
"Apa yang aku lakukan?" Agam berdeham sebelum melanjutkan perkataannya. "Tentu saja menjemput istriku, dan satu lagi ini di dalam mobil bukan di kamarmu!"
Deg.
Baby menatap sekitarnya dan benar saja apa yang dikatakan Agam, saat ini dirinya sudah berada di dalam mobil.
"Kenapa diam? Apa kau sedang memikirkan bagaimana caranya kabur dari mobilku?" tanya Agam dengan menyelidik.
"Tidak, aku hanya sedang memikirkan bagaimana caranya kabur dari mansion mu lagi." Sahut Baby keceplosan dan langsung menutup mulut dengan kedua tangannya.
"Kau..." Agam ingin mendorong kening Baby, namun niat itu diurungkannya saat mengingat gadis yang ada dihadapannya baru saja pulang dari rumah sakit. "Kenapa kau tidak mau tinggal di mansionku?" tanya Agam dengan menurunkan tangannya.
"Karena aku merasa aneh, tiba-tiba kau menjadi suamiku dan kita harus tinggal di kamar yang sama." Jawab Baby dengan jujur.
"Kau pikir aku tidak merasa aneh?" Sahut Agam dengan tajam.
"Nah karena kita berdua merasa aneh lebih baik kita tinggal di tempat yang berbeda, kau tidak di mansion mu dan aku tinggal di mansionku. Bagaimana?"
"Tidak! Kau harus tinggal di mansionku."
"Kenapa? Bukankah kau menikah denganku karena terpaksa? Lalu untuk apa kita tinggal di tempat yang sama?"
Agam mengerutkan keningnya saat mendengar pertanyaan Baby. "Siapa yang bilang aku menikahi karena terpaksa?" tanya Agam.
"Kak B, dia bilang kau menikah denganku atas permintaan Mom."
"Boy Arbeto...." Agam mengumpat dalam hatinya. "Terpaksa atau tidak kau harus tetap tinggal di mansionku." Putus Agam.
"Ish kau itu menyebalkan," gerutu Baby dengan wajah yang ditekuk. "Kak A bagaimana kalau kau saja yang tinggal di mansionku?"
"No."
"Oh my God." Baby menghela napasnya sembari menatap ke jendela mobil, karena menurutnya lebih indah melihat jalanan dari pada melihat wajah Agam yang dingin dan datar. Dan saat ia melihat supermarket Baby meminta supir untuk menghentikan mobilnya, hingga membuat mobil yang ditumpangi mereka berhenti mendadak.
Namun Baby tidak mempedulikan pertanyaan Agam, ia langsung turun dari mobil dan berjalan menuju supermarket tersebut.
"Ini yang aku cari dan ku butuhkan." Baby mengambil satu kotak ice cream rasa strawberry lalu membawanya ke tempat kasir, namun saat ingin membayarnya Baby lupa tidak membawa dompet.
"Pakai ini saja." Ujar seseorang dari belakang seraya menyerahkan lembaran berwarna merah pada gadis yang ada di depannya.
Baby pun menengok kebelakang dan sedikit terkejut saat melihat pria tampan yang kini tengah menatap dirinya. Dan bukan hanya Baby saja yang terkejut karena pria itu pun juga terkejut saat mengetahui siapa yang berdiri di hadapannya.
"Baby..." Sky tanpa sadar memeluk gadis pujaan hatinya itu, karena begitu merindukan setelah satu Minggu lamanya mereka tidak bertemu. "Kau kemana saja? Kenapa ponselmu tidak aktif?" tanya Sky tanpa titik dan koma.
"Maaf, apa kau mengenalku?" tanya Baby dengan bingung karena tiba-tiba saja pria tampan itu memeluk dan memanggil namanya.
"Baby aku Sky, kenapa kau tidak mengenalku?"
"Aku..."
Ehem.
Sky dan Baby langsung menatap kebelakang, dan melihat sosok Agam yang berdiri dengan ponsel ditangannya.
"Apa yang kau lakukan disini?" Agam menarik tangan Baby, karena merasa tidak suka gadis yang berstatus sebagai istrinya dipeluk oleh pria lain. "Dan Anda, berani sekali memeluk—" Agam tidak melanjutkan perkataannya saat melihat dengan jelas pria yang memeluk Baby ternyata Sky.
"Agam Mateo senang bertemu Anda." Sky mengulurkan tangannya.
"Kak kau mengenalnya?" tanya Baby saat melihat Agam menjabat tangan pria tampan yang mengaku bernama Sky tersebut.
"Kau benar-benar tidak mengenalku?" Sky yang menjawab pertanyaan Baby.
Sementara itu Agam yang mendengar pertanyaan Sky, tersenyum tipis saat melihat Baby menggelengkan kepalanya. Ia bahagia karena ternyata bukan hanya kenangan dirinya yang Baby lupakan, tapi kenangan pria bernama Sky juga dilupakan gadis itu. Sky pria yang dulu sempat satu sekolah dengannya, dan pria yang ternyata mendekati Baby. Dan bagaimana Agam bisa tahu Sky mendekati Baby? Karena dirinya diam-diam menyelidiki siapa pria yang bersama Baby saat makan siang tempo hari, dan ternyata pria itu adalah Sky Dwight.