Love You A

Love You A
Bab 42


"Baby sepertinya mengalami kecelakaan." Ucap David.


Deg.


Agam terdiam dengan rasa khawatir yang mulai memasuki relung hatinya, pantas saja sejak tadi ia tidak melihat keberadaan gadis itu dan ternyata Baby dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Dan sekelebat perkataan gadis itu beberapa waktu yang lalu kembali berputar di benaknya.


...A seandainya aku kecelakaan di saat hari pernikahanmu, apa kau akan tetap melanjutkan pernikahan itu dan tidak mempedulikan aku?...


Semua kalimat itu terus mengusik relung hatinya dan tanpa sadar langkahnya menjauh dari tempat tersebut.


"Baby kecelakaan? Bagaimana bisa?" Mini yang ikut terkejut ingin rasanya menyusul Luna, tapi tidak mungkin ia lakukan karena acara penting bagi putranya belum selesai.


"Tuan David sebaiknya acara segera di mulai, karena para tamu undangan sudah menunggu." Ucap tuan Bernade pada akhirnya karena melihat para tamu undangan yang berbisik-bisik.


"Ya Anda benar." David mengajak Agam dan istrinya untuk kembali ketempat mereka, bukan karena ia tidak cemas dengan keadaan Baby tapi David ingin acara mereka cepat selesai, dan bisa menyusul Dafa untuk mencari tahu keadaan keponakannya.


"A kau mau kemana?" tanya Cindy saat melihat pria itu justru berjalan menuju pintu keluar.


Agam tidak menjawab pertanyaan Cindy, ia terus berjalan tanpa mempedulikan semua orang yang memanggilnya


"A tunggu!" Cindy yang berhasil mengejar langkah Agam kini berdiri di hadapan pria itu. "Jika kau pergi dari tempat ini aku pastikan kau akan menyesalinya!" Ancam Cindy karena tidak ingin kehilangan pria yang sangat ia cintai. Sudah bertahun-tahun lamanya Cindy menunggu momen ini, momen dimana dirinya akan bersatu dengan Agam dalam sebuah ikatan tali pernikahan, dan tidak akan ia biarkan semuanya hancur hanya karena Agam pergi begitu saja meninggalkan dirinya.


"Maaf."


"A..." David yang marah melihat putranya pergi begitu saja meninggalkan Cindy, ingin mengejar dan menghentikan tindakan gila Agam.


"Biarkan A pergi." Pinta Mini sembari menahan langkah suaminya.


"Tapi sayang putra kita? Pernikahan ini?"


"Please." Mini menatap David penuh dengan permohonan.


Membuat David menghentikan langkahnya walaupun ia tidak mengerti kenapa Mini melarangnya menyusul Agam, tapi ia tetap menuruti keinginan istrinya itu saat kata tolong terucap dari bibir Mini.


"Aku butuh sebuah penjelasan Mini Richard." Bisik David. Lalu ia berdeham dengan keras, untuk bersiap menghadapi calon besannya yang terlihat sangat marah dengan kekacauan yang dibuat oleh putranya.


Dan benar saja, baru saja David ingin meminta maaf atas nama Agam ia sudah lebih dulu terkena amukan dari tuan Bernade. David pun hanya diam menerima semua amarah dari calon besannya itu, bukan karena ia tidak berani untuk melawan. Tapi David memaklumi semua kemarahan tuan Bernade karena putri mereka menangis karena ulah putranya.


"Ya Tuhan, dulu aku selalu meninggalkan semua wanitaku saat mendapatkan wanita baru. Tapi yang dilakukan oleh Agam lebih parah, dia meninggalkan calon istrinya dan mempermalukan nama keluarga besar Mateo." Gumam David dalam hati.


Sementara itu Agam yang sudah berada di dalam mobilnya, mengendarai kendaraannya dengan kecepatan penuh. Ia tidak mempedulikan keselamatannya sendiri dengan menyalip satu persatu kendaraan yang ada di depannya.


"Baby kau harus baik-baik saja, aku akan merasa bersalah kalau sampai terjadi sesuatu padamu." Agam ingat betul dengan percakapan mereka kemarin malam, dimana dirinya meminta Baby untuk datang ke acara pernikahannya. Dan saat ini ia benar-benar menyesali perbuatannya yang memaksa gadis itu untuk datang.