
"Hhhiiiikkzzz Gunawan, tolong akuu, Tolonggg". kali ini gadis itu menangis pilu tapi sambil memanggil nama Gunawan.
Ria yang mendengar nama Gunawan di panggil sempat bingung, kenapa gadis di depan bisa mengenali Gunawan.
Tapi karena hari sudah sangat larut, Ria tidak ingin terlalu memikirkan semuanya.
Dan juga karena ia ingat pesan Philip kalau gadis itu di belenggu oleh kekuatan yang sangat besar, Ria takut salah langkah.
Ria masuk ke dalam asrama, Gunawan juga sudah pamit dan meminta nomor handphone milik Ria.
karena nanti mereka akan kembali bertemu saat akan memakamkan jasad Bu Astri.
Philip sudah menunggu kedatangan Ria di kamar, Lula juga ternyata sudah tidur. pelan-pelan Ria masuk, kemudian membersihkan tubuh nya baru lah ia tidur.
Namun Ria teringat janjinya dengan Philip. "Bisa kah kau tetap di sini, aku ingin pergi ke atas gedung itu bersamamu". ujar Ria ke Philip.
karena Ria juga ingin mengatakan sesuatu pada Philip, Philip mengangguk dan Ria pun mulai menutup matanya.
Dan ketika ia kembali membuka matanya, kali ini tangan nya sudah di genggam oleh Philip. sekarang roh nya sudah ada di atas gedung, tempat biasa Philip melihat suasana kota ini.
"Indah sekali". ujar Ria.
"Dulu tidak seperti ini, suasana hanyalah hutan, kemudian mulai di bangun beberapa rumah, dan puluhan tahun berlalu hingga menjadi seperti sekarang". jelas Philip.
"Kau sudah melihat semuanya berjalan terlalu lama, apakah ada seseorang yang pernah menemani mu di sini". Ria bertanya dengan perasaan yang sedih.
"Aku selalu sendirian Ria, memperhatikan orang-orang beraktivitas dan berlalu lalang. aku harap satu di antara mereka, dia hadir.
namun 100 lebih tahun berlalu, aku baru bisa melihat nya dan bersamaku di sini". ucap Philip.
Sakit rasanya mendengar Philip selalu sendirian dalam penantian, tapi Ria Sadar mereka berbeda alam.
Ria buru-buru melepaskan genggaman tangan nya dari tangan dingin Philip.
"Jika saja kau bertemu dengan seseorang yang miliki wajah ini satu Dunia dengan mu, apakah kamu bisa pergi dengan tenang Philip?". tanya Ria.
Philip menatap wajah Ria dengan bingung namun ia tidak menjawab, ia melemparkan pandangan nya jauh ke depan.
Sebenarnya sudah lama Ria merencanakan semua ini, hanya saja ia masih belum rela jika Philip meninggal kan nya.
namun melihat betapa menderitanya Astri yang kemarin selalu menunggu tanpa kepastian, membuat Ria mulai bisa berfikir jernih.
Dia seseorang yang baik, dan yang pasti mereka Memiliki wajah yang sama.
malam ini, adalah malam terakhir Ria ingin menghabiskan waktu nya bersama Philip,
karena mulai besok ia akan meminta Philip untuk meninggalkan nya dengan alasan jika mereka tidak bisa selalu bersama.
Dan juga Ria sudah menyiapkan pengganti diri nya untuk menemani Cinta pertama nya, ya itu Philip. Cinta yang harus ia relakan dan lepaskan,
beberapa lama Ria diam sambil sesekali memperhatikan Philip yang sedang menatap ke arah depan, akhirnya Ria membuka pembicaraan. "Philip aku ingin mengenal kan mu pada seseorang". ujar Ria.
Philip menoleh menghadap ria. "Siapa?". tanya nya.
"Sebentar aku panggil kan terlebih dahulu". Ria menutup mata nya beberapa saat sampai terdengar suara seseorang memanggil namanya dari arah belakang Philip.
"Ria, kau memanggilku ku". ujar suara lembut dari sosok yang ia panggil, Philip menoleh ke belakang.
Alangkah terkejutnya Philip melihat seseorang dengan wajah yang sama dengan Ria menggunakan pakaian adat, dengan mahkota cantik di atas kepalanya.
Sepertinya ini adalah pakaian adat dari Ria berasal.
"Ya kak, aku ingin mengenal kan mu para teman ku yang kemarin sempat aku ceritakan, kenalkan ini Philip". ujar Ria.
Philip mengulurkan tangan nya walaupun masih dengan wajah yang bingung.
"Philip ini kakak kembar ku, kami kembar tapi beda alam, dia sama seperti mu. aku harap kalian ber dua bisa dekat, dan kau bisa mengakhiri kesendirian mu lagi. Temanku". ujar Ria dengan sengaja menekan kata teman agar Philip tahu Ria tidak ingin memiliki ikatan apa pun dengan nya.
"Jadi kau yang selama ini menemani adikku, senang bisa berkenalan dengan mu, terimakasih selama ini membantu menjaga Ria". ujar kembaran Ria.
"Sama-sama". ucap Philip sambil tersenyum, Ria yang melihat senyum Philip sedikit tercubit hatinya, namun ia juga tidak ingin membuat Philip terus berharap pada nya.
akan sangat egois jika ia menahan Philip untuk mendapatkan kebahagiannya, jika ia tidak melepaskan Philip dengan seseorang yang Ria yakini tercipta memang untuk Philip.
"Pasti tuhan punya rencana kenapa ia juga menciptakan kembaran ku di alam yang berbeda". ucap Ria dalam hati.
mereka berbicara bersama, bertukar cerita, terlihat Philip yang selalu menatap wajah kembaran Ria dengan senyuman.
"Mungkin Philip akhirnya bahagia, bisa betul-betul bersama seseorang yang selama ini ia nantikan. seseorang yang sangat ia rindukan, Philip tidak benar-benar mencintai ku, ia bersama ku mungkin karena wajah ini, berbahagialah Cintaku". ujar Ria membatin.
kemudian ia pamit karena hari sudah hampir subuh, meninggalkan Philip juga saudara nya berdua di atas dan ia akan kembali ke Raganya sekarang.