Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
80 Suara Kuyang.(Palasik)


Sungai Mantaya, sungai dengan sejuta cerita dan misteri di dalam nya. Ria kembali menatap ke arah sungai besar itu, di mana sekarang terlihat sebuah istana emas di di tengah-tengah sungai besar itu dan anehnya istana itu terlihat mengapung di mata Ria.


Ria sudah di jemput dengan ayah dan ibunya di depan pelabuhan, mereka saling berpelukan menumpahkan kerinduan nya di sana dan akhirnya mereka pulang ke kampung Ria.


Tenyata di rumah sudah berkumpul kedua nenek dan kakek Ria, ia sangat merindukan keluarga nya. mereka berbincang bersama. makan dan menanyakan bagaimana Ria di sana.


Ria menceritakan apa saja pengalaman nya di sana sedikit, karena tidak mungkin dia mengatakan kalau di sana dia sempat sakit dan bahkan hampir kehilangan nyawanya.


Ria tidak ingin keluarga'nya sedih dan khawatir nanti jika Ria akan kembali ke Surabaya.


Akhirnya malam pun tiba, tadi juga ada Susi sahabat Ria yang main ke rumah, Susi sudah menikah tidak lama setelah dia lulus dan sekarang dia sedang hamil 4 bulan dan dari tadi Anton sudah bersama Rinjani setelah turun dari kapal. Ria tidak bisa mengajaknya ke rumah karena tidak ingin Anton merasa tidak di perhatikan karena tidak ada yang bisa melihat nya selain dirinya.


Ria tidur di kamar tempat biasa dia menginap di rumah kakeknya, karena memang sekarang mereka semua sedang di rumah kakek Darma.


Rumah Susi berada tepat bersebelahan dengan rumah kakek Darma, dekat dengan kamar Ria sekarang.


Sayup-sayup terdengar suara seperti binatang mendengik pelan di dekat kamar ria.


ngggiiiikkkkk... ngiiiiiikkk... ngiiiikkkk.


Suara itu terdengar berulang-ulang malam itu, juga terdengar sesekali nafas orang terengah-engah bersahutan dengan suara dengikan tadi.


Tiba-tiba Rinjani muncul dengan Anton di kamar Ria, Ria masih belum tidur. dia merasa terganggu dengan suara itu sebenarnya.


"Ada Kuyang di luar ria, itu suara dari telinganya". ujar Rinjani, Anton terlihat takut sekarang dan duduk di dekat Ria. untuk orang-orang Kalimantan bukan rahasia jika di sana terkenal dengan makhluk itu, bahkan anak-anak juga tahu.


"Terdengar seperti suara anak b*bi, tapi juga terdengar seperti suara orang kelelahan". ujar Ria menjelaskan pada Rinjani.


"Ya, memang seperti itu". Rinjani menganggukkan kepalanya.


"Sedang apa dia di sini". fikir Ria hingga ia ingat jika sahabat nya Susi sedang hamil muda di sebelah rumah kakek nya ini.


"Sepertinya ada orang hamil di dekat sini". ujar Rinjani yang tidak tahu jika di sebelah rumah ini adalah rumah Susi sahabat Ria memang sedang hamil.


"Kawan ku di sebelah sedang hamil muda memang, bisa kah kakak meminta seseorang menjaga Susi malam ini kak". Pinta Ria pada Rinjani.


"Aku akan meminta panglima kita menjaga nya malam ini". ujar Rinjani kemudian ia pergi, seperti ke istana Datuk Kurnia.


"Siapa yang menjadi kuyang di kampung ini, dari dulu sepertinya tidak pernah ada di sini wanita kuyang". batin Ria lagi.


nggiikkkkk,,, ngikkkkk,, ngikkkkk.


Suara itu masih ada, namun tidak beberapa lama akhirnya suara itu berhenti dengan kemunculan Rinjani kembali.


"Aku sudah meminta beberapa panglima menjaga Susi". ucap Rinjani.


Keesokan harinya Ria yang masih ingat kejadian tadi malam pun memberanikan diri untuk bertanya pada kakeknya, apakah di kampung nya ada pendatang baru.


Dan kakek Darma pun mengatakan jika ada sepasang suami istri memang yang baru pindah ke kampung tempat Ria.


