Isekai: Putri Marquess Jadi Pengusaha Tempe

Isekai: Putri Marquess Jadi Pengusaha Tempe
Bab 41. Tujuan Hidup


Suatu hari, beberapa bulan yang lalu.


"Kalau tidak salah, posisinya di sini... umm, di pohon yang ini... yap!"


Kiara menyentuh batang pohon besar yang ada di taman sekolah bagian belakang. Gadis itu merunduk, ingin memastikan apakah ada serangga yang berjalan di rerumputan di bawah pohon tersebut. Setelah diyakininya aman-aman saja, Kiara pun duduk di atasnya.


Kiara membuka sebuah buku, dan membolak-balik halamannya. Sebenarnya, otaknya tidak berkonsentrasi pada buku di tangannya itu. Ia sudah membacanya bahkan sebelum ia duduk di bawah pohon yang menjadi sandarannya tersebut. Kiara sedang berkonsentrasi pada apa yang akan terjadi setelah ini.


Oke, ini hari Selasa, jam 12 lewat 35 menit. Aku sudah duduk di bawah pohon yang benar, sesuai alur cerita webtoonnya. Jadi sekarang, aku tinggal menunggu saja.


Kiara pun memejamkan mata. Di dalam hati, ia sedang menghitung mundur.


Lima, empat, tiga, dua, satu...


"Hey,"


Itu dia!


Kiara membuka perlahan matanya. Meski dirinya sudah mengantisipasi, tapi tetap saja jantungnya berdegup kencang, ketika ia melihat sosok karakter idolanya berdiri di hadapannya. Sosok tersebut sedang memegangi dahan pohon dan merunduk menatap Kiara, menghalangi sinar matahari.


"Oh, hai... kamu yang kemarin," sahut Kiara, sembari berusaha mengingat apa saja yang diucapkan seorang karakter Kiara Perez dalam webtoon Cerita Hati.


Lelaki berambut hitam dan berbola mata merah itu mengulurkan tangannya.


"Namaku Louis. Louis Vandyke. Boleh aku duduk di sebelahmu?"


"Oh, tentu. Silakan."


Ya ampun, akhirnya terjadi juga adegan perkenalan antara Louis dan Kiara, yang sudah kunanti-nantikan selama 16 tahun ini!


Kiara memekik dalam hati, setelah berhasil melakukan satu adegan penting dalam webtoon Cerita Hati. Adegan ini menggambarkan ketika si protagonis wanita Kiara dan protagonis pria Louis berkenalan di bawah pohon, dan ini terjadi satu hari setelah Kiara mengusir kesedihan Louis atas peringatan tiga tahun kematian ibunya.


*****


Masih di masa lalu.


Hari demi hari Kiara lalui dengan menjalani berbagai adegan yang ada di dalam webtoon Cerita Hati. Gadis itu berusaha mengingat setiap pemicu adegan tersebut, dan menjalaninya dengan baik.


Seperti contoh pada perkenalannya dengan Louis, adegan tersebut dipicu karena sebelumnya Kiara telah menghampiri Louis yang sedang sedih di hari sebelumnya. Dan hal tersebut menghasilkan perkenalan di keesokan harinya. Seandainya waktu itu Kiara tidak menghampiri Louis, adegan perkenalan itu tidak akan terjadi.


Kiara begitu piawai memainkan alurnya sebagai protagonis di dunia webtoon Cerita Hati ini. Gadis itu menemani Louis di ruang perpustakaan, makan siang bersama, atau sekedar jalan-jalan sore di kota sepulang dari sekolah. Baginya semua orang yang ada di dunia barunya ini hanyalah karakter dari webtoon favoritnya dan tak lebih.


Hingga pada suatu titik ketika Louis meneteskan air mata, saat lelaki tersebut bercerita mengenai mendiang ibunya.


Kala itu, Kiara sedang diajak oleh Louis ke suatu tempat yang tak jauh dari ibukota. Sebuah pedesaan yang sangat asri, yang masih dalam wilayah kekuasaan keluarga Vandyke. Di sudut desa terdapat hamparan taman mawar yang begitu indah. Dan di sanalah Lilia Vandyke dimakamkan untuk yang terakhir kali.


