
Keesokan harinya.
"Ini tidak sesuai dengan alur ceritanya! Harusnya kamu bersamaku dan bukannya dia!"
Kata-kata itu terngiang samar-samar di telinga Elona, karena gadis itu mendengarnya saat ia menjadi Tara, sewaktu Elona yang sebenarnya jalan-jalan bersama Louis ke kota. Kata-kata itu dilontarkan seseorang, mungkin tanpa orang itu sadari.
Kiara Perez. Sang protagonis dari webtoon Cerita Hati. Entah baru-baru ini saja atau terjadi bertahun-tahun sebelumnya di dunia ini, yang jelas, Elona yakin kalau sang protagonis juga merupakan reinkarnasi dari seseorang di dunia modern, sama seperti dirinya.
Meskipun Elona sendiri tidak yakin dengan kesimpulannya sendiri.
Apa mungkin, bisa ada dua jiwa yang berpindah ke dalam satu dunia fantasi yang sama? Apa Kiara juga sebenarnya adalah penggemar webtoon Cerita Hati?
Demi memastikan semua keraguannya, saat ini Elona telah berada di pekarangan kediaman Perez untuk menemui gadis itu.
Seorang pelayan yang membukakan pagar mansion terkejut dengan kehadiran anggota keluarga Locke di hadapan mereka. Pertemuan antar bangsawan seharusnya memang diawali dengan surat menyurat ataupun undangan, bukan mendadak seperti ini. Apalagi bila yang hadir adalah justru bangsawan yang lebih tinggi kastanya ke rumah seorang baron yang menempati pangkat terendah. Penghuni rumah tersebut pasti langsung segera datang untuk menyambut.
"Nona Kiara Perez, ada? Aku ingin bicara dengannya."
"Maaf Nona... Nona Kiara sedang tidak ada di rumah saat ini."
Apa... tidak ada di rumah? Apa jangan-jangan ia masih berada di Armelin?
"Selamat datang, Nona Elona Locke. Nama saya Penny Perez." suara sang nyonya rumah yang baru saja memasuki ruangan terdengar. Nyonya Perez melakukan curtsy di hadapan Elona.
"Salam, Nyonya." sahut Elona.
"Anda mencari Kiara? Mohon maaf, putriku sudah sejak dua minggu ini pergi keluar kota dan dia belum pulang."
"Aku tahu dia pergi kemana. Dia pergi menyusul Louis ke kotaku, Armelin. Benar begitu, kan?" tanya Elona sembari menatap tajam pada Penny Perez.
Dengan tatapan mata seperti itu dari seseorang yang kastanya lebih tinggi, tentu saja membuat sang nyonya menundukkan kepala ketakutan.
"Ampuni putriku, bila tindakannya meresahkan anda. Kiara sangat mencintai Tuan Louis. Ia tidak bermaksud untuk menyakiti hati anda. Sebenarnya dia anak yang sangat baik!"
"Aku datang kemari bukan untuk itu. Lagipula, pertunanganku dengan Louis sudah berakhir sejak lama, jadi tak masalah Kiara ingin mengejar lelaki itu. Aku kemari untuk menanyakan hal lain." ucap Elona.
"Katakanlah, Nona."
"Beberapa hari lalu, pabrik kedelaiku mengalami kebakaran."
"Oh, maaf, saya turut berduka." ucap Penny tulus. Namun, Elona tak mengindahkannya.
"Cara si pelaku meledakkan pabrikku itu tidak biasa. Pelakunya seperti bukan berasal dari sini." ucap Elona, lalu menahan pernyataannya sejenak karena ingin melihat reaksi sang nyonya rumah.
"Maksud anda, Nona?" tanya Penny tak mengerti.
"Maksudku, pelakunya seperti bukan berasal dari dunia ini."
Seketika itu juga, Penny Perez berkeringat dingin. Wajahnya tiba-tiba pucat mendengar perkataan Elona. "Saya tidak mengerti yang anda katakan." ucapnya berkilah.
"Nyonya Perez, benarkah kalau Kiara bukan berasal dari dunia ini? Jawablah sejujurnya." Elona akhirnya menanyakan poin pentingnya.
"Apa maksud anda?! Saya benar-benar tidak mengerti!"
Elona menghela nafas. Gadis itu sudah menduga bahwa ibunya Kiara tidak akan memberikan penjelasan apapun.
"Nyonya... sebenarnya, aku juga berasal dari dunia lain.” ucap Elona mengakui identitasnya.
“Apa? Anda juga- eh!” Penny Perez keceplosan sebelum ia sempat menutup mulutnya. Dan Elona menangkap dengar hal itu.
