Menggoda Suami Tetangga

Menggoda Suami Tetangga
Bermain api


Malam itu, Nindy langsung pergi menemui Mister Ken, tanpa mengatakan apapun kepada suaminya, Nindy pergi begitu saja. Sang asisten rumah tangga yang mengetahui jika Nindy hendak pergi, bertanya kepada sang majikan.


"Nyonya mau kemana?" tanya Arum yang melihat Nindy tampak sedang terburu-buru.


"Aku mau pergi sebentar, besok pagi aku pasti pulang, ingat! Ikuti terus suamiku kemanapun dia pergi, aku tidak mau dia bersama wanita jalaang itu lagi, aku akan segera memisahkan mereka, jika kamu melihat suamiku pergi menemui wanita sialan itu, kamu cepat hubungi aku," seru Nindy sembari berjalan menuju ke mobil miliknya.


"Baik, Nyonya! Saya pasti mengawasi kemanapun Tuan pergi, Nyonya tidak usah khawatir."


Setelah itu, Nindy pun langsung pergi meninggalkan rumahnya, tanpa Farel ketahui. Namun, rupanya Farel melihat kepergian sang istri dari arah jendela kamar mereka. Farel hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia pun segera memerintahkan kepada seseorang untuk mengikuti kemana istrinya pergi.


"Cepat kamu ikuti istriku! Aku ingin tahu kemana dia pergi."


"Baik, Tuan!"


Farel menutup ponselnya dan berharap ada sesuatu yang ia ketahui tentang rahasia apa yang Nindy sembunyikan, rasanya tidak mungkin istrinya hamil, sementara dirinya hampir tidak menyentuh Nindy cukup lama, sekali menyentuh pun tidak sampai Farel keluarkan di dalam rahim istrinya. Jadi, kemungkinan untuk mengandung anak Farel itu sangatlah tipis.


Farel memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti kepergian sang istri, terlalu lama Farel teledor dengan tidak mencurigai apa yang istrinya lakukan selama ini, Ia pun baru sadar jika selama ini dirinya sudah sangat menurut kepada sang istri, hingga tidak menyangka jika Nindy mulai menunjukkan tanda-tanda jika istrinya itu telah bermain api di belakangnya.


"Apa mungkin Nindy, sedang bermain api sama seperti diriku? Jika itu memang benar untuk apa lagi lama-lama menunggu perceraian itu, hubungan ini sudah sangat tidak sehat." Ucap Farel sembari meyakinkan dirinya jika perceraian itu adalah langkah terbaik agar dirinya bisa berpisah dengan Nindy secepatnya.


Untuk sejenak Farel teringat akan Hani yang terlihat murung saat melihat dirinya disambut oleh Nindy saat di depan rumah tadi sebelumnya dirinya masuk ke dalam rumah.


"Hani ... aku harus menemuinya, pasti dia melihat saat aku dan Nindy tadi di luar, aku harus ke rumahnya sekarang."


Farel memperhatikan sekitar, untuk melihat situasi aman tanpa ada pelayannya yang melihat dirinya keluar dari kamar dan menuju ke rumah Hani. Sepertinya sang asisten rumah tangganya sudah tidur, mengingat jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


"Sepertinya aman, ahhh malam ini aku ingin tidur bersama Hani, sudah lama aku tidak tidur dengannya, aku merindukannya."


Farel pun dengan santai melenggang pergi ke rumah tetangga, sementara di sisi lain, Nindy terlihat tidak bisa memejamkan matanya, jujur dalam hatinya, Ia cemburu melihat Farel terlihat mesra dengan Nindy.


Hani tidur dengan posisi menelungkup, dengan mata yang berkaca-kaca, Ia masih teringat saat Nindy memeluk suaminya. Dulu, mungkin Hani tidak terlalu perduli karena ia belum mendapatkan perhatian dari Farel, tapi sekarang keadaannya berbeda, Hani tidak bisa lagi merelakan berbagi suami dengan wanita manapun, setidaknya ia egois untuk mendapatkan cinta suaminya, ia pun bertekad merebut kembali Farel dan hanya dirinya yang bisa memiliki Farel. Apalagi sekarang dirinya tengah mengandung anak dari sang suami.


Farel yang saat itu sudah berada di dalam rumah Hani, karena Hani tidak pernah mengunci pintu belakang yang langsung menghadap pada pintu belakang rumah Farel. Untuk memudahkan sang suami masuk ke dalam rumahnya.


Farel melihat istrinya yang sedang tidur dengan posisi tengkurap, terlihat senyum yang tersungging di bibir pria tampan itu. Hani yang saat itu sedang memakai dress tidur dengan warna Magenta yang memperlihatkan bagian kakinya yang mulus dari pangkal paha hingga sampai ujung kaki, membuat Farel merasa gerah dan Ia pun terlihat melepaskan kancing kemeja dan ikat pinggangnya.


"Waaahhhh ... kamu memang benar-benar sedang menggodaku rupanya." batin Farel yang bersiap untuk mendatangi sang tetangga. Perlahan Farel mendekati Hani hingga akhirnya Ia sampai di sisi tempat tidur dan memperhatikan tubuh indah sang kekasih.


Perlahan Farel merangkak naik ke atas ranjang dengan tatapan matanya yang liar, spontan Hani terkejut saat ia merasakan ada sesuatu yang bergerak di atas punggungnya, dalam sekejap Hani pun membalikkan badannya dan Ia melihat sang suami yang sedang berada di atas tubuhnya.


"Mas Farel, kamu ...." Ucap Hani saat Farel sudah berada di atas tubuhnya.


"Kenapa kamu belum tidur, cantik?" tanya Farel sembari meletakkan kedua tangan Hani di atas kepala.


...BERSAMBUNG...