Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
105. Guna-guna.


"Aku akan menyelamatkan mu gadis kecil". ujar Ria dalam hati sambil menatap kearah kedua orang tuanya dengan tatapan kebencian, sampai hati mereka mengorbankan anak yang tidak berdosa ini.


Cinta, anak kecil tidak berdosa yang baru berumur sekitar 6 tahun mungkin, yang dengan tega nya hampir kehilangan nyawanya karena kedua orang tuanya membuat Ria hilang kesabaran nya.


Ria bangkit dan langsung merebut tubuh mungil Cinta ya masih berontak di pelukan ayahnya, untuk kasus lain mungkin Ria masih bisa sabar. Namun saat menyangkut nyawa anak kecil seperti Cinta membuat seorang Ria tidak bisa mentolerir semua nya lagi.


Seeeettttt, Ria mengambil Cinta dan membawanya ke pelukan nya, Cinta yang merasa di selamatkan langsung memeluk Tubuh Ria juga.


Ayahnya berusaha merebut Cinta dari pelukan Ria namun dengan cepat Felix menahan tangan dari Ayah cinta yang terulur untuk merebut Anaknya Cinta kembali.


"Kembalikan putri ku!!!". ujarnya berteriak membuat orang-orang yang ada di pantai sana memperhatikan mereka, namun bukan nya takut Ria justru semakin mengeratkan pelukan nya dan menatap wajah Ayah nya Cinta dengan penuh kebencian.


"Jangan harap saya akan memberikan Cinta pada Ibl*s seperti kalian, apa yang kalian lakukan pada anak sekecil ini hingga dengan teganya kau sebagai ayah nya sendiri ingin menumbalkan nya". ujar Ria pelan namun masih terdengar oleh Felix dan yang lain termasuk Ayah Cinta.


"Baa,,, bagaimana kamu bisa me... menuduh kami seperti itu, saya Ayahnya. jangan bicara sembarangan kamu!!!". terlihat wajahnya yang berubah menjadi pucat karena terkejut dengan pernyataan Ria barusan.


"Aku tahu apa yang terjadi pada anak mu, kasus tenggelam nya Cinta bukan karena ketidak kesengajaan". ucap Ria lagi, sekarang menatap wajah istrinya yang sedari tadi diam di belakang suaminya.


"Kau tidak memiliki bukti apapun, kembalikan Cinta pada kami. apa hak mu mengambil anak kami". ujar wanita muda yang mungkin seumuran Gunawan, lebih tua 5 atau enam tahun saja dari Ria dan Lula.


"Anak Tiri!!!!, Anak dari suami mu dan istri pertamanya.. kau yang ingin Cinta menjadi tumbal bukan?". ujar Ria lagi dan terkejut lah Ayah Cinta dengan pernyataan Ria, bagaimana bisa Ria tau jika wanita yang di belakang nya ini adalah ibu tiri dari putri nya.


Dan apakah benar jika istri barunya menumbalkan putrinya sendiri, padahal istrinya selalu terlihat baik pada nya dan Cinta.


"Kau tau dari mana dia ibu tiri anak ku?!!..,dan jangan asal Fitnah kamu. istri ku tidak mungkin menumbalkan anak ku, walaupun ia hanya ibu tirinya". ujar Ayah Cinta lagi, namun Ria bangkit dari duduk nya sambil menggendong Cinta yang masih memeluk tubuh nya dengan kuat. Ria berjalan tanpa menghiraukan apa yang di tanyakan oleh Ayah Cinta.


"Ria, kamu mau bawa ke mana Cinta?!". tanya Lula yang sekarang sudah mengejar Ria yang berjalan menuju gazebo tempat barang-barang mereka di taruh.


"Kembalikan Putri ku!!??, jika tidak kamu akan saya laporkan pada polisi". ujar Ayahnya lagi dengan suara yang kencang karena ia sudah tidak bisa sabar melihat Ria yang seenaknya mungkin menurut nya mengambil putri nya.


"Jika kamu ingin putri mu selamat, biarkan dia bersama ku malam ini. kita Lihat apakah ucapan ku tentang istri mu salah, dan tentang polisi. Mas Gunawan tolong berikan identitas Mas agar dia bisa diam". ucap Ria sambil menatap Gunawan namun tangan nya sekarang sedang melilitkan handuk besar ke tubuh Cinta yang terlihat kedinginan karena memang ini masih terlalu pagi jika ingin berenang.


