Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
35 Syakila Susanto.


Sementara Gunawan justru tersenyum mendengar penuturan dari Lula, karena Ria benar-benar jujur tentang perkataan nya tadi malam kalau ia tidak merespon semua orang yang berusaha mendekatinya.


"Mana ada sih Lula, kamu jangan ngarang lah aku cuman mau fokus belajar dulu gak mau cinta-cintaan ah" jawab Ria dan tak lama pun pesanan makan siang mereka semua datang.


setelah selesai, Gunawan membayar kan makanan mereka. Ria sudah berusaha menolak karena tidak enak hati Terus merepotkan Gunawan sebenarnya.


tapi Gunawan bersikeras untuk membayar dan Lula tentu saja senang karena siang ini makan gratis,Waktu berlalu dengan cepat.


Ria, Lula, dan Gunawan terus berbincang hingga menujukan waktu untuk Ria dan Lula masuk kelas.


"Mas, Ria sama Lula masuk kelas dulu ya. habis ini mas mau pulang atau kembali ke kantor dulu?". tanya Ria memastikannya.


"Iya belajar yang bener ya, Mas mau ke kantor dulu. mungkin malemnya mas baru pulang ke rumah". Jawab Gunawan sambil mengelus kepala Ria.


Ria bingung harus apa karena baru pertama kali ada laki-laki yang berbuat seperti ini dengan nya.


"Cyeee too twiiittt banett cieh kamu". ujar Lula dengan suara yang di buat cadel.


"Apa sih Lula, Mas Gunawan hati-hati bertugas dan pulang ke rumah nya nanti ya. salam buat ibu". ujar Ria sambil menarik pelan tubuh teman nya Lula yang masih terpaku menatap senyuman Gunawan.


"Byee Ooppa Gunawan, sarangeo". ujar Lula memberikan tanda hati dengan jempol dan jari telunjuk yang di satukan.


Ria dengan cepat menurunkan tangan teman nya itu dan memberikan dadahan pelan ke Gunawan sebelum keduanya menghilang di balik tembok menuju tangga ke atas.


"Ck,,, dih posesif banget ni ye, cuman di kasih finger hard doang gak boleh". ujar Lula salah faham, dia fikir Ria cemburu, padahal Ria Sangat malu.


Waktu berjalan dengan cepat, sudah beberapa hari berlalu dari hari kejadian. Gunawan juga sering berbalas pesan dengan Ria, Ria yang tidak mengerti apa-apa hanya selalu membalas pesan Gunawan dengan singkat tanpa kembali bertanya. namun Gunawan justru merasakan tantangan tersendiri dengan Ria.


Ria berbeda dari wanita-wanita yang banyak ia kenal, Ria terkesan wanita yang menjaga diri dan betul-betul tidak ingin salah langkah.


Gunawan suka tipe wanita seperti ini, tapi Gunawan juga tidak ingin terlalu cepat mengambil langkah. ia juga masih belum terlalu yakin dengan perasaan nya, mungkin ia hanya penasaran dengan Ria fikirnya.


Sementara Ria sebenarnya beberapa hari terakhir ini tidak bisa fokus, karena sudah beberapa hari Philip tidak muncul.


Tapi Ria juga tidak ingin mencari nya, sepertinya Philip sudah melupakan dirinya dan sekarang pasti ia sedang bersama kak Rinjani fikir Ria.


Ria juga masih sering terbangun karena suara gadis yang menangis di tengah malam seperti biasanya.


"Apakah aku bisa menolong mu seperti aku menolong Astri, apakah aku bisa membebaskan mu?". tanya Ria pada dirinya sendiri.


Malam Jum'at Ria memutuskan untuk keluar dari raganya tepat jam 12 malam, ia ingin menemui gadis itu untuk bertanya padanya apa yang bisa Lia bantu untuk membebaskannya.


"Hikkzzz tolong aku, siapapun tolong". ujarnya, Ria melihat kakinya di rantai dengan rantai yang sangat panjang dan besar, badannya kotor juga terdapat bekas luka seperti bekas cambukan.


"Bwahahahhaa, menangis lahhh, aku senang mendengar suara mu. bwahahahhaa". terlihat oleh Ria sosok besar Hitam berbulu dengan taring yang panjang berdiri di belakang nya.


Ria bersembunyi di balik pohon besar dekat rumah itu, ia tidak berani menampakkan dirinya sampai makhluk besar itu pergi entah kemana.


meninggalkan gadis yang menangis sambil memeluk lututnya sendiri, tubuhnya bergetar karena saking takut nya.


Setelah makhluk itu tidak terlihat lagi baru lah Ria keluar dari balik pohon itu dan mendekat ke arah gadis tersebut, mungkin gadis ini umurnya sedikit lebih tua dari dirinya.


"Kau kenapa?". tanya Ria setelah sampai di depan gadis itu, ia pun mengangkat wajahnya perlahan setelah mendengar suara Ria.


"Kau bisa melihat ku?, kau gadis yang bernama Gunawan waktu itu kan, Roh mu juga keluar dari tubuh mu, apakah kau korban baru dari orang tua ku?". tanya nya sambil terisak-isak. ia takut melihat ria yang nampak sama sepertinya, takut Ria juga menjadi tumbal oleh orang tuanya yang sesat.


"Aku tidak di korban kan, jawab aku cepat sebelum makhluk itu kembali, siapa namamu?". ujar Ria.


ia ingin merencanakan sesuatu untuk menolong gadis ini. "Nama ku Syakila Susanto". Jawab nya.


"Bagaimana aku bisa menolong mu apakah kau tahu caranya?". tanya Ria.


gadis itu menggeleng pelan, ia sendiri tidak bisa mendekat ke arah raganya karena di jaga oleh para pengawal makhluk-makhluk peliharaan kedua orang tua nya.


"Hhhuuaaaa siapa kamu, berani kamu masuk ke wilayah ku, kau sudah bosan bebas sepertinya". tiba-tiba terdengar suara menggelegar dari belakang Ria.


Ria menoleh cepat, sedangkan tangan besar makhluk itu sudah hampir mendekati tubuhnya.