Love You A

Love You A
Part 107


Saat ini Agam berada di dalam mobilnya bersama Baby yang sejak tadi tidak bisa diam dan selalu berbicara melantur, kadang istrinya itu tertawa dan kadang marah-marah. Dan yang bisa ia lakukan hanyalah menahan amarahnya, sembari menunggu Alex yang sedang memeriksa CCTV di dalam club.


"A kau tahu tidak? Aku begitu mencintaimu." Baby menepuk pipi Agam sembari tertawa. "Aku bahkan sampai kecelakaan dan sempat kehilangan ingatan hanya karena dirimu." Ujar Baby dengan mimik wajah yang sedih.


Agam yang mendengar celotehan Baby hanya bisa terdiam, karena merasa sesak dan sakit saat mengingat kejadian tersebut. Dimana nyawa wanita yang sangat ia cintai itu hampir tiada gara-gara dirinya.


"Tapi kenapa kau begitu menyebalkan? Kau hanya hangat dan romantis jika kita berada diatas ranjang, tapi jika di luar kamar kau bersikap sangat dingin." Baby mulai menangis tersedu-sedu, sembari mengusap ingusnya yang keluar pada kemeja yang dikenakan Agam.


"Baby apa yang kau lakukan?" Agam mendorong istrinya dengan perlahan, lalu menatap kemejanya yang dipenuhi oleh ingus dan air mata istrinya.


Dengan cepat Agam mengambil tisu untuk membersihkan bekas ingus yang menempel dipakainya, sembari menahan Baby yang terus mendekat. Di saat Agam tengah fokus membersihkan pakaiannya, Baby justru terlihat sedang menahan rasa mual yang tiba-tiba dirasakannya. Wanita itu bahkan sampai menutup mulutnya dengan tangan, saat sesuatu dari dalam perutnya memaksa untuk keluar.


Uhoek.


Gerakkan tangan Agam yang sedang membersihkan pakaian langsung terhenti, saat Baby kembali mengotori pakaiannya bahkan kini mengenai celana yang dikenakannya.


"Baby Arbeto!" teriak Agam dengan penuh emosi, sementara istrinya hanya tersenyum tanpa rasa bersalah sedikitpun sudah muntah di pakaiannya.


"Kau itu berisik sekali A!" gerutu Baby.


"Ck, begitu saja kau marah. Tinggal dibersihkan saja, bereskan?" Baby tertawa sembari menyadarkan kepalanya yang terasa berat, lalu memejamkan kedua matanya.


Agam yang ingin marah pada istrinya, mengurungkan niat tersebut saat melihat wajah Baby yang tertidur dengan tenang. Amarah yang ada di hatinya seketika itu juga menghilang berganti dengan rasa bersalah, saat teringat perkataan Baby yang begitu menginginkan dirinya bersikap romantis dan hangat tidak hanya di atas ranjang.


"Aku mencintaimu Baby Arbeto, meskipun tidak bisa bersikap romantis dan hangat di depan orang lain." Agam mengusap wajah Baby lalu mengecup kening istrinya itu dengan lembut. Setelah itu membersihkan bekas muntah yang menempel di pakaian dan celananya, sembari menunggu kedatangan Alex.


Sementara itu Alex yang sudah memeriksa rekaman CCTV, segera kembali ke mobil tuan Agam untuk memberikan hasil yang didapatnya.


"Bagaimana?" tanya Agam saat Alex membuka pintu mobilnya.


"Maaf Tuan, ini bau apa?" Alex balik bertanya saat mencium bau tidak sedap saat pintu mobil terbuka.


Agam menghela napasnya dengan kasar. "Jangan banyak bertanya dan jawab pertanyaanku tadi!"


"Ma-maaf Tuan," Alex menundukkan kepalanya, lalu mulai menjelaskan apa yang didapatnya dari kamera CCTV yang diperiksanya tadi. "Nona Cleo ternyata bersekongkol bersama teman-temannya, saat aku keluar membawa Nona Baby beliau pun ikut keluar dari pintu belakang, dan langsung masuk ke dalam mobil temannya. Itu sebabnya saat aku mencari Nona Cleo di dalam, dia sudah tidak ada dan hanya ada teman-temannya saja." Terang Alex masih dengan kepala tertunduk.