Love You A

Love You A
Part 69


"Kak kau brengsek!" umpat Baby saat tautan bibir mereka terlepas, tangannya tidak sempat untuk menampar pria yang ada di atas tubuhnya, karena sibuk untuk menutup kedua miliknya yang terbuka tanpa penutup sama sekali.


Agam hanya diam saja mendengar umpatan Baby, matanya terus menatap dengan intens wajah gadis yang ada dibawahnya untuk memastikan sesuatu. Dan kini setelah menemukan jawabannya ia pun tersenyum, lalu memeluk tubuh mungil itu ke dalam dekapannya.


"Lepaskan kak! Kau brengsek, bajingan, kau sudah keterlaluan dengan melecehkan adik sepupumu sendiri. Dan aku akan laporkan perbuatanmu ini pada Mom dan Dad." Semua umpatan kasar Baby keluarkan tanpa titik dan koma, seraya berusaha melepaskan pelukan Agam.


"Dasar gadis bodoh!" Agam mengurai pelukannya sambil mengusap wajah Baby yang terlihat marah. "Kau lupa kita sudah menikah? Itu artinya aku boleh melakukan apa pun pada tubuh ini." Ia menarik tangan Baby yang sedang menutup sesuatu yang sangat ingin ia lihat, dan dengan sedikit paksaan akhirnya Agam bisa melihat kedua aset milik Baby yang sempat ia remas tadi.


"Kak tunggu, kau mau apa?" Baby ketakutan saat wajah Agam semakin mendekat kearah dadanya. "Hentikan.. hentikan...!" teriak Baby dan dengan sekuat tenaga dan reflek membenturkan kepalanya pada kepala Agam, hingga membuat mereka berdua meringis kesakitan.


"Oh ****!" Agam mengusap keningnya yang terasa berdenyut karena perbuatan Baby, gairahnya yang begitu menggebu kini lenyap berganti dengan rasa sakit di kepalanya. "Apa yang kau lakukan, hah!" Agam menatap tajam gadis dibawahnya.


"Apa yang aku lakukan? Justru aku yang harusnya bertanya apa yang ingin kau lakukan?" Baby mengusap keningnya yang juga terasa sakit, karena membenturkan kepalanya dengan penuh tenaga. "Awas!" Baby mendorong dada bidang Agam hingga pria itu terduduk di ranjang, ia pun langsung mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya. "Jangan pernah berpikiran macam-macam! Sekalipun kita suami istri tapi aku tidak mencintaimu, dan kau pun tidak mencintai aku bukan?" ucap Baby dengan ketus dan sedikit merinding saat membayangkan kejadian tadi, saat wajah Agam mendekat ke arah dadanya.


"Yakin kau tidak mencintaiku?" Agam menatap intens gadis yang duduk di sampingnya.


"Tentu saja, walaupun aku lupa ingatan tapi aku sangat yakin tidak akan pernah jatuh cinta pada sepupuku sendiri."


Baby menganggukkan kepalanya dengan sangat yakin.


"Mau aku buktikan kau mencintaiku?" Agam menarik tekuk Baby.


"Ti-tidak perlu." Baby berusaha menjauhkan wajahnya, karena wajah mereka sangat dekat bahkan kedua hidung mereka saling bersentuhan.


"Kenapa? Kau takut?" Agam menempelkan bibirnya di atas bibir Baby, hanya sekedar menempel tidak lebih.


"Aku tidak takut." Ucap Baby dengan sedikit terbata-bata karena bibirnya tidak leluasa untuk berbicara.


"Baiklah kita buktikan sekarang!" Agam mengecup bibir gadis di hadapannya, menyesap dengan perlahan hingga ciuman itu berubah menjadi sebuah ******* penuh gairah. Digigitnya bibir bawah gadis itu yang sejak tadi hanya diam saja tidak membalas ciumannya, dan saat bibir itu terbuka dengan cepat Agam memasukkan lidahnya, menyesap isi di dalamnya hingga saling bertukar saliva saat Baby membalas ciuman darinya. "Bagaimana apa jantungmu berdetak dengan cepat?" Bisik Agam setelah melepaskan ciumannya.


"Aku..." Baby menyentuh debaran jantungnya yang berdetak dengan cepat, hingga tanpa sadar ia melepaskan genggaman pada selimutnya, hingga membuat selimut itu jatuh dan menampakkan kedua aset miliknya.


Membuat Agam harus kembali menelan salivanya dengan susah payah, saat junior miliknya kembali menegang hanya karena ciuman yang mereka lakukan, ditambah dengan pemandangan yang ada dihadapannya. Ia menarik satu sudut bibirnya saat melihat Baby yang masih belum sadar bagian atasnya terbuka, dan tanpa banyak berkata Agam menunduk dan langsung mendaratkan bibirnya ke salah satu aset milik Baby yang terlihat menantang di matanya.