"Aku belum sempat minta maaf pada ibuku yang terakhir kali. Aku belum sempat mengucapkan selamat tinggal..."


Tangisan Louis menyadarkan Kiara bahwa dunianya yang sekarang adalah nyata. Orang-orangnya juga nyata dan memiliki perasaan.


"Kiara... terima kasih karena telah menemaniku kemari..." ucap Louis sambil tersenyum.


Seketika itu juga, wajah Kiara memerah sampai ke telinga. Selama ini kedekatannya dengan Louis tak pernah dianggapnya serius, karena gadis itu hanya menjalani perannya sebagai Kiara Perez saja. Tapi kali ini, ada perasaan hangat mengalir dalam hatinya kala ia melihat senyum di wajah lelaki itu.


Perasaan apa ini...?


Ngga mungkin... aku jatuh cinta dengan karakter webtoon?!


*****


Di hari itu, hari dimana Elona Locke berada di sekolah untuk yang terakhir kalinya.


Kedekatan Kiara Perez dan Louis Vandyke pada akhirnya menimbulkan desas-desus dan gosip di kalangan para siswa-siswi.


Saat itu, Kiara sedang berada di toilet ketika ia mendengar dua siswi bercakap-cakap sambil merias wajahnya di cermin.


"Kamu sudah dengar tentang Louis Vandyke dengan Kiara Perez?"


"Ah, iya. Katanya mereka semakin dekat, kan?"


"Iya. Sebenarnya tidak pantas sih, bagi seorang perempuan mendekati laki-laki yang telah bertunangan..."


"Benar. Sebenanrya tidak pantas dan tidak beretika. Tapi kali ini, aku setuju kalau Tuan Louis dengan Kiara Perez saja. Daripada dengan si gendut itu!"


"Iya, aku juga setuju kalau Tuan Louis sama Kiara saja! Kalau dengan Elona si gendut itu... dari penampilan saja sudah tidak menarik, wajahnya kusam, lamban..."


"Ah, maaf Kiara... Kami tidak bermaksud membicarakanmu..."


"Tidak apa-apa, lain kali, jangan membicarakan seseorang di belakangnya, ya." Kiara memperingatkan sembari tersenyum. Kedua siswi itupun tampak malu mendengarnya.


"Baiklah, maafkan kami. Kami permisi dulu,"


Sepeninggalnya kedua siswi tersebut, Kiara berjalan ke arah cermin dan menghela nafas. Gadis itu sengaja keluar dari bilik toilet bukan karena dia tidak mau dibicarakan, tapi ia merasa jengah ketika ada orang menjelek-jelekkan Elona Locke.


Bukan karena ia peduli pada saingan cinta seorang Kiara Perez itu, tapi karena ia teringat pada masa lalunya saat masih di bumi, ketika semua orang mengejeknya dari penampilan.


"Si Wulan itu ngga tau diri, ya? Udah jelek, kumal, mata empat, masih aja berani deket-deket sama ketos Rian!"


"Ngga punya kaca kali ya di rumah? Ih geli deh!"


Kiara menyalakan keran air di hadapannya, dan membasuh mukanya berkali-kali. Kemudian, ia menghela nafas.


Apa selama ini aku sudah bertindak salah, ya?


Tapi aku kan sudah jadi Kiara Perez. Aku harus apa lagi, kalau bukan mengejar cintanya Louis Vandyke? Itu kan tujuan hidupnya si protagonis perempuan di Cerita Hati.


Tapi kalau dibiarkan, Elona Locke juga tetap akan dibenci oleh Louis. Kan hubungan mereka memang sudah tidak baik dari awal. Meski mungkin bukan karena aku, tapi hidup seorang antagonis pasti akan berakhir mengenaskan juga, bila dipaksakan bersama dengan si protagonis.


