Love You A

Love You A
Part 82


Setelah selesai sarapan pagi di mansion utama, Baby pun mau tidak mau ikut bersama Agam untuk pulang ke mansion Mateo. Dan selama diperjalanan menuju mansion suaminya, Agam tampak sibuk dengan ponsel yang ada ditangannya sambil sekali-sekali mengangkat panggilan dari asisten pribadinya, karena terdengar saat pria itu memangil nama Jonathan ketika berbicara.


"Kak kenapa kita ke kantormu?" tanya Baby saat menyadari jalan yang mereka lalui ternyata menuju perusahaan suaminya.


"Kita tidak ada waktu untuk pulang ke Mansion," jawab Agam setelah menutup sambungan ponselnya.


Setelah sampai di perusahaan Dimitri. Corp, Agam segera masuk kedalam ruangannya untuk mengambil apa yang dibutuhkan untuk menghadiri pertemuan dengan klien pentingnya. Dan sebelum pergi Agam menyuruh Baby untuk menunggu di ruang kerjanya sampai ia kembali.


"Apa yang harus aku lakukan di ruangan ini?" Baby menatap ke sekeliling ruangan setelah lima belas menit suaminya pergi bersama Jonathan, ia menatap satu persatu isi di ruangan tersebut terutama meja kerja pria itu dan melihat foto yang terpajang di meja tersebut yang merupakan foto keluarga besar Mateo, dimana ada foto ketiga sepupunya yang merupakan adik Agam bersama dengan Uncle David dan Aunty Mini.


"Kenapa tidak ada fotoku?" Baby menghela napasnya dengan kasar, ia pun menatap ke seluruh meja kerja Agam dan keningnya berkerut saat melihat benda pipih berwarna hitam yang tidak lain dan tidak bukan ponsel milik suaminya. "Kenapa bisa ketinggalan?" Baby menekan layar ponsel tersebut hendak membukanya untuk menghubungi Jonathan, namun ponsel milik Agam tenyata dikunci hingga ia tidak bisa menggunakan ponsel tersebut.


Karena tahu ponsel itu begitu penting bagi Agam, ia pun keluar dari ruangan dan meminta salah satu karyawan di sana untuk menghubungi nomer Jonathan, karena ia tidak menyimpan nomer asisten pribadi suaminya itu di ponsel barunya. Tak berselang lama ponsel Agam yang ada ditangan Baby berbunyi, dan ia pun segera mengangkatnya setelah melihat nama Jonathan tertera di ponsel tersebut. Setelah berbicara dan menutup panggilan dari Jonathan, Baby pun segera menuju lift untuk turun ke lantai satu, karena di sana sudah ada supir kantor yang akan membawanya menuju tempat dimana suaminya berada.


*


*


"Terima kasih Nyonya," Jonathan mengambil ponsel milik tuannya dari tangan Baby.


"Tuan ada di ruang pertemuan, beliau menyuruh Anda untuk menunggu di sini." Terang Jonathan.


"Baiklah aku akan menunggu," Baby pun duduk di ruangan tersebut yang merupakan restaurant yang ada di lantai satu hotel tempat pertemuan Agam dan klien nya.


Sambil menunggu ia pun memesan minuman seraya menghubungi Mom Luna, untuk menanyakan kabar Mommy nya yang saat ini ada di luar negeri menemani Dad Dafa.


"Baby ini benar kau?"


Baby yang sedang menengguk minumannya, langsung menyemburkan air yang ada di dalam mulut saat melihat sosok pria yang berdiri di hadapannya.


"Sky..." Baby tidak pernah menyangka akan bertemu pria itu di tempat tersebut, terlebih ia tidak tahu harus bersikap bagaimana pada Sky setelah kejadian kemarin siang saat pria itu mencium bibirnya walaupun hanya sekilas.


"Kebetulan sekali kita bertemu di tempat ini," Sky duduk di kursi yang ada di samping Baby. "Dan aku rasa kita berjodoh karena sering bertemu di tempat yang tidak kita duga." Selorohnya sambil tertawa.


Sementara Baby hanya tersenyum kaku tanpa tahu harus mengatakan apa. "Sky wajah mu kenapa?" tanya nya saat menyadari ada beberapa luka lebam di wajah pria itu.