
Tak berselang lama, seorang dokter datang dan kemudian segera memeriksa kondisi Nindy yang terlihat pucat dan lemas. Farel tampaknya menunggu sang dokter memeriksa istrinya sembari duduk di sebuah kursi.
Dokter terlihat memeriksa kondisi Nindy dengan serius, setelah berselang beberapa saat, sang Dokter selesai memeriksa keadaan Nindy dan dokter pun mengatakan sesuatu kepada Farel yang membuat pria itu sangat terkejut bukan main.
"Bagaimana keadaan istri saya, Dokter?" tanya Farel.
"Istri Anda baik-baik saja, tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan, tekanan darahnya stabil, dan setelah saya cek darah dan yang lainnya semuanya normal, kalau saya analisa, istri anda mungkin sedang mengalami gejala kehamilan, untuk lebih jelasnya ada baiknya Anda periksakan ke dokter kandungan. Saran saya sebaiknya Nyonya Nindy banyak-banyak istirahat," ucap sang dokter yang membuat Farel tidak percaya jika Istrinya sedang hamil.
"Istri saya hamil, Dok?" pertanyaan Farel yang membuat Nindy yang saat itu sudah siuman tampak tersenyum bahagia.
"Saya belum bisa pastikan, tapi menurut analisa saya, Nyonya Nindy sedang mengandung, saya akan berikan resep vitamin untuk Nyonya Nindy," ucap dokter sembari menuliskan resep untuk Nindy.
"Nindy hamil? Itu tidak mungkin, ini pasti salah, sudah lama aku tidak menyentuhnya dan rasanya itu tidak mungkin, kalaupun dia hamil beneran, pasti itu bukan anakku, iya aku sangat yakin sekali jika itu bukanlah darah dagingku." batin Farel yang masih tidak percaya jika sang istri mengandung anaknya.
"Aku hamil? Yess ini adalah senjata untuk membuat Mas Farel tidak jadi menceriakan ku, tapi jika aku benar-benar hamil, itu artinya aku sedang mengandung anak Mister Ken? Hooo anak si maniak itu, ihhh jijay sih sebenarnya, udah tua bangka mainnya kasar gitu, kalau bukan karena popularitas, aku ogah tidur sama dia, eh kok jadi juga sih tuh kecebong. Tapi ada untungnya juga. Semoga saja Mas Farel tidak jadi menceriakanku." Batin Nindy yang berharap Farel tidak jadi memproses perceraian mereka.
Setelah sang Dokter pulang, Farel kemudian pergi menghampiri Nindy dan menanyakan tentang siapa sebenarnya ayah dari bayi yang sedang dikandungnya.
Sementara di sisi lain, Arum pun mengucapkan selamat kepada sang majikan karena telah berhasil mengandung anak dari Farel.
"Selamat Nyonya! Saya ikut senang jika Nyonya sedang hamil, akhirnya Tuan dan Nyonya akan segera memiliki seorang anak, saya yakin cinta kalian berdua pasti bertambah kuat." Seru Arum kepada Nindy.
Hingga akhirnya, Farel datang ke kamar untuk menemui istrinya dan berharap Nindy bisa menjelaskan tentang apa yang dikatakan oleh Dokter mengenai jika Nindy sedang mengandung.
Nindy yang tahu jika Farel sedang datang kepadanya, Ia terlihat bahagia karena Ia berharap Farel akan bahagia dengan apa yang dikatakan oleh dokter tentang kehamilannya tadi.
"Mas Farel!" seru Nindy
Kemudian Farel tanpa basa-basi langsung bertanya kepada Nindy dengan tatapan matanya yang tajam.
"Sekarang kamu harus jujur padaku, katakan dengan siapa saja kamu tidur, Nindy? Cepat katakan!"
Seketika Nindy terkejut saat Farel membentaknya seperti itu.
"Kamu ini ngomong apa sih, Mas?"
"Tidak usah mengelaknya, aku tahu betul jika kamu mengerti dengan apa yang ku maksudkan, tidak mungkin kamu hamil begitu saja jika tidak ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku, karena aku merasa sudah lama aku tidak menyentuhmu, bagaimana bisa tiba-tiba kamu hamil? Aku tidak akan mudah percaya begitu saja!" ungkap Farel yang membuat Nindy menjadi was-was jika sang suami tidak mempercayai jika ia hamil bukan darah dagingnya.
...BERSAMBUNG...