Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
41 Terpaksa meninggalkan.


Ria yang tambah terkejut mendengar ucapan Gunawan malah sampai lupa dengan pertanyaan yang ia mau tanyakan tadi.


Lula pun menganggukkan kepalanya dan membuat tanda oke dengan jarinya, Ria menyikut teman nya pelan sambil menggeleng.


"Tenang Ria, Mas gak akan maksa kamu. Tapi mas mau kita tebih Saling mengenal". ujar Gunawan.


Mungkin dia tau Ria tidak pernah berfikir untuk menjalin hubungan dengan siapapun, Gunawan ingat seperti apa ucapnya kemarin kalau Ria sedang ingin fokus kuliah.


"Ayo kita lanjutkan perjalanan kita supaya gak kemalaman sampe rumah nya". Gunawan mencoba untuk mencari topik lain agar Ria tidak risih.


"Yu Ria, kita lanjutkan perjalanan menuju rumah mertua". lagi Lula berbicara seenak jidat nya saja,


Ria sudah pasrah dengan apa yang di lakukan teman nya ini.


Mau marah pun percuma, lagi pula mas Gunawan hanya ingin lebih mengenal satu sama lain dulu fikirnya.


Setelah sudah selesai memasuki mobil Ria mencoba kembali ke topik utama yang ia ingin tanyakan kepada Gunawan.


Gunawan sedang fokus menyetir sesekali menjawab pertanyaan Lula tentang dirinya, seperti seorang ibu yang ingin mengintrogasi seorang menantu.


"Mas, Ria boleh menanyakan hal yang tadi gak sempet tanyakan di restoran?". ujar Ria.


"Boleh dek,mau tanya apa tadi?". ujar Gunawan menjawab dengan suara yang lembut.


"Lula kamu diam ya, aku mau bicara serius". sebelum itu Ria ingin memastikan dulu temannya ini untuk tidak kembali mengganggu pembicaraan nya dengan Gunawan.


"Siap ibu Bhayangkari". ujar Lula memberi hormat pada Ria.


Gunawan melihat kelakuan Ria pun tertawa pelan, sementara Ria sudah tidak ingin meladeni ke gesrekan teman nya itu lagi.


"Mas kenal dengan Syakila Susanto?". tanya Ria membuat Gunawan sedikit terkejut sekaligus bingung.


"Sepertinya kenal dek, mas pernah punya temen bernama itu kenapa memangnya dek". Gunawan menjelaskan sambil terus fokus menyetir, ia memang tidak ingin menutupi apapun dari Ria, toh tadi ia bilang kalau ingin saling mengenal.


"Mas pernah dekat dulu sekitar 4 tahun yang lalu saat mas masih menjadi Briptu, sebelum akhirnya dia menjauhi mas karena mas belum memiliki jabatan seperti sekarang". Gunawan menjawab dengan santai sambil mengingat alasan Syakila yang meminta berpisah karena status sosial nya dulu berbeda.


Padahal kenyataannya tidak seperti itu, karena kemarin saat Ria bertanya dengan Syakila ia sempat menjelaskan kalau Gunawan dan ia adalah sepasang kekasih namun ia terpaksa meninggalkan Gunawan karena di ancam oleh orang tuanya, sebelum makhluk besar itu datang untuk menyerang dirinya kemarin.


"Ngomong-ngomong kamu tau dari mana sama Syakila dek, kamu juga bisa melihat masa lalu kah?". tanya Gunawan pemasaran karena tiba-tiba Ria mengetahui soal mantannya itu.


Ria menggeleng, memang dia bisa melihat masa lalu. tapi bukan masa lalu manusia yang masih hidup, ia hanya bisa melihat masa lalu dari Roh-roh orang yang belum selesai dengan urusan duniawi nya.


"Mas, kalau Ria cerita mas masih percaya gak sama Ria?". kembali Ria mengajukan pertanyaan.


Gunawan menoleh sebentar menatap Gadis yang sudah mencuri hatinya lagi setelah sekian lama ia tidak tertarik dengan hubungan apapun karena masih mengingat sakit nya di tinggalkan.


"Cobalah untuk mengatakan apa pertanyaan kamu dek, biar mas faham?". Gunawan sedikit bingung dengan Ria malam ini, karena biasanya Gadis di sebelah nya ini adalah tipe orang yang selalu berterus terang.


"Kemarin saya melihat Roh dari Syakila mas, dia selalu menangis di depan Asrama setiap malam". ujar Ria.


Gunawan mengerem mobil nya mendadak, karena ia terkejut dengan ucapan Ria yang mengatakan kalau ia melihat Roh dari mantan kekasihnya.


"Maksud kamu apa dek, Syakila sudah meninggal?". ujarnya setelah ia sedikit sadar kembali dari keterkejutan nya.


"Dia belum meninggal mas, tapi juga tidak hidup". Ria mencoba menjelaskan paga Gunawan yang sekarang sedang menatap nya intens.


"Dek, coba jelaskan pelan-pelan biar mas faham. Syakila tidak meninggal tapi juga tidak hidup dan lalu bagaimana ceritanya ia bisa gentayangan di depan Asrama mu". Gunawan sekarang mencoba mencerna semuanya.


Ria pun menjelaskan sejak kapan ia melihat Syakila dan bagaimana ia bisa tahu kalau Gunawan mengenalnya, alasan kenapa ia harus meninggalkan cintanya karena dia di ancam jika tidak menjauhi Gunawan maka kekasihnya itu akan di lenyapkan oleh orang tuanya yang memang memiliki uang yang banyak.


Juga ajudan yang siap untuk di perintahkan apapun termasuk menghilangkan nyawa seseorang, Ria juga menjelaskan dengan pesugihan yang di lakukan oleh orang tua Syakila yang akhirnya membuat nya seperti sekarang dalam keadaan hidup bagaikan mati.


Gunawan yang mendengar itupun sangat shock, kenapa saat ia sudah mulai bisa melupakan masa lalu yang menyakitkan untuknya justru wanita itu kembali dengan segala penjelasan kenapa ia harus pergi meninggalkan dirinya.