
Yah seperti ini lah contoh kecil kehidupan Ria dan Gunawan, di saat yang lain mungkin bisa menjadi manusia normal. mereka yang di berikan kelebihan special seperti Ria dan Gunawan pasti memiliki cerita lain di hari-hari nya.
"Ria kamu baik-baik saja". tanya Gunawan sambil terus fokus menyetir, namun bukannya menjawab Ria masih sibuk dengan Fikiran nya sendiri hingga Felix pelan memegang tangan Ria yang dingin karena memang ia tidak menggantikan bajunya terlebih dahulu namun langsung kembali ke rumah Gunawan.
Flashback on:
"Ria, Ayahnya tidak sadar dengan apa yang dia lakukan. sepertinya dia di guna-guna oleh istri mudanya, sebaiknya kita panggil Datuk dan Biarkan beliau mengambil keputusan apa yang akan kita lakukan".ujar Rinjani saat Ria masih memperhatikan Ayah cinta memeluk anak nya saat baru saja dia selamat di pantai tadi.
Namun tanpa mereka tahu ternyata Datuk kuning sudah ada di dekat mereka, beliau juga lah yang mengusir wanita berbaju hitam di pantai tadi sehingga wanita itu pergi kembali masuk ke dalam lautan.
Dan saat Ria dan Rinjani sedang berunding Datuk kuning muncul dan memegang kepala ayah Cinta hingga pria tersebut melemahkan pelukannya ke Cinta agar Ria bisa leluasa mengambil anak kecil itu dan membawanya ke pangkuan Cucunya itu.
"Bawa dia menjauhi ibu tirinya, semuanya belum selesai. Ria kamu bersiap lah, mungkin makhluk yang kau akan lawan sekarang adalah puncak dari kekuatan yang akan seimbang dengan kemampuan kami sebagai penunggu sungai Mentaya, mereka juga memiliki kerajaan di dalam laut sana". ujar Datuk kuning hingga akhirnya Ria dan Rombongan yang lain bergegas pergi dari pantai itu.
Flashback off.
Ria yang sedang melamun pun tersadar saat tiba-tiba tangan hangat Felix menggenggam tangan nya.
"Ada apa Felix?!".Tanya Ria pelan, sudah kembali ke mode Ria yang sebenarnya.
"Gunawan bertanya apakah kau baik-baik saja?!". tanya Felix kepada Ria.
"Ria baik-baik saja Mas,maaf sepertinya sekali lagi kita akan berurusan dengan makhluk yang mungkin memiliki kekuasaan dan kekuatan lebih besar lagi mas. apakah mas siap?!".tanya Ria.
Gunawan yang sudah tahu jika mereka akan kembali berurusan dengan makhluk ghaib sebenarnya pasti sudah bersiap, seperti insting nya sebagai seorang aparat. Gunawan pasti sudah membaca situasi ini,namun apakah makhluk ini sangat kuat?!.
"Apakah mereka Sangat kuat Ria?!". Tanya Gunawan mencoba memastikan.
"Sangat, mungkin lebih kuat dari waktu kita melawan makhluk ghaib yang di pelihara almarhum ayahnya Mas". ujar Ria.
Gunawan menatap Ria dari spion depan nya dengan wajah yang serius, namun bagaimana juga ini adalah tanggung jawab yang harus ia dan Ria jalani.
"Lula, Felix. sebaiknya kalian kembali ke tempat kalian. Pergi dulu dari kami, jangan berada di dekat kami malam ini. aku tidak ingin kalian mendapatkan imbasnya, kali ini aku tidak tahu apakah aku bisa melawan mereka". jelas Ria sambil memasang wajah khawatir.
"Ria, kenapa kami harus pergi. aku tidak akan kemana-mana. kau adalah sahabat ku, kita akan hadapi semuanya bersama dan juga calon suamiku pasti akan menjaga ku Ria, aku juga selalu menggunakan kalung pemberian mu". ujar Lula kepada Ria dengan yakin sambil memegang kalung penjaga pemberian Ria dulu.
"Felix, kau masih mencintaiku setelah kau tahu siapa aku dan bagaimana dunia ku. aku bukan wanita normal seperti wanita biasanya, aku Berbeda". ujar Ria pelan dan sekarang sudah berlinang air mata, bohong jika kehadiran Felix tidak memberikan efek apapun dalam hidup nya.