"Ada memang sepasang suami istri yang baru pindah Ria, suaminya dari Jawa sementara istri nya orang kita, tepat nya orang orang ulu". ujar kakek Darman lagi.


"Apakah baru-baru ini ada kasus wanita hamil lalu keguguran kah Kek??". tanya Ria.


"Ada, sudah dua orang yang hamil kemudian mereka ke guguran. sebenarnya kakek sudah menebak kenapa mereka bisa keguguran, tapi mereka tidak mungkin percaya dengan ucapan kakek tua ini ini bukan " ucap kakek Darma lagi.


"Sekarang Susi yang di incar kek, tapi beruntung Ria sudah meminta pengawal untuk menjaganya". jelas Ria, kakek Darma mengangguk faham.


"Sepertinya kita harus mencoba menemukan siapa yang jadi kuyang di kampung kita ini". ujar kakek Darman pada Ria.


"Kakek benar, kasihan jika nanti banyak yang kehilangan bayinya". ucap Ria lagi.


"Kakek bisa kah mencarikan Ria daun nanas, dan batang jeruk berduri yang banyak kek, ria ingin memberikan nya untuk Susi yang sedang hamil untuk menutup jalan Kuyang itu masuk ke rumah Susi". pinta Ria.


"Untuk apa daun itu nak?". ujar Kakek Darma bingung.


"Bagaimana pun Kuyang itu manusia, mereka perlu celah untuk masuk ke dalam rumah kek. Semua tumbuhan berduri tadi adalah untuk menghalangi mereka masuk, karena mereka takut jika duri-duri dari tanaman itu tertusuk ke organ nya kan kek". ujar Ria, karena dia baru saja mendapatkan saran itu dari Datuk kuning nya yang sekarang duduk di sebelah Ria.


"Baik, kakek keluar dulu kalau begitu. kakek akan carikan banyak daun nanas dan batang jeruk muda". ujar kakek Darman kemudian pamit pergi sebentar pada semua orang rumah.


Siang harinya pun kakek Darma sudah pulang membawa banyak daun nanas dan pohon berduri itu, dan Ria bergegas untuk ke rumah Susi sekarang dengan membawa apa yang tadi ia pinta pada kakeknya.


"Assalamualaikum sus,ada orang gak di rumah". ujar Ria sesampainya di rumah Susi dan terdengar suara sahutan salam dari dalam.


Sekarang Susi dan Ria pun mengobrol sebentar dan menanyakan kabar Susi dan bayinya. Susi pun menjelaskan jika tadi malam dia sempat tidak bisa tidur karena perutnya terasa panas ujar Susi menceritakan semuanya pada Ria.


"Ada Kuyang tadi malam di luar, mungkin itu yang membuat kamu tidak bisa tidur tadi malam, dan ini pasang di atas jendela dan pintu Angin ya sus. ini untuk jaga-jaga supaya mereka tidak masuk untuk mengambil bayimu". ujar Ria.


Susi terkejut mendengar penjelasan Ria, bagaimana ada kuyang di kampung ini, fikir Susi namun ia tetap mengikuti apa yang Ria jelaskan dan dengan di bantu suaminya mereka memasangkan Daun nanas juga Batang jeruk di setiap lubang di rumah nya.


Ria pun izin pulang setelah cukup lama di rumah Susi. "Sus ingat ya, nanti malam sebelum tidur taruh sapu lidi kalian di depan pintu rumah ya".ujar Ria lagi dan izin pamit.


"Teman mu orang pintar ya sus?".tanya suami Susi pada istrinya.


"Dia memiliki kelebihan dari keturunan nya, jadi dia bisa melihat sesuatu yang tidak bisa kita lihat". jelas Susi pada suaminya itu.


"Adek, jangan takut lagi ya. tu rumah kita udah di pasang ranjau, nanti malam bobo yang nyenyak. jangan kaya tadi malam bapak jadi gak bisa tidur karena mamak mu kesakitan melulu". ujar suami Susi sambil mengelus perut istrinya yang sudah sedikit membuncit itu.


"Semoga ya bapak, tu Kuyang gak bisa gangguin anak kita setelah di pasang ini semua".ujar Susi kemudian mereka masuk lagi ke dalam rumah setelah di lihatnya Ria sudah sampai di rumah kakek nya.