Gunawan pun menunjukkan siapa dirinya, dan juga memberikan kartu namanya dan sedikit membantu Ria agar bisa membawa Cinta karena Ayahnya sudah tahu siapa Gunawan.


"Izinkan saya menyelamatkan putri bapak". ujar Ria kemudian sambil kembali menggendong Cinta yang sudah terbungkus handuk besar milik Ria, mau tidak mau Ayah Cinta menganggukkan kepalanya pelan.


"Mas, kenapa Cinta di izinkan ikut dengan orang asing. bagaimana jika nanti Cinta di culik". ujar ibu Tiri Cinta panik, karena jika hari ini dia tidak memberikan Cinta maka bisa saja nanti dia yang celaka.


"Kau diam, aku tidak percaya siapapun sekarang. karena itu ayo kita ikuti mereka dan awas jika kamu sampai terbukti ingin mencelakakan putri ku!!??". ujar Ayah Cinta yang tiba-tiba saja berubah menjadi seseorang yang tidak menuruti perkataan istri barunya lagi.


Karena selama ini dia selalu mengikuti kemauan dari wanita ibu tiri Cinta ini, dia tidak pernah menolak apapun permintaan nya dan tidak pernah juga meninggikan suara lagi setelah dia berhasil mengguna-guna Ayah Cinta hingga meninggalkan istri pertamanya bahkan saat istrinya sakit.


"Mas,kamu ko bentak aku. kamu kenapa mas, ini pasti ulah kalian. kalian apakan suami saya hingga menjadi marah kepada saya??!!". ujarnya mencoba mencari perhatian suaminya lagi.


"Saya obati Dia, saya buang guna-guna yang kau berikan padanya dan sekarang Ayah Cinta sudah kembali sadar". ujar Ria berbicara lantang di depan semua orang hingga membuat ibu tiri Cinta kembali terkejut, begitu pun yang lain.


Ria tidak ingin menyembunyikan apapun di depan manusia bia*ap di depan nya itu, tidak ada toleran baginya untuk orang-orang berhati ibl*s seperti wanita di depannya.


"Bapak bisa ikuti kami, Cinta tidak aman berada di rumah bapak. Saya akan menyelamatkan Cinta". ujar Ria dan akhirnya Ayah Cinta pun setuju agar Anak nya di bawa oleh Ria dan Yang lain, namun sebelum mobil berangkat setelah Gunawan dan Felix kembali memasukkan barang bawaan mereka ayah Cinta memberikan Tas berisi baju ganti Cinta.


"Saya akan menyusul nanti ke rumah mu Gunawan, sekarang saya akan mengantarkan istri saya pulang dulu, dia tidak ingin ikut". izinnya pada Ria dan yang lain.


"Tahan amarah bapak, jangan gegabah. biarkan Tuhan yang mengadili nya pak, cukup antarkan saja istri bapak dan cepat susul kami. Cinta perlu bapak di sisinya". akhirnya Ria tidak lagi berbicara dengan penuh emosi dan sekarang justru Ayah dari Cinta lah yang terlihat sedang menahan amarahnya.


Mungkin karena efek dari guna-guna nya sudah hilang, dan ia sudah kembali seperti sebelum ia jatuh cinta pada Istri barunya itu.


"Baik nak Ria, sekali lagi saya titipkan anak saya dan saya akan mengikuti perintah nak Ria untuk segera menyusul kalian". ujarnya kemudian berlari ke arah lain di mana motor nya di parkiran sekarang.


"Ria, Berikan Cinta padaku. aku akan memangku nya". ujar Felix kemudian mengambil tubuh kecil itu dan membawakan ke pelukan nya.


Gunawan kemudian melajukan mobilnya kembali ke rumah lagi, karena semua kejadian ini membuat liburan mereka gagal.


Yah seperti ini lah contoh kecil kehidupan Ria dan Gunawan, di saat yang lain mungkin bisa menjadi manusia normal. mereka yang di berikan kelebihan special seperti Ria dan Gunawan pasti memiliki cerita lain di hari-hari nya.