
"Maafkan aku Philip,aku tidak bisa menepati janji ku untuk membantu Ria melupakan mu. takdir membawa langkah nya kembali kepadamu lagi". ujar Rinjani dari kejauhan.
...****************...
"Hiikkzz,, hikzzz,, jadi selama ini kamu di sini. kenapa tidak pernah cerita. kau jahat, kau pergi meninggalkan ku sendirian di sini". ujar Ria di sela tangisan nya, membuat Felix bingung melihat nya.
Begitu juga Lula, sementara Gunawan hanya diam saja memperhatikan semua yang di lakukan Ria, sepertinya Ria sudah mendapatkan ingatan nya kembali.
Ria kemudian melihat wajah Felix dan Gunawan secara bergantian, ia menggosok sebentar air matanya dan bangkit kemudian berdiri di depan Gunawan.
"Mas sudah tahu semua ini kan, mas kenapa tidak bilang sama Ria?". ujar Ria protes karena merasa di bohongi.
"Maafkan Mas, semua karena mas punya Janji pada Philip sebelum dia pergi. ia ingin agar kamu melupakan dirinya". ujar Gunawan berusaha menjelaskan.
"Mas tahu, kalian melakukan itu semua tanpa peduli perasaan Ria. selama 1 tahun lebih Ria menanggung sakit di hati ini tanpa tahu apa penyebab nya, setiap malam menangis dengan mimpi yang tidak bisa Ria jelaskan". ujar Ria menangis kembali.
Gunawan hanya diam, ia tidak tahu harus apa sementara Lula juga sudah bingung kenapa Ria terlihat sangat marah pada kekasihnya. baru kali ini dia melihat Ria memarahi seseorang seperti tadi, biasanya Ria adalah jenis manusia yang sabar.
"Kalian semuanya jahat, bagaimana bisa kalian bekerja sama agar aku melupakan mu Philip. kau itu bodoh, Kau ingin aku melupakan mu sementara kau tidak meminta ku untuk melupakan cinta Kita". ucap Ria kembali duduk menyandar kepalanya di batu nisan Philip, sambil mengelus nya.
"Ada apa ini Gun, apakah ada yang aku lupakan. Kenapa Ria, Cinta apa yang dia maksud?". Felix bingung dengan semuanya.
Gunawan menarik nafas panjang sambil menatap Felix yang bingung dengan semuanya, kenapa Ria menangis seperti seorang kekasih yang baru saja mendapatkan kabar jika belahan jiwanya lah yang di kuburkan di sini.
"Kau ingin membuat ku terkejut saat bertemu dengan mu kan, dan kau bilang ada keunikan dari wajah yang kau miliki sehingga kami akan terkejut saat kau menunjukan Foto milik adik dari Kakek mu ini?". ujar Gunawan Gunawan bertanya pada Felix yang berusaha mencerna semua nya.
"Saat aku menemukan makam ini, aku fikir 70% aku tahu ini makam siapa, dan saat aku bertemu dengan mu justru membuat ku yakin 100% jika ini memang makan dari sahabat aku dan Ria". jelas Gunawan lagi.
"Sahabat, bagaimana bisa. Kakek ku sudah 100 tahun lebih meninggalkan dunia ini!!". ujar Felix masih tidak mengerti.
"Kau boleh percaya atau tidak, tapi kami dan Ria memiliki kemampuan untuk bisa melihat atau berkomunikasi dengan Roh-roh yang masih ada di Dunia ini".Gunawan mulai jujur pada Felix.
"Jadi maksudnya selama ini kakek Philip gentayangan di sini?". tanya Felix lagi dan mendapati anggukan dari Gunawan, Felix kembali menatap Ria yang masih menangis sambil menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya dan Kepala yang bersandar di batu nisan Philip.
"Syyy**ttt.. kamu tidak bercanda dengan semua ini kan?". ujar Felix lagi sambil menggusarkan rambut nya ke depan dan kebelakang ber ulang-ulang.
"Kau membawa foto kakek mu, apakah dia foto sendiri atau dengan yang lain?". tanya Gunawan yang sebenarnya sudah melihat foto itu tadi pagi saat ia tidak sengaja menjatuhkan bantal Felix yang ternyata menindih foto Philip di sana, Gunawan yakin itu foto dari Philip karena masih bergambar hitam putih namun masih jelas dan di sana juga ada foto 3 orang yang salah satunya memiliki wajah yang mirip dengan Ria.
Felix mengambil foto di balik jaket yang ia gunakan, dan melihat lagi foto itu. memang benar foto itu adalah milik kakek nya dan ada gadis yang memiliki wajah seperti Ria.
"Apakah dia menjadi hantu?!". tanya Felix dengan polos nya. Gunawan bingung harus jawab iya atau tidak.
"Dia tidak bisa pergi karena rasa bersalah kepada kekasihnya yang sempat mengorbankan nyawa untuk nya hingga di akhir hidup Philip ia berjanji untuk menunggu kelahiran wanita nya kembali, dan akhirnya ia bertemu dengan Ria yang ternyata bisa melihat kehadiran Philip yang sudah bukan manusia lagi". jelas Gunawan.
