
Beberapa hari kemudian.
Brak.
Agam menaruh berkas di atas meja tepat di depan adiknya. "Di dalam berkas itu ada data calon suamimu, dan besok kalian akan bertemu di tempat yang sudah aku tentukan."
Cleo mengambil berkas tersebut lalu tanpa melihat isi di dalamnya, ia membuangnya begitu saja ke atas lantai. "Sudah aku katakan bukan, aku tidak mau menikah!"
Agam menghela napasnya agar tidak tersulut emosi dengan sikap adiknya, karena ia tidak ingin sampai bersikap kasar pada seorang wanita terlebih wanita itu adalah adik kandungnya sendiri.
"Sepertinya aku sudah terlalu memanjakanmu, sampai kau berani bersikap seperti itu!" Agam berkata dengan suara beratnya.
"Maaf..." lirih Cleo dengan menundukkan kepalanya.
"Kata maaf mu tidak akan merubah apapun! Mau tidak mau kau harus menikah dengan pria pilihan orang tua kita!"
"Aku bilang aku tidak mau! Kenapa kau tidak mau mengerti? Bagaimana bisa aku menikah dengan pria yang tidak aku kenal?"
"Tentu saja bisa, besok kau berkenalan dengannya lalu tiga Minggu kemudian kalian menikah."
"Ck, kau itu benar-benar menyebalkan." Cleo berdecak dengan kesal seraya menghampiri kakaknya. "A kau itu kakak satu-satunya yang ku miliki, jadi aku mohon bantu aku bicara dengan Daddy untuk membatalkan perjodohan ini." Cleo merayu sembari memeluk kakak tampannya itu.
"Aku tidak mau!" Agam mendorong kepala adiknya.
"A please.. kalau kau tidak mau, aku akan menciummu." Ancam Cleo dengan seringai tipis dibibirnya, ia tahu betul Agam tidak pernah suka di sentuh oleh wanita termasuk adiknya sendiri. Dan seingatnya hanya dengan Baby saja kakaknya itu tidak bisa menolak saat wanita itu merangkul dan mencium pipi Agam saat masih kecil dulu.
"Kau jangan macam-macam!" Agam mendorong Cleo, namun adiknya itu justru semakin mendekat kearah pipinya.
Ah..
"Kalian sedang apa?" teriak Baby dengan wajah yang terkejut.
"Aku ingin mencium kakakku." Jawab Cleo dengan santai.
"Apa?" Baby segera berlari kearah suaminya, lalu mendorong Cleo dengan kasar hingga wanita itu hampir terjatuh. "Tidak ada yang boleh mencium A kecuali aku!" ucapnya dengan berkacak pinggang.
"Oh ya ampun," Cleo mendengus dengan kesal. "Dia itu kakak ku! Kau gila ya cemburu pada adik ipar mu sendiri?"
"Kalau adik iparnya sepertimu, aku yakin semua wanita akan cemburu." Baby menatap penampilan Cleo yang begitu cantik dan sexy, pantas saja banyak pria yang jatuh pada pesona seorang Cleopatra.
"Wow.. terima kasih pujiannya. Tapi sayangnya aku tidak butuh pujian darimu." Ketus Cleo sembari mendorong Baby agar tidak menghalanginya. "A please bantu aku." Pinta Cleo dengan penuh harap.
"No...!"
"Oh my God, aku benar-benar membencimu Agam Mateo!" umpat Cleo dengan kasar.
"Aku tidak peduli." Sahut Agam dengan datar, hingga membuat Cleo semakin marah dan ingin mencakar wajah tampan kakaknya itu.
"Eit!" Baby menahan tangan adik iparnya. "Kau ingin apa?"
"Aku ingin mencakar wajah suamimu."
"Memangnya kau berani?"
"Aku..." Cleo menatap wajah Agam yang terlihat mengerikan, hingga membuatnya menelan saliva dengan susah payah. "Aku memang tidak berani, tapi sebagai gantinya aku akan mencakarmu!"
Tanpa banyak berkata Cleo menarik rambut Baby hingga membuat wanita itu menjerit, dan tidak mau kalah Baby pun membalas menjambak rambut panjang Cleo. Hingga terjadilah saling tarik menarik rambut diantara kedua wanita itu, sedangkan Agam yang melihat pertengkaran tersebut memilih pergi dari pada ikut gila menghadapi tingkah istri dan adiknya.