
Akhirnya makhluk itu kembali duduk di atas pundak dosen nya, sambil terus tertawa seperti orang yang sangat bahagia dan Ria sudah berjalan kembali menuju Asrama.
"Ria, kau akan membantu nya, kamu yakin?". tanya Philip sambil terus mengikuti Ria.
"Bisa kah kau mendapatkan kami mu di tanah, aku risih melihat kau melayang seperti itu". ucap Ria masih terus melangkah.
"Ck, aku malas tapi akan ku lakukan, lalu kenapa kau membiarkan nya melayang di atas." proses Philip karena Hanya dia yang Ria Suruh berjalan.
"Kau tidak lihat kakinya yang memutar itu, seperti nya dulu kakinya di patahkan oleh seseorang, biarkan dia melayang di atas kita seolah-olah dia hanya hantu gentayangan yang lewat.
aku tidak mau mereka tau aku bisa melihat keberadaan nya". Jawab Ria sambil melihat ke arah sekitar nya yang terlihat ada beberapa roh yang lalu lalang di antar keramaian manusia.
"Aku kan dekat dengan mu, kenapa kau tidak menyuruh ku menjauh juga". tanya Philip.
"Kau hanya akan di anggap hantu mata keranjang karena mengikuti wanita cantik seperti diriku". ucap Ria narsis.
"heehhh terserah kau saja lah, asalkan kau bahagia. sekarang Jawab aku, kamu yakin akan membantu nya?". tanya Philip.
"Aku hanya kasihan padanya, di lihat dari pakaian nya, sepertinya ia korban pembunuhan yang menuntut ke adilan dan aku juga kasihan pada pak Dosen.
Dia sudah tua, harus menanggung beban karena wanita itu selalu duduk di atas pundak nya".Jawab Ria.
Sekarang mereka sudah sampai di kamar, terlihat Lula sudah tidur karena sekarang sudah pukul 11 malam.
Wanita yang tadi ikut bersama mereka terus melayang di atas tubuh Ria.
"Kamu bisa turun sekarang aku tidak bisa bicara kencang-kencang, aku takut teman ku terbangun". ucap Ria.
Akhirnya hantu wanita itu turun dan berdiri di samping Philip, Ria Duduk di atas kasur dan bersiap untuk mendengarkan kan cerita hantu itu.
"Siapa nama mu?". tanya Ria.
"Hikkksss, hikkss, nama ku Astri sudrajo. aku anak dari bapak Gundala sudrajo dan ibu Sukati". jelas nya sambil menangis.
"kau ingat kenapa bisa seperti ini, berapa lama kamu sudah seperti ini?". tanya Ria lagi.
"Aku adalah salah satu murid di kampus itu 35 tahun yang lalu, harus nya aku juga sudah menjadi dokter seperti impian bapak dan ibuk ku,Hikkksss". jelasnya.
"Lalu kenapa kamu bisa jadi seperti ini?". Ria kembali bertanya.
"Kau yakin kamu di bunuh, siapa pelakunya?". Tanya Ria sedikit terkejut.
"aku yakin, setelah puas memperkosa ku dia menyekap ku beberapa lama di gudang dan juga menyiksa ku, hanya karena aku menolak Cinta nya, aku hanya ingin fokus kuliah dan membahagiakan orang tua ku, Hikkkssss". jelas Astri.
"Siapa pelakunya?". tanya Ria.
"Pak Gading, Dosen yang tadi memberikan mu mata pelajaran, Hiiiikksss, aku ingin di kuburkan.
aku juga ingin bertemu keluarga ku, ibu ku sakit selalu memikirkan ku, bapak ku juga sudah tua. sebelum mereka meninggalkan dunia ini tolong aku Ria, tolong bantu aku mencari keadilan untuk mereka Ria". ucapnya semakin kencang menangis.
"Apakah tidak ada orang yang mencari mu dulu?". tanya Ria.
"Bapak gading membuat cerita seolah-olah aku melarikan diri bersama laki-laki, aku tidak pernah macam-macam Ria, aku di bunuh. semua yang dia katakan bohong". ucap Astri kini mengacak-acak rambut nya.
"Aku akan membantu mu, tapi ku mohon bersabar lah, aku tidak bisa langsung menuduh seseorang begitu saja, harus ada bukti untuk menangkap orang yang sudah berbuat ini padamu". ucap Ria.
"Kau tau di mana jasadmu di kuburkan?". tanya Ria.
"Aku tidak di kubur Ria, Tubuhku di awet kan oleh bapak gading, sekarang dia menyimpan jasadku di lemari kaca". bantu aku Ria.
"Bagaimana caranya kita bisa membuktikan pembicaraan mu Astri, Ria tidak mungkin kau tiba-tiba Langsung melaporkan semua ke polisi,
Ria orang lain, tidak bisa langsung memeriksa rumah orang". ucap Philip.
"Kau ingat di mana rumah mu Astri?". tanya Ria, Astri mengangguk.
"Tapi sekarang mereka sudah tidak tinggal di situ lagi, Mereka pindah entah kemana Hikkkssss". Astri terus menangis.
"Kau memiliki teman dekat waktu dulu kuliah Astri, mungkin dia tahu kemana orang tua mu pindah". ucap Ria.
"Ada, nama nya Sari, dia sahabat ku. dulu kami satu kampung, sampai sekarang dia masih tinggal di rumah nya yang dulu".jelas Astri.
"Baiklah, sekarang aku ingin ber istirahat, kau bisa pergi dulu. aku janji akan berusaha membantu sebisa ku". jelas Ria kemudian Astri mundur dan menghilang seperti awan.
"Perasaan ku tidak enak Ria". ucap Philip.
"Hiiiiikkss.. hikksss.. hiksss.. Tolong aku". kali ini suara gadis yang di luar seperti biasa tepat jam 12 malam akan berbunyi.