Love You A

Love You A
Part 98


Waktu yang diminta Agam selama lima belas menit menjadi molor satu jam, pria itu bahkan tidak mempedulikan pelayan yang beberapa kali mengetuk pintu kamar untuk memberitahu mereka makan siang sudah siap, dan seluruh keluarga besar menunggu di ruang makan. Agam terus menggempur istrinya dan baru berhenti saat Baby mengingatkan keluarga besar pasti sedang menunggu kedatangan mereka.


"Ini dia pasangan pengantin baru kita, yang sudah melewatkan makan siangnya." Boy meledek Agam dan Baby yang tengah berjalan menghampiri mereka.


Seluruh keluarga besar yang sedang berkumpul di ruang tengah langsung menatap kearah yang dituju Boy, membuat Baby menjadi malu karena menjadi tontonan semua orang yang ada diruangan tersebut.


"Mereka bahkan tidak perduli kita yang kelaparan menunggu di meja makan," sahut Mars. Karena memang seluruh keluarga sampai menunda setengah jam untuk menunggu Agam dan Baby agar bisa makan siang bersama, tapi akhirnya mereka menyerah setelah pelayanan yang ketiga juga gagal menjemput pasangan baru tersebut.


Agam yang disindir terus berjalan tanpa mempedulikan kedua sepupunya, sedangkan Baby hanya bisa mengikuti langkah suaminya dan langsung duduk tepat di samping Agam.


"Sudah-sudah jangan menganggu kakak dan kakak ipar ku!" Cleo menatap pada Boy dan Mars bergantian.


Membuat Baby tersenyum bahagia karena Cleo membelanya, ia berjanji akan menjadi kakak ipar yang baik bagi wanita itu saat nanti mereka tinggal satu atap di mansion Mateo.


"Kalian lupa? Mereka itu saudara kita, yang pria kakak ku dan yang wanita sepupuku. Ups salah kakak ipar ku," Cleo berucap dengan tawa dibibirnya, dan semua orang yang ada di ruangan ikut tertawa. "Lucu sekali bukan? Adik sepupuku adalah kakak ipar ku," selorohnya dengan tertawa geli, mengingat kakaknya menikah dengan sepupunya sendiri.


"Oh My god, aku tarik ucapanku yang tadi. Lihat saja nanti saat kau sudah ada di Jakarta, aku akan..." Baby meremas kedua tangannya, ia kesal saat mengetahui adik iparnya itu tenyata sama saja dengan kakak dan sepupunya yang lain. "A kenapa kau diam saja?" bisik Baby karena suaminya itu tidak membalas sindiran mereka.


"Apa?" pekik Baby hingga membuat semua orang menatap kearahnya, dan mau tidak mau ia pun tersenyum kaku untuk menutupi kekesalannya karena Agam menyuruhnya pindah duduk di samping Mom Luna.


"Wah kalian itu begitu romantis, bahkan berbicara saja kalian bisik-bisik" Cleo kembali menggoda kakaknya, ia sengaja melakukan hal itu karena sebentar lagi dirinya akan menjadi sasaran kemarahan dari seorang Agam Mateo, karena penampilannya yang sexy ditambah mengajak Peter ke acara keluarga besar mereka. "Aku jadi berpikir untuk menikah dengan sepupuku saja, apalagi ada Lou dan Lio yang sangat tampan." Ia menatap kedua sepupunya yang terlihat menggiurkan dengan tubuh kekar dan berotot yang dimiliki keduanya, untung saja Peter sudah pulang sehingga ia bisa dengan santai menikmati ketampanan kedua sepupunya itu.


"Cleo!" Mini menatap tajam pada putrinya, sedangkan yang lainnya hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat Cleo yang menatap Lio dan Lou dengan tatapan menggoda.


"Kenapa mom? Aku benar bukan? Mereka berdua tampan," Cleo mengerlingkan matanya pada kedua sepupunya.


Membuat Lio dan Lou saling berpandangan lalu tersenyum geli, sedangkan Hera dan Iris bergidik ngeri melihat tatapan saudara perempuannya.


"Sudah-sudah kalian ini!" Dafa menghentikan pembicaraan yang menurutnya sudah tidak bermutu.


Mereka pun kembali berbincang menanyakan kabar dan perkembangan perusahaan yang dimiliki oleh masing-masing, tapi tetap di selingi dengan menggoda Baby dan Agam. Alhasil selama perbicangan tersebut pasangan pengantin baru itu menjadi bulan-bulanan seluruh keluarga besar mereka.