Lula yang sedari tadi diam menyimak semuanya merasa bersalah pada kekasih nya, jadi ini sepertinya alasan kenapa Gunawan selalu curi-curi pandang pada Felix juga Ria.
"Mereka sahabat yang cukup dekat, bahkan mungkin tumbuh Rasa cinta di antara keduanya. namun Philip sadar jika dunia mereka berbeda, jadi ia memutuskan untuk pergi menuju cahaya dan meminta kami untuk membantu agar Ria melupakannya". jelas Gunawan.
Felix masih geleng-geleng kepala, ia masih belum mengerti semuanya. bagaimana bisa ada orang yang bisa melihat Roh di dunia ini bahkan sampai jatuh cinta.
"Bagaimana mungkin bisa, aku tidak percaya jika kakek Philip pernah berhubungan dengan Ria". ujar Felix lagi.
"Kami bertemu tanpa sengaja Felix, awalnya aku tidak tahu jika perasaan ku begitu dalam padanya. namun saat ia benar-benar pergi meninggalkan dunia dan menuju cahaya tepat di hadapan ku malam itu, barulah aku sadar jika aku sangat mencintai nya". sekarang Ria lah yang berbicara sambil mengelus nisan dari Philip.
"Dia meninggal ku sendirian dengan hati yang patah saat baru pertama kali jatuh cinta, perasaan kami bersembunyi dengan Ikatan yang di namakan persahabatan. berusaha untuk saling membatasi karena kami sadar dunia kami berbeda, tidak mungkin bagi kami untuk bersama bukan?". kini air mata Ria kembali mengalir di hadapan Felix yang menatap Ria mencoba mencari kejujuran di setiap perkataan wanita di depannya ini.
"Apakah karena wajah ini dia mencintai ku, aku tidak tahu. yang aku tahu karena wajah ini lah aku bisa berjumpa dengan nya, atau itu semua hanya kebohongan yang di buat oleh Philip". ucap Ria lagi masih menangis.
Felix akhirnya menyerah kan foto yang dia bawa kepada Ria, Felix ingin Ria tahu jika apa yang di ucapkan oleh kakek nya Philip sama sekali tidak bohong karena ia juga sudah melihat sendiri wanita yang di cintai oleh kakek nya itu.
Ria mengambil foto yang di bingkai itu dan melihat satu persatu wajah yang tergambar di dalamnya, ia menutup tangan mulut dengan tangan nya untuk menahan isakan nya yang kembali lagi pecah saat melihat wajah dari dirinya juga Philip yang di apit oleh kedua orang yang sepertinya kakak dari Philip juga 1 orang yang Ria tidak tahu siapa.
"Itu kakak". tiba-tiba ada seseorang pria tua berdiri di belakang Ria, seseorang yang kemarin menjelaskan semuanya kepada Gunawan tentang sejarah makam orang-orang yang ada di depan mereka yang salah satunya Philip dan dua orang adik kakak yang Gunawan yakini sebagai cinta dari Philip juga.
Ria menoleh ke belakang saat mendengar suara itu, begitu pun Gunawan yang baru menyadari jika laki-laki tua kemarin sepertinya adalah salah satu pemilik makam yang ada di antara 3 yang terlihat berbeda di antara yang lain.
"Kau siapa?". tanya Ria lagi sambil tersedu-sedu, hingga akhirnya wajah pria tua itu berubah menjadi laki-laki muda dan di sana juga Gunawan akhirnya tahu jika kakek yang kemarin bertemu dengan nya ternyata juga sudah bukan manusia lagi.
"Aku adikmu saat di kehidupan mu yang dulu kak, aku terus menunggu kalian berdua di sini. maafkan aku yang membuat kalian terpisah, maafkan aku yang akhirnya membuat kalian harus tewas". ujar Adik dari wanita yang memiliki wajah seperti Ria.
"Aku senang akhirnya bisa melihat kalian berdua lagi, aku harap kisah cinta kalian bisa terulang dan tidak terpisahkan lagi". ujar pria tersebut kemudian pergi bersama dengan hembusan angin.
Felix yang melihat Ria berbicara sendiri akhirnya tahu, jika apa yang di katakan oleh Gunawan sepertinya benar. Ria memang bisa melihat makhluk yang tidak bisa di lihat oleh orang awam sepertinya.
"Ini, adalah makam dari wanita yang memiliki wajah seperti mu Ria". jelas Gunawan sambil menunjuk ke arah makam yang di tengah.
Ria menoleh sebentar, kemudian kembali menatap wajah dirinya dan Philip di dalam foto itu dan kembali menatap Felix.
Ria mengangkat tangan nya tanpa sadar dengan air mata yang mengalir menyentuh pipi Felix.
" Hikkkkzzzz,, hikzz.. Jadi seperti ini wajahmu jika kamu dulu hidup Philip?". ujar Ria kembali terisak karena ia bisa menyentuh wajah seseorang yang sangat ia rindukan selama ini, wajah Cinta nya.