Love You A

Love You A
Part 131


"Dok anakku sudah lahir."


Dokter yang memang sudah bersiap dengan perlengkapannya, saat diberitahu oleh nyonya Luna dan Tuan Dafa yang saat ini berada di luar mobil. Segera melakukan tindakan untuk menyelamatkan ibu dan anak tersebut.


"Tuan, silahkan Anda keluar dulu!" ucap dokter.


Agam pun segera keluar dari dalam mobil dengan kaki yang bergetar hebat, tidak lupa ia eratkan handuk di pinggangnya agar tidak terjatuh. Agam juga tidak peduli saat semua orang yang ada di tempat itu menatap dirinya dengan tatapan yang aneh, termasuk ibu dan ayah mertuanya yang terlihat terkejut.


"A kau?" Luna yang ingin bertanya keadaan putri dan cucunya, begitu terkejut saat melihat penampilan Agam yang hanya mengenakan handuk. Dan belum reda keterkejutan, kini Luna kembali terkejut saat perawat membawa sosok mungil keluar dari dalam mobil. "Oh my God, itu cucu kita," Luna menyuruh Dafa untuk menyusul cucu mereka yang dibawa oleh perawat, karena melihat Agam hanya diam saja dan terlihat shock.


Dan kini Luna ikut berjalan di samping Baby yang sudah di pindah ke atas brankar. Dapat ia lihat putrinya yang kesakitan dan terlihat lemah sedang berjuang untuk melahirkan kembali.


"A..." Baby yang melihat Agam hanya diam saja, ingin menggapai tangan suaminya itu.


"I-iya sayang," Agam hendak berlari mengejar Baby dan bayi mereka yang sudah dibawa oleh perawat, namun tiba-tiba saja pandangan matanya begitu gelap dan di detik berikutnya dia tidak melihat apa pun lagi disekitarnya.


"Tuan.. Tuan... " sang supir mengguncang tubuh tuan Agam yang terjatuh di lantai. "Ya ampun Tuan, Anda terlihat begitu dingin dan berwibawa. Tapi Anda pingsan saat melihat istri sendiri melahirkan," supir itu meminta perawat untuk menggotong tuannya, dan tidak lupa menyelamatkan aset berharga tuannya, dengan mengencangkan handuk di pinggang pria itu.


Beberapa menit kemudian.


"Dimana Baby? Bagaimana keadaan Baby dan twin?" tanya Agam sambil turun dari atas ranjang, saat melihat Dad Dafa yang berdiri tidak jauh darinya.


"Kau jangan khawatir, Baby dan twin baik-baik saja." Jawab Dafa dengan datar lalu menghela napasnya dengan kasar.


"Aku ingin melihat mereka," Agam berjalan hendak keluar dari kamar rawat tersebut.


"Twin ada di ruang NICU, dan Baby masih beristirahat di ruangannya." Dafa berjalan melewati menantunya, karena ingin menunjukkan dimana ruang rawat putrinya.


Dan Agam pun bergegas menyusul langkah ayah mertuanya, karena ingin segera melihat Baby, baru kemudian melihat keadaan twin.


"Baby..." Agam berjalan mendekat dan langsung memeluk istrinya yang tengah berbaring di atas ranjang.


"A..." Baby membalas pelukan suaminya, suami yang sejak tadi dicari dan ditunggunya. "Kau jahat A, kau tidak menemani aku." Ia menangis karena merasa bahagia dan juga kesal secara bersamaan. Bahagia karena kini dia sudah berhasil melahirkan twin, dan kesal karena suaminya tidak mendampingi di saat melahirkan Bayi perempuan mereka.


"Maafkan aku, aku tadi—"


"Suamimu itu pingsan karena dia kedinginan. Bagaimana tidak dingin kalau datang kemari hanya mengenakan handuk." Sahut Luna dengan mencibir. Dia sengaja melakukan itu karena merasa kesal pada Agam yang pingsan, dan berakibat pada tangannya yang luka-luka karena dicakar oleh Baby saat menemani putrinya melahirkan.