Kalau begitu, untuk menolong Elona Locke, aku harus mencari cara supaya pertunangannya dan Louis cepat berakhir. Kemudian, saat nanti adegan peracunan Elona terhadap Kiara terjadi, aku harus berusaha supaya hal itu bisa dicegah. Dengan begitu, Elona tidak akan dipasung di akhir cerita.


Kalau dengan cara itu, apa aku sudah bisa membantu si antagonis ya?


Masih merasakan kebingungan, Kiara memutuskan untuk berjalan-jalan saja di taman. Namun baru saja ia keluar dari toilet, tangannya sudah ditarik oleh seseorang. Elona Locke.


Lho, ada adegan apa ini? Apa jangan-jangan, pelabrakan Elona Locke pada Kiara Perez itu terjadi hari ini ya?


Kiara tampak berpikir dengan serius ketika tangannya masih ditarik oleh Elona. Tubuh Elona yang gempal membuatnya tersengal-sengal. Elona menarik Kiara ke lobi sekolah yang berada tak jauh dari toilet dan mendorongnya hingga tersungkur jatuh.


"Kamu Kiara Perez kan?! Kamu berani mendekati tunanganku!! Apa kamu tidak tahu malu, hah! Dasar tidak punya etika!!"


Elona berteriak menggelegar, membuat para siswa dan siswi yang berada di sekitar pun mendekat karena penasaran apa yang sedang terjadi. Kiara memandang ke arah Elona lekat-lekat.


Benar dugaanku, hari ini adalah ketika Elona melabrak Kiara. Adegan ini pemicu untuk nantinya Louis semakin membenci Elona. Aku harus apa, ya?


"Kiara Perez! Jawab pertanyaanku, apa benar kamu menyimpan perasaan pada tunanganku Louis Vandyke, hah?!"


Ah, ya sudahlah, kuikuti dulu saja adegannya. Akan kupikirkan lagi selanjutnya nanti saja.


"Ta-tapi... aku hanya berteman saja dengan Tuan Louis... aku tidak bermaksud untuk..." Kiara mengucapkan dialognya terbata-bata sesuai alur plot yang sebenarnya.


"Bohong! Kalian sering ketahuan jalan berduaan saja di kota, dan kamu masih mengelak?! Aku tidak habis pikir kalian... hah... hah... kalian..."


Elona berteriak namun ia terlihat kehabisan nafas. Wajahnya berubah menjadi pucat. Keringat membasahi seluruh tubuhnya. Bola matanya memutar ke atas.


Ada apa dengannya? Apa yang terjadi pada si antagonis ini? Kenapa dia tidak melanjutkan dialognya?


Kiara terlihat kebingungan sendiri saat melihat Elona yang terdiam. Di saat yang sama, seorang lelaki yang menjadi topik pertengkaran pun muncul.


"Apa-apaan ini?!!"


Louis Vandyke menghampiri Kiara dan berdiri di hadapannya memunggungi gadis itu, seolah sedang melindunginya dari Elona Locke.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Louis pada Kiara. Gadis itu menggelengkan kepala.


"A-aku tidak apa-apa... Tapi, Elona Locke melabrakku tadi... aku takut..." Kiara mengucapkan dengan persis dialognya sesuai yang ada di webtoon kesayangannya.


"Elona, tidak sepantasnya kamu melakukan hal itu pada Kiara!"


Louis berteriak pada tunangannya yang gemuk itu di hadapannya. Di saat yang sama, mata Elona membuka, seperi telah tersadarkan kembali. Gadis gemuk itu menatap tangannya dan membolak-baliknya, seolah tak percaya kalau itu adalah tubuhnya sendiri.


Elona Locke pun memandangi sekitar, seperti seseorang yang baru saja terbangun dari tidurnya. Tubuhnya pun hampir terjatuh karena tiba-tiba dia tidak berdiri dengan seimbang.


"Jawab aku, Elona Locke!"


Louis terus berteriak padanya, tanpa ia mengetahui kalau tubuh tunangannya tersebut sudah dirasuki oleh jiwa yang baru, yang berasal dari dunia lain.


*****