Love You A

Love You A
Part 66


Di sepanjang perjalanan menuju mansion utama, Baby dan Sky asik bertukar cerita dengan diiringi tawa dari ke-duanya.


"Kau tahu? Aku merasa bahagia kau hilang ingatan." Ucap Sky sembari menengok sekilas pada gadis yang duduk disampingnya.


"Oh.. jadi kau suka kalau aku kecelakaan?" Baby mendelik tajam pada Sky yang terlihat tertawa.


"Bukan seperti itu," Sky terkekeh geli. "Aku bersyukur karena akhirnya mempunyai kesempatan untuk membuatmu jatuh cinta." Terang Sky.


"Maksudmu?" Baby mengerutkan keningnya.


"Oh ya aku lupa kau hilang ingatan." Sky pun bercerita bahwa ia pernah menyatakan perasaan cintanya pada Baby, tapi berujung penolakan karena gadis itu mencintai pria lain yaitu Agam Mateo.


"Kau pasti bercanda? Aku menolak pria tampan sepertimu karena mencintai kak A?" tanya Baby dengan wajah tak percaya diiringi tawa dari bibirnya.


"Kau tidak percaya?"


Baby menggelengkan kepalanya. "Aku pun tak percaya kau mencintaiku."


"Hei aku serius, aku mencintaimu Baby Arbeto." Sky menatap sekilas pada Baby lalu kembali fokus pada jalanan yang ada di depannya.


"Sudah-sudah jangan diteruskan lagi, bisa-bisa perutku sakit karena terus tertawa." Baby mengusap sudut matanya yang keluar air mata karena terus tertawa.


"Tapi Baby, aku—"


"Sky..." Baby menatap tajam sembari menggelengkan kepalanya.


"Baby tunggu!" Sky menahan lengan gadisnya yang hendak masuk ke dalam gerbang.


"Ya, kenapa Sky?"


"Aku..." Sky mendekatkan wajahnya pada wajah Baby, dan secepat kilat mendaratkan kecupan dibibir gadis itu.


Membuat Baby terkejut hingga tidak tahu harus berbuat apa, karena pinggangnya dicengkeram dengan erat oleh Sky.


"Maaf aku tidak bermaksud lancang, tapi ini bukti bahwa aku mencintaimu." Sky menyentuh bibir Baby yang basah dengan jarinya. Sejak di dalam mobil ia ingin sekali mencium bibir gadis itu, yang tidak percaya dengan perkataannya yang begitu mencintai Baby dengan setulus hati. "Sekali lagi aku minta maaf." Ucap Sky saat melihat gadis itu hanya diam saja.


Baby yang baru tersadar dengan apa yang terjadi, langsung berlari masuk menuju gerbang tanpa menjawab perkataan maaf dari Sky. Dan Sky pun hanya bisa menatap punggung Baby dengan perasaan campur aduk. Senang karena akhirnya ia bisa merasakan manisnya bibir gadis itu, dan sedih karena gadis itu tidak menjawab permintaan maafnya


*


*


Sementara itu di tempat yang tidak jauh dari mobil milik Sky, tampak seorang pria yang terlihat begitu marah melihat apa yang terjadi di depan matanya. Wajah pria itu memerah dengan rahang yang mengeras, dan sorot mata yang tajam saat melihat gadisnya di cium oleh pria lain. "Brengsek!" umpatnya. Ia pun segera mengambil ponselnya dan mengirimkan foto Sky pada Alex, memerintahkan anak buahnya itu untuk membawa Sky ke markas besar Delta, karena ingin memberikan hukuman bagi pria itu yang sudah berani menyentuh istrinya.


Ya, mobil yang sejak tadi mengikuti mobil Sky adalah mobil milik Agam. Ia yang hendak mencari Baby melihat gadis itu berdiri dipinggir jalan, dan saat mobilnya hendak mendekat tiba-tiba saja ada mobil mewah yang lebih dulu berhenti di depan Baby. Ia pun akhirnya berinisiatif untuk mengikuti mobil yang ditumpangi keduanya, tanpa menyangka akan melihat pemandangan yang begitu membuatnya marah.


"Baby Arbeto." Agam mengepalkan kedua tangannya, seraya menyuruh sang supir untuk masuk ke dalam mansion utama. Ia ingin memberikan sedikit hukuman pada Baby yang terlihat diam saja saat Sky mencium bibirnya.