
"A..." pekik Baby dengan terkejut, saat Agam tiba-tiba mengecup bibirnya setelah mengusap perutnya yang masih datar. Bukan karena kecupan yang membuat Baby terkejut, tapi kecupan itu dilakukan di depan seluruh keluarga besar mereka yang ada di taman belakang mansion Graham.
"Kenapa?" tanya Agam sembari mengusap bibir Baby yang basah karena perbuatannya. "Apa kau malu?"
Baby menggelengkan kepalanya, lalu dengan cepat membalas kecupan Agam dengan sebuah sapuan lembut dibibir pria nya. Hingga terjadilah saling ******* antara kedua bibir itu dengan disaksikan oleh keluarga besar mereka.
"Hei...!" Jupiter menarik ujung pakaian kak Baby, hingga membuat tautan bibir suami istri itu terlepas. "Kalian ini tidak tahu tempat! Di sini ada anak kecil." Ketus Jupiter dengan tangan yang berkacak pinggang.
Membuat semua orang yang ada di tempat itu tertawa, termasuk Baby dan Agam.
"Kalian berdua pulang saja! Dan masuk kamar! Dari pada di sini dan membuat kami mual," seru Boy dengan terkekeh geli melihat bagaimana adiknya berciuman dengan sepupunya sendiri, walaupun status itu sudah berganti menjadi suami adiknya.
"B...!" Tita menatap suaminya dengan tajam.
"Kenapa sayang? Apa kau juga ingin kita pulang dan—" ucapannya terhenti saat tangan Tita mendarat dengan sempurna di atas lengannya secara bertubi-tubi. "Aw.. aw.. sakit sayang." Protes Boy.
Dan sontak saja semuanya kembali tertawa, saat melihat bagaimana sang mantan casanova tidak berdaya di tangan istrinya.
"Ada apa ini?" tanya Mars yang berjalan bersama Kejora. Bersama istrinya yang tengah menggendong Baby Galaxy, putra pertama mereka yang baru berusia satu bulan.
"Gala..." Baby segera berjalan menuju Kejora begitu pun dengan Tita. Mereka berdua ingin melihat wajah keponakannya itu. "Wah tampan sekali," puji Baby.
"Oh tentu saja, kau tidak lihat Daddy nya siapa?" Mars menunjuk dirinya sendiri.
Dengan refleks Baby menganggukkan kepalanya tanda setuju. "Aku ingin anakku nanti tampan seperti Galaxy."
"A jangan mulai deh," sindir Baby yang masih merasa kesal dengan kejadian beberapa hari yang lalu, dimana mereka bertengkar hebat hanya karena Baby menginginkan wajah anaknya kelak mirip dengan aktor Korea kesayangannya. Dan sekarang Agam kembali marah, hanya karena perkataannya yang menginginkan Bayi mereka kelak mirip dengan Galaxy.
Agam yang disindir hanya bisa menghela napasnya dengan kasar.
"Tapi benar yang dikatakan Baby, Gala memang sangat tampan," sahut Tita yang ikut menatap Baby Galaxy sembari mengusap perutnya yang terlihat buncit.
"Nah kalian dengar bukan? Mereka mengatakan Baby Galaxy tampan dan itu artinya mereka mengakui ketampanan ku juga." Sahut Mars dengan penuh percaya diri.
"Ya.. ya terserah kau saja." Boy memilih tidak mempedulikan perkataan Mars.
Sementara Agam hanya diam dengan raut wajah penuh kekecewaan, karena sudah dua kali Baby menginginkan anak mereka kelak berwajah seperti orang lain dan bukan dirinya. Padahal jelas-jelas anak yang ada di perut Baby miliknya, dan seharusnya mirip dengan dirinya yang bisa dikatakan sangat tampan.
"A kau kenapa?" tanya Baby saat melihat Agam yang melamun, sampai tidak mendengar perkataannya yang meminta ijin pada pria itu untuk mengobrol bersama Kejora dan Tita.
"Aku tidak apa-apa," jawab Agam dengan singkat sembari meninggalkan Baby di tempat tersebut.
"Dia kenapa?" Baby yang bingung memilih tidak mempedulikan Agam, karena sedang ditunggu Kejora dan Tita. Mereka bertiga ingin membahas masalah seputar kehamilan dan melahirkan.
Tak terasa waktu pun berlalu, acara di kediaman keluarga besar Graham selesai dan satu persatu tamu undangan pulang termasuk Baby dan Agam. Dan di sepanjang perjalanan mereka menuju mansion Mateo, tidak ada satu pun dari keduanya berbicara.
Karena baik Agam dan Baby tenggelam dengan pikirannya masing-masing. Agam yang masih memikirkan kenapa Baby lebih tertarik wajah anak mereka seperti orang lain, dan Baby yang memikirkan bagaimana sakitnya saat melahirkan seperti yang dikatakan Kejora saat mereka berkumpul tadi.