Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
97. Takdir di Tulis Lagi.


Ria hanya mengangguk pelan dan ikut mempersiapkan dirinya juga untuk menjemput teman dari Gunawan.


Sekarang mereka semua sudah di dalam bandara dan Gunawan sudah membawa kertas lumayan besar bertuliskan nama seseorang.


Ya, Gunawan memang belum pernah melihat wajah teman nya yang dari luar negeri itu, Felix sangat pemalu. jadi dia bilang ingin sekaligus membuat kejutan untuk sahabat barunya Gunawan.


Felix bilang ada yang unik dari wajah nya, dia ingin itu menjadi kejutan untuk orang yang melihat wajahnya dan karena wajah ini lah dia sangat ingin kembali ke Indonesia untuk mengunjungi makam adik dari kakek nya itu.


"Seharusnya dia sudah keluar kan Mas??".tanya Lula pada Gunawan, Gunawan masih celingak-celinguk mencari orang yang dia maksud.


"Seharusnya seperti itu,tapi dia belum muncul juga". ujar Gunawan kemudian berbalik sebentar menghadap orang-orang di belakang nya tadi, dia takut Felix tidak melihat ke arah mereka dan mencoba mencari nya di kerumunan orang yang sudah keluar di parkiran terlebih dahulu.


Ria sendiri sekarang sedang duduk di kursi tunggu dekat dengan Gunawan dan Lula yang sedang berdiri terhalang tali pembatas.


Dan tidak beberapa lama keluarlah seorang pria tampan berwajah seperti orang eropa namun dengan rambut hitam nya berjalan keluar, pria itu berjalan menuju ke arah luar sambil melihat ke arah sekitar untuk mencari sahabat nya yang sudah menjemput nya.


Gunawan masih celingak-celinguk dan belum kembali melihat pintu keluar orang-orang yang baru saja turun dari pesawat dan menuju ke luar, namun dia masih belum menemukan di mana keberadaan Felix hingga akhir ia kembali membalikkan tubuhnya sambil menatap ke arah pintu keluar di bandara.


Kemudian di sana lah Felix melihat keberadaan Gunawan yang memang dia sudah kenali dari foto nya di Instagram, Felix melangkah mendekat ke arah Gunawan sedangkan Gunawan sekarang sedang terpana melihat wajah Felix hingga ia tidak berkedip sama sekali.


Lula yang melihat seseorang dengan wajah tampan mendekat ke arah mereka pun menyikut pelan kekasihnya hingga membuyarkan Gunawan yang masih mematung di dekat nya.


"Mas, Bule ganteng itu ke sini. apa dia temennya mas?". tanya Lula pada Gunawan,bukannya menjawab Gunawan malah melotot pada Lula yang dengan mudah nya memuji pria lain di depan nya.


"Aa,, maaf mas. saya cuman bicara fakta, tu lihat dia sudah dekat". bisik Lula sambil memegang pipi Gunawan dengan kedua tangannya dan memutar kan ke arah pria yang datang mendekat ke arah mereka.


"Hai,, appa kabbaarrr, apakah kamu yang berrrnama Gunawan?". ujar Felix menggunakan bahasa Indonesia dengan nada khas Eropanya.


Gunawan menarik nafasnya panjang, bukan nya menjawab dia menoleh ke arah belakang di mana sekarang Ria sedang duduk sambil memainkan handphone nya.


"Iya, dia Gunawan. kamu Felix?".ujar Lula yang menjawab karena melihat kekasihnya justru seperti orang ketakutan di mata Lula, seperti kekasih nya ini takut tersaingi dengan Felix pikir Lula yang sedang menatap Gunawan dengan mata yang terpancar kecemburuan.


"Jadi kau mendekati ku sepertinya hanya agar kamu masih bisa melihat Ria mas, Cinta mu masih untuk nya bukan aku". ujar Lula dalam hati dan memilih kembali menatap Felix yang masih bingung karena Gunawan belum menjawab pertanyaan tapi justru wanita yang di sebelah nya yang membenarkan pertanyaan nya.


"Aa,, kenal Khan saya Felix". ujar Felix sambil mengulurkan tangan nya pada Lula, Lula menyambut uluran tangan Felix sambil kembali menyikut Gunawan hingga Gunawan akhirnya kembali melihat ke arah Felix lagi.


"Felix, aku Gunawan. selamat datang di Indonesia". ujar Gunawan sekarang juga sudah mengulurkan tangan nya pada Felix setelah keterkejutnya karena di sikut kekasihnya Lula tadi, kemudian Felix menyambut uluran tangan Gunawan juga.


