Menggoda Suami Tetangga

Menggoda Suami Tetangga
Aku tidak perduli


"Kamu ini ngomong apa sih, Mas? Kamu menuduhku seperti itu, seolah-olah aku ini berbuat macam-macam, bukannya kamu yang tukang selingkuh, tuh tetangga baru kamu embat juga, kamu kira semua orang tidak tahu kelakuan bejat kalian berdua, aku tuh malu sama mereka, mereka pikir aku istri yang banyak kekurangan, padahal kamu sendiri sudah tergoda dengan perempuan sialan itu." Ketus Nindy yang balik marah kepada suaminya.


"Ya ... aku memang berselingkuh, aku memang punya hubungan spesial dengan Hani, terus kamu mau apa? Sebentar lagi aku akan menikahi nya, dan diantara kita tidak akan ada hubungan apa-apa lagi, kita tinggal menunggu persidangan nanti," seru Farel yang sangat yakin jika dirinya akan berpisah dengan Nindy. Namun, rupanya Nindy tetap meyakinkan jika dirinya tengah hamil anak suaminya.


"Tidak semudah itu kita bisa bercerai, Mas! Jika aku benar mengandung anakmu, maka dipastikan kamu tidak bisa menceraikan aku, karena seorang suami tidak diperbolehkan menceraikan istrinya yang sedang hamil."


Nindy berusaha membela dirinya sendiri dengan menekankan itu pada suaminya, tapi Farel sudah tidak perduli lagi, ia akan tetap menceraikan Nindy meskipun sang istri tengah berbadan dua, karena Farel sangat yakin jikalau pun Nindy hamil, maka anak itu bukanlah anaknya.


"Aku tidak perduli dengan apa yang kamu katakan, cepat atau lambat aku akan menceraikan mu, jika benar kamu sedang hamil, oke tidak masalah, aku ingin tahu apakah anak itu darah dagingku atau bukan. Kita buktikan dengan tes DNA, jika itu terbukti bahwa bayi itu adalah anakku, aku akan bertanggung jawab atas bayi itu tapi tidak dengan kamu, kamu akan tetap ku ceraikan, jadi kamu tidak usah berharap lebih untuk mempertahankan pernikahan kita."


Setelah mengatakan hal itu, Farel segera pergi ke kamarnya, sementara itu Nindy tampak sangat kesal, sungguh sangat sulit mempengaruhi suaminya jika tanpa kalung pengasihan dari Ki Sepuh itu.


"Brengsek! Bagaimana bisa Mas Farel berkata seperti itu padaku, ini semua gara-gara kalung itu lepas dari lehernya, ini bisa gawat!" umpat Nindy yang mulai cemas jika saja Farel tahu jika ia sedang mengandung anak dari pria lain.


Tiba-tiba saja terdengar suara dering ponsel milik Nindy, Ia pun segera melihat siapa yang tengah menghubunginya, dengan perasaan yang masih kesal, Nindy mengira jika itu telepon dari manajernya.


"Ck! Ngapain sih telepon-telepon, nggak tahu orang lagi pusing apa!" umpat Nindy sembari mengangkat ponselnya dan meletakkannya pada telinga. Dengan nada kasar, Nindy berkata pada seseorang yang sedang menelepon dirinya yang lain adalah Mister Ken.


"Halo! Sudah kubilang jangan telepon aku sekarang, aku lagi pusing, kalian tuh bener-bener ya bikin stres aku dan ..." Nindy tidak melanjutkan kata-katanya karena tiba-tiba ia mendengar suara Mister Ken yang sedang berbicara dengannya.


"Sialan! Ngapain sih si tua bangka itu nelpon segala, pasti ada aja maunya." Batin Nindy. Kemudian terpaksa Ia menjawab sang Bos.


"Iya Mister! Ada apa Mister menelepon saya?"


"Kamu datang ke sini sekarang juga, aku menunggumu, tidak pakai lama, cepetan!"


Mister Ken memaksa Nindy agar istri Farel itu datang menemuinya dengan segera.


"Ta-tapi Mister, bukannya semalam kita sudah bertemu, sekarang saya minta istirahat sebentar saja, saya sangat lelah Mister!" protes Nindy yang saat itu tidak mau bertemu dengan Mister Ken, karena dipastikan Mister Ken pasti meminta dilayani oleh Nindy.


"Jangan banyak alasan, kamu sudah membuatku semakin penasaran, jika kamu tidak datang, maka aku akan membatalkan semua kontrak kerja kita, itu artinya kesempatanmu untuk mendapatkan peluang itu semakin terancam karena masih banyak pendatang baru yang masih segar untuk ku nikmati, jadi terserah kamu, kamu mau datang atau tidak."


Mendengar ancaman dari Mister Ken, terpaksa Nindy harus mengikuti perintahnya, Ia pun segera mendatangi sang Bos saat itu juga.


"Sialan bandit tua, kalau saja aku tidak membutuhkanmu, ciuh aku jijik sekali disentuh oleh lelaki sadis seperti mu, sangat menjijikkan," umpat Nindy saat mengingat betapa kasarnya Mister Ken saat melakukan hubungan bersamanya.


...BERSAMBUNG...