“Jadi benar, kalau Kiara juga berasal dari dunia lain? Iya kan?!”
Penny Perez segera beranjak dari kursinya, ingin menghindari pembicaraan tersebut dari Elona. Namun, gadis itu mencegahnya dengan memegangi tangannya.
“Tunggu! Aku perlu penjelasan dari Anda, Nyonya. Karena dalam cerita, andalah orang yang paling dekat hubungannya dengan Kiara Perez. Tidak mungkin anda tidak mengetahu hal ini!”
“Tapi…”
“Aku sudah merelakan Louis agar bisa bersama dengan Kiara. Aku pergi ke Kota Armelin dan membangun sesuatu yang bisa meningkatkan kesejahteraan warga di sana.
Lalu tiba-tiba, semuanya hancur begitu saja. Para warga jadi kehilangan pekerjaannya kembali!” seru Elona. Penny Perez jadi tertegun mendengar hal itu.
“Kumohon, katakanlah sesuatu yang anda tahu! Ini menyangkut hajat hidup orang banyak!”
*****
Di kediaman Locke, di ibukota.
“Kak Ryndall,”
Elona memanggil sekretaris kakaknya yang sekarang sedang berada di ruang kerja. Ryndall pun menghentikan pekerjaannya sejenak. “Ya, Nona?”
“Tolong bantu aku untuk mengirimkan surat pada Kak Stefan. Katakan padanya aku sudah menemukan pelaku ledakan pabrik itu.”
“Benarkah?!”
“Iya. Katakan juga padanya untuk menghalangi jalur keluar masuk dari Armelin ke kota lain. Pelakunya kemungkinan besar masih berada di kota itu.”
Elona langsung menjelaskan pada Ryndall fakta apa yang baru saja ia temukan dari rumah keluarga Baron Perez. Sang sekretaris menatap gadis itu dengan terperangah. Ia tampak tak percaya. Tapi kenyataan kalau nona mudanya saja bisa berasal dari dunia lain, bukan hal yang mustahil kalau ada orang lain yang juga bernasib sama seperti itu.
“Baik, Nona!” Ryndall pun mengeluarkan pena bulu dan kertas linen baru untuk mengirim surat. Setelah selesai, Ryndall bergegas pergi dari ruang kerja untuk mengirimkan surat tersebut.
****
Sepeninggalnya Ryndall dari ruangan, Elona pergi mendekati meja kerja kakaknya. Beberapa dokumen dan tumpukan surat yang belum tersentuh masih tergeletak di atasnya. Stefan benar-benar meninggalkan rumah dalam keadaan terburu-buru dan tidak sempat membereskan apapun begitu mendengar Elona pingsan di Armelin.
Elona memeriksa tumpukan surat tersebut, berjaga-jaga barangkali ada yang penting yang tak sempat dilihat oleh kakaknya. Pandangan matanya tertuju pada sebuah kertas surat berwarna emas mencolok, dengan segel merah di atas penutupnya. Segel merah yang sangat dikenali karena bergambar logo dari kerajaan tempat tinggalnya saat ini.
“Apa ini? Surat undangan dari kerajaan?”
Elona segera membuka segelnya dan membaca suratnya. Isinya adalah undangan kehadiran untuk pesta penobatan seorang duke sore hari ini.
“Ah, akan ada duke baru yang dinobatkan? Kira-kira siapa ya?” gumam Elona.
Undangan tersebut jelas ditujukan untuk Stefan, karena dialah kepala keluarga Locke. Permasalahannya, Stefan sedang tidak berada di tempat. Kakaknya itu pasti tidak sempat melihat surat penting ini.
Penobatan duke adalah acara yang penting untuk dihadiri setiap bangsawan. Di sanalah akan terjalin relasi baru dan terjadilah bisnis baru. Tak jarang juga ada perjodohan pertunangan terjadi bagi para orangtua yang anak-anaknya belum mendapatkan pasangan.
Ketidakhadiran karena alasan yang tidak cukup kuat berarti menghina duke yang sedang dinobatkan. Dan Elona tidak akan mau ada hal apapun yang bisa menghancurkan nama baik keluarga Locke.
“Baiklah, kalau begitu, aku yang akan hadir untuk menggantikan Kak Stefan.”
*****
...\=\= original writing by @author.ryby \=\=...
...\=\= cover art by @fuheechi_ \=\=...
((Ryby: Hari ini upnya dua. Yang kedua nanti sore jam 18. Bukan berarti saya lagi double up ya, wkwk. Kebetulan harusnya yg ini up kemarin tapi ga sempat. Jangan lupa tinggalin like untuk dua2nya ya, jangan ada yg kelewat. Terimakasih!))