Love You A

Love You A
Part 118


Kini Agam, Baby, dan juga Cindy duduk di restoran yang ada di hotel tersebut. Ya, seseorang yang dikenal mereka berdua adalah Cindy Bernade wanita yang hampir menjadi istri Agam Mateo.


"Bagaimana kabarmu?" Cindy memberikan diri untuk bertanya lebih dulu pada Agam, karena jujur ia begitu merindukan pria itu.


Tadinya Cindy pikir bekerjasama dengan perusahaan Agam bisa membuatnya kembali mendapatkan pria itu, atau setidaknya mereka bisa sering bertemu hanya untuk sekedar melepas rasa rindu di hati. Tapi sayangnya Agam justru menyerahkan proyek kerjasama mereka di tangan Jonathan, yang akhirnya membuat Cindy tidak bisa bertemu kembali dengan Agam Mateo.


Dan semua itu semakin membulatkan tekad Cindy untuk melupakan pria itu, terlebih pembicaraan terakhir dengan Mommy nya membuat Cindy menyadari obsesinya untuk mendapatkan Agam justru merusak dirinya sendiri. Dan mau tidak mau Cindy pun memutuskan untuk melepaskan Agam meskipun sampai detik ini hatinya masih mencintai pria itu.


"Kabarku baik," jawab Agam dengan singkat.


"Baby bagaimana denganmu?" kini Cindy menatap pada wanita yang dulu sangat dibencinya, bahkan mungkin sampai detik ini.


"Aku baik," Baby menatap Cindy dengan tersenyum lega. Karena kini ia bisa melihat wajah cantik itu lebih berwarna dari terakhir kali mereka bertemu, dan Baby harap itu ada kaitannya dengan seorang pria yang tadi bersama dengan Cindy. "Tadi kau dengan..."


"Dia Tuan Niko, salah satu klien perusahaan kami."


"Oh, aku pikir..."


"Kau pikir dia kekasihku?" Cindy tersenyum tipis. "Aku tidak mungkin mempunyai kekasih, di saat hatiku masih menyimpan dan mengharapkan pria lain." Ia menatap Agam dengan intens, dan semua itu di saksikan dengan jelas oleh Baby.


"Tapi jika pria itu sudah mempunyai istri, tidak seharusnya kau mengharapkan lagi?" sindir Baby dengan sinis, karena entah mengapa ia tidak suka saat Cindy menatap Agam seperti itu. Padahal sebelum-sebelumnya Baby tidak pernah kasar pada Cindy, mengingat dia lah yang telah menyakiti wanita itu dengan sangat dalam.


"Berharap pada sesuatu itu tidak salah bukan? Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya? Siapa tahu sesuatu yang sudah di ambil dari kita, bisa kembali dan menjadi milik kita lagi." Cindy balas menyindir Baby, dan dia bahagia saat melihat wanita itu mulai terbakar emosi meski sejujurnya tidak ada niatan untuknya membuat Baby marah. "Oh ya A, kau jangan lupa untuk datang ke pesta ulang tahun perusahaan kami." Cindy mengalihkan kembali tatapan matanya pada Agam, menatap pria itu dengan intens untuk ia rekam sebagai kenang-kenangan sebelum menghapus total dari hatinya.


Agam yang sejak tadi diam langsung menganggukkan kepalanya. "Aku pasti datang."


Cindy tersenyum lalu mengambil tasnya yang ada di samping kursi. "Baiklah aku harus pergi, sampai bertemu lagi." Cindy mengulurkan tangannya pada Agam, dan setelahnya berganti mengulurkan tangan pada Baby. "Aku akan selalu menunggu A, jadi jaga dia baik-baik." Bisiknya dengan menahan tawa saat melihat kemarahan di wajah wanita itu. Ia berjalan keluar dari hotel dengan perasaan bahagia karena sudah berhasil membuat seorang Baby Arbeto marah. "Aku hanya bercanda, tapi jika Tuhan memang menakdirkan A kembali untukku. Maka dengan senang hati aku akan menerimanya." gumam Cindy dalam hati.


"Lebih baik kita pulang!" Baby yang memulai pembicaraan mereka.


"Kenapa?" tanya Agam.


"Aku malas," karena sejujurnya Baby sudah tidak berselera untuk menikmati percintaan panas mereka setelah pertemuannya dengan Cindy. Hatinya terasa terbakar api cemburu hanya karena Cindy menatap Agam dengan intens, apalagi saat mendengar Agam mengatakan akan datang di pesta perusahaan Cindy.


"Baiklah jika itu mau mu," Agam menekan tombol lantai bawah.


Dan sontak saja apa yang dilakukan Agam membuat hati Baby semakin kesal, karena dengan mudahnya Agam setuju dan itu berarti suaminya juga tidak mau bercinta dengannya.


"Kenapa?" Agam kembali bertanya saat Baby menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.


"Kau menyebalkan!" umpat Baby sembari keluar dari dalam lift, karena bertepatan dengan pintu yang terbuka.


"Dia kenapa lagi?" Agam menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sungguh dia tidak mengerti kenapa Baby marah. Padahal Agam sudah mengabulkan keinginan wanita itu, meski dirinya ingin sekali menghabiskan malam mereka di kamar hotel yang sudah dipesannya.


🍃 Promosi


...Yuk ah mampir di novel terbaru Mom yang sudah terbit dengan judul...


... Deal, Kita Menikah!...



Klik di tanda pencarian atau klik di profil Mommy tree 😊 Mom tunggu kehadiran nya ya🤗 jangan lupa like, vote, poin, dan tinggalkan komentar kalian. Dukung terus semua Novel Mommy tree, dukungan kalian sangat berarti untuk Mom 💕 dan jangan ketinggalan di tanggal 17 Maret Mom mau mengadakan Give Away khusus untuk pembaca setia Mom, jadi stay terus di novel Mommy ya😘