"Thunggu sebentar saya keluar sekkaraangg". ujar Felix yang sekarang bergegas berjalan melewati tali pembatas di depan mereka yang menghalanginya untuk memeluk sahabatnya itu.


Felix berjalan ke depan dengan semangat, kopernya sendiri sekarang sudah di ambil alih oleh Lula. Lula juga sudah memberi tahu Ria jika Felix sudah datang sambil menunjuk ke arah seseorang yang sedang berjalan cepat namun hanya nampak belakang nya saja.


Felix berlari kecil kemudian memeluk Gunawan yang masih saja terlihat melamun sambil terus memperhatikan wajah Felix dan Ria bergantian, membuat Lula menarik nafas nya pelan karena menahan Rasa sesak dan sakit di dadanya saat ini.


"Lula kamu cantik, kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dari pada Gunawan jika kamu memutuskan hubungan ini". ujar Lula dalam hati.


"Maafkan aku Ria, ternyata aku masih kembali cemburu melihat mas Gunawan yang masih memperhatikan kamu". lanjut nya lagi masih dalam hati.


Felix dan Gunawan masih berpelukan saat Ria bangkit dan tersenyum menatap sahabatnya Lula juga Gunawan berganti yang sekarang sedang memeluk seseorang namun lagi Ria masih belum bisa melihat wajah itu.


"Lula, dia orang nya?". ujar Ria berbisik pelan pada Lula, Lula hanya mengangguk. Ria merasa ada yang aneh pada sahabat nya kemudian memberi kode bertanya ada apa dengan isyarat kepalanya.


Lula hanya menggeleng dan tersenyum kecil, sementara Gunawan masih belum sadar jika Lula dari tadi memperhatikan nya yang memperlihatkan tatapan kebingungannya namun di salah artikan oleh kekasihnya itu sebagai tatapan seseorang yang sedang menatap penuh cinta pada wanita nya.


"Felix, kenalkan ini Lula dan Ini Ria". ujar Gunawan kemudian setelah Felix melepaskan pelukan nya kepada Gunawan, Felix tersenyum dan mengulurkan tangan nya pada teman Gunawan Ria karena ia sudah berkenalan dengan Lula tadi.


"Aku sudah berkenalan dengan Lula, tapi belum dengan Riiiiii??"".. ucapan Felix terhenti saat melihat wajah wanita di depan nya yang di perkenalkan dengan nama Ria oleh Gunawan.


"Ria, saya teman dari Lula". ujar Ria menyambut uluran tangan Felix setelah dia berbalik secara spontan karena terus memperhatikan sahabat nya yang menurut nya ada sedikit berbeda.


Namun saat ia menyalami tangan Felix barulah dia bisa melihat wajah dari pria tinggi dan tampan di depan nya itu, mata mereka bertemu dan Felix masih menatap wajah Ria tanpa berkedip. sementara Ria juga menatap wajah pria di depannya dengan seksama, wajah ini sepertinya tidak asing untuk nya.


Rinjani sendiri sekarang sudah berdiri dari kejauhan sambil melihat semua yang sedang terjadi di depan nya, adiknya, dan semua orang yang ada di sana.


Rinjani menarik nafas panjang di sebelah Darwin yang masih setia bersama dengan nya dari kemarin.


"Jani, Ada apa?". tanya Darwin pada Rinjani, sepertinya dia tidak terlihat baik-baik saja menurut Darwin.


"Reinkarnasi itu seperti nya benar ada, atau ini hanya kebetulan?". ujar Rinjani berbicara pada Darwin yang sekarang sedang kebingungan dengan pertanyaan Rinjani.


"Jadi sebenarnya takdir siapa yang belum selesai, kau atau dia?". tanya Rinjani sambil menatap ke arah Langit malam itu.


"Dia siapa?". tanya Darwin juga sambil melihat ke arah Langit seperti yang dilakukan Rinjani.


"Dia, seseorang yang menunggu kehadiran Cintanya selama seratus tahun lebih, namun takdir masih memisahkan mereka saat ia sudah bertemu dengan orang yang ia tunggu". ujar Rinjani sekarang menatap wajah Darwin.


"Mungkin takdir mereka belum benar-benar selesai Jani". ujar Darwin menjawab walaupun dia masih belum mengerti Dia siapa yang di maksud oleh Rinjani.


"Mungkin takdir mereka sekarang sekarang di tulis lagi". ujar Rinjani sekarang kembali menatap Ria dan semua orang.