan sikap dingin.


"Enggak! Aku buru-buru, nanti sarapan di lokasi syuting aja, Aku udah ditunggu," jawab Nindy sembari mencium pipi sang suami, setelah itu Ia langsung pergi meninggalkan Farel yang masih duduk di kursi meja makan. Memperhatikan istrinya dengan datar.


Setelah melihat kepergian sang istri, Farel pun menghubungi asisten pribadinya, jika hari ini Ia tidak masuk kantor, Ia memerintahkan kepada sang asisten untuk menunda rapatnya untuk sementara waktu, hingga akhirnya nanti Farel akan kembali masuk ke kantor.


Setelah semuanya selesai, Farel pun akhirnya bersiap untuk pergi bersama sang tetangga untuk menemaninya pergi ke pusara sang istri, Farel pun langsung memberikan kode kepada Hani untuk menunggu dirinya di ujung jalan.


Sementara itu di rumah, Hani pun mendapatkan chat dari Farel jika dirinya akan segera keluar dari rumah, dengan senang hati Hani mempersiapkan diri secantik mungkin, karena hari ini Ia akan pergi bersama suaminya, setidaknya hari ini adalah awalan dirinya untuk menggoda sang suami dan akan menunjukkan kepada Nindy bahwa dirinya pasti bisa merebut Farel dari tangannya.


...BERSAMBUNG ...