
Nindy mulai tak tenang, Ia tidak bisa percaya begitu saja dengan bekas tanda merah itu, Ia pun terus memperhatikan sang suami yang sedang berganti pakaian, ternyata bukan hanya ada di leher Farel, tanda merah itu juga ada pada dada Farel, bekas berwarna merah kecil-kecil, namun tidak terlalu merah. Seketika Nindy langsung menghampiri suaminya dan menanyakan lagi tanda merah itu, sungguh Nindy curiga jika tanda merah itu adalah kissmark.
"Apa ini, Mas? Kenapa badan kamu banyak bekas merah-merah seperti ini, jujur kamu, Mas! Apa yang sudah kamu lakukan? Kamu selingkuh?" pertanyaan Nindy seketika membuat Farel melototkan matanya.
"Tahu apa kamu? Bukannya selama ini kamu tidak perduli lagi dengan suamimu. Lantas, jika ada tanda seperti ini kamu kira Aku selingkuh? Bagaimana bisa kamu berpikiran seperti itu? Jangan-jangan kamu lebih berpengalaman dariku!" bantah Farel yang mulai mungkir dengan apa yang dituduhkan oleh istrinya.
"Bu-bukan begitu, Mas! Hanya saja Aku rasa bekas itu adalah bekas ciuman wanita lain, Aku nggak mau kehilangan kamu, Mas! Aku tidak akan biarkan ada perempuan lain yang menggantikan posisi ku dalam hatimu, hanya Aku yang berhak memilikimu, Mas! Kamu ngerti nggak sih!" seru Nindy sembari menarik kemeja Farel.
"Haaaaa lepaskan! Aku harus berangkat kerja sekarang, Aku tidak mau berdebat hanya gara-gara tanda merah ini, sudah kubilang ini adalah gigitan semut, kamu percaya atau tidak terserah, minggir!" sahut Farel sembari menyingkirkan tangan Nindy, dan Ia pun beranjak keluar dari kamar.
Kali ini Nindy dibuat gemas dengan sikap suaminya, apa benar bekas merah itu adalah karena gigitan semut, Ia tak percaya begitu saja.
"Aku akan menyelidikinya, Mas! Apa yang sudah kamu lakukan di belakang ku, Aku pasti mengetahuinya dengan cepat, siapapun wanita yang mendekatimu, pasti akan ku hancurkan." kesal Nindy sembari mengepalkan kedua tangannya dan memukulkan nya pada tempat tidur.
*
*
*
Setelah itu Farel siap pergi ke kantor, Ia pun tidak perduli lagi dengan istrinya, entahlah tiba-tiba saja rasa sayang terhadap Nindy tiba-tiba berkurang, dulu Farel begitu ingin sekali bisa berduaan dengan istrinya, dan berharap sang istri bisa ada waktu untuknya, saat Nindy mulai perhatian, Farel lebih banyak menghindar, sekarang Farel sudah merasa ada seseorang yang membuatnya terhibur yang tak lain adalah sang tetangga. Apalagi mereka berdua sudah berhubungan terlalu jauh, bahkan Farel pun berencana untuk menikahi sang tetangga sebagai bentuk pertanggungjawaban dirinya atas apa yang sudah Ia lakukan.
Farel mulai masuk ke dalam mobil, dan Nindy melihat dari dalam rumah kepergian suaminya, Ia pun teringat akan ucapan Farel jika pria itu menyimpulkan kalung pemikat dari Ki Sepuh di dalam lemari, Nindy pun segera mencarinya agar dirinya bisa menghandle suaminya agar tidak bisa pergi begitu saja.
Nindy membuka dan mengobrak-abrik isi lemari pakaian Farel. Namun, nyatanya Nindy tidak bisa menemukannya.
"Sialan! Kemana kalung itu, kenapa Aku tidak bisa menemukannya?" umpat Nindy yang tidak bisa menemukan kalung itu.
"Kalau begini caranya, Aku harus segera menemui Ki Sepuh, Aku harus minta solusi untuk ini, Aku tidak mau Mas Farel meninggalkanku." ucap Nindy kesal. Ia pun berencana untuk menemui guru spiritual nya untuk memberikannya lagi nasihat dan cara untuk meluluhkan kembali suaminya seperti dulu.
"Eh Bu Nindy selamat pagi, apa kabarnya, Bu? Sudah lama ya kita nggak lihat Bu Nindy, pasti Bu Nindy sangat sibuk." seru Bu Vivi dengan gaya khasnya berbicara dengan memakai kipas.
"Pagi juga Ibu-ibu, Saya baik. Terima kasih." balas Nindy sembari tersenyum.
"Ya ampun Bu Nindy sekarang semakin cantik saja, tentu saja Bu Nindy kan seorang artis terkenal." sahut Bu Keke, tetangga julid yang lainnya.
"Terima kasih, Bu! Ya memang tuntutan pekerjaan yang membuat Saya harus berpenampilan menarik." balas Nindy.
"Tapi ya, Bu! Penampilan menarik tidak menjamin suami bakal setia, ya nggak Ibu-ibu!" sahut Bu Vivi.
"Betul itu, Bu Vivi! Pokoknya ya! Bu Nindy harus hati-hati dengan tetangga sebelah, itu si Hani, kemarin ya Bu Saya melihat si Hani itu lirik-lirik sama suami Ibu, ihhh dasar Pelakor, padahal Bu Nindy udah cantik seperti ini, nggak mungkinlah Pak Farel berpaling hati kalau bukan karena godaan dari perempuan itu." ungkap Bu Vivi yang kemarin malam melihat Farel dan Hani saling melambaikan tangan.
"Apa? Maksud Ibu-ibu apa? Tetangga sebelah menggoda suami Saya?" tanya Nindy penasaran.
"Iyuuhhh begitulah, Bu! Semalam kami melihat Pak Farel dan Tetangga Ibu saling melambaikan tangan, uhhh mereka berdua terlihat begitu akrab sekali, hati-hati loh, Bu!" seru Bu Endang yang juga menyaksikan kejadian semalam.
Nindy pun mulai berpikir serius, apa benar yang dikatakan oleh Ibu-ibu tetangganya jika tetangga baru itu sudah berani menggoda suaminya.
Mendengar laporan dari para tetangga, Nindy pun segera beranjak pergi ke rumah Hani, dan melabrak Hani dengan tuduhan telah menggoda suaminya.
"Brengsek tuh perempuan, dia belum tahu saja siapa Nindy, awas!" umpat Nindy sembari berjalan menuju ke rumah Hani.
"Eh eh Bu Ibu kita ikutin yuk! Pasti bakalan ada perang dunia ke tiga nih, nanti kita video in dan upload di media sosial kita, huuuu pasti bakalan rame." seru Bu Keke yang mengajak tetangganya untuk mengikuti Nindy yang hendak melabrak Hani.
...BERSAMBUNG...