Jantung nya kembali berdetak kencang saat ia pertama kali melihat wajah itu, dan dia juga sadar jika sudah lama menantikan kehadiran nya. walaupun Ria belum yakin dengan perasaan nya, Ria tidak ingin Felix kenapa-napa namun dia juga tidak ingin kehilangan Cinta nya lagi juga sebenarnya.
"Ria,aku tahu sejarah kakek Philip. izinkan aku terus bersama mu dan biarkan Tuhan saja yang menentukan bagaimana nasibnya diriku nanti, aku tidak ingin jika nanti aku juga merasakan kehilangan seperti kakek Philip". Felix semakin menggenggam kuat tangan Ria dan akhirnya Ria pasrah dan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah jika begitu, apapun yang terjadi. kita hadapi bersama, Ria harap Allah kirimkan kita bantuan agar kita bisa selamat malam ini". ujar Ria lagi dan akhirnya setelah beberapa lama mobil yang di Kendarai oleh Gunawan sampai ke rumah.
Kebetulan ternyata ibu Sari sudah pulang dari menjenguk keluarga nya yang sakit tadi dan bingung melihat anak-anak sudah kembali padahal kemungkinan mereka akan kembali nanti sore paling cepat.
Semua orang turun Ria dengan baju yang masih basah, begitu juga Felix yang masih menggendong Cinta yang masih menangis sesenggukan di pelukan Felix. sebagai seorang ibu dan juga dokter ibu Sari tidak ingin jika anak yang di bawa mereka kenapa-napa pun segera mengambil Cinta dari pelukan Felix.
Lula terlihat membawa tas pink yang ibu Sari yakini jika itu adalah perlengkapan dari Anak yang di bawa Felix pun langsung meminta Lula mengikuti nya ke dalam rumah, Bu sari berencana langsung membersihkan Cinta dan memeriksa keadaannya nanti. namun sebelum itu Bu sari terlebih dahulu meminta Ria agar juga segera mengganti bajunya yang juga basah ke dalam rumah.
"Ria sayang, kamu juga bersihkan diri di dalam ya. ibu takut kamu sakit, nanti kalian bisa jelaskan semuanya ke ibunya ya. ibu akan membersihkan anak ini dengan di bantu Calon menantu ibu Lula, bisa kan sayang?". tanya ibu Sari sambil masih memeluk Cinta yang terlihat nyaman di gendongan ibu Sari.
"Cinta Bu, nama anak ini Cinta. ayo kita kedalam, Lula senang bisa membantu ibu". ujar Lula kemudian masuk ke dalam rumah terlebih dahulu.
"Mas, Ria masuk dahulu untuk membersihkan diri. mungkin Datuk ingin berbicara dengan mas juga sepertinya". ujar Ria sambil memberikan kode ke Gunawan dan ternyata dari tadi Datuk sudah duduk di gazebo bersama dengan Rinjani juga Darwin.
"Ya, bersihkan diri mu Ria. kau juga Felix, kamu juga basah karena memangku Cinta tadi. aku ingin berbicara dengan seseorang dulu". ujar Gunawan sambil berlalu dan Ria sudah melangkah masuk ke dalam juga meninggalkan Felix yang kebingungan melihat Gunawan yang berjalan menuju gazebo padahal dia bilang ingin berbicara dengan seseorang.
Namun dengan cepat Felix tahu, ia lupa jika Gunawan juga sama seperti Ria yang memiliki mata batin. sepertinya orang yang di sebut oleh Gunawan bukan lah orang seperti dirinya, namun orang dari dunia lain.
Setelah memberikan salam akhirnya Gunawan ikut bergabung duduk dengan Datuk kuning, Rinjani juga Darwin.
Datuk menarik nafas panjang dan memanggil nama seseorang hingga muncul seorang wanita yang mungkin seumuran dengan Gunawan, masih muda namun sepertinya dia sudah tidak lagi hidup karena tubuhnya yang terlihat lebih pucat dari pada Dirinya, bibir kebiruan dan Rambut nya yang basah seperti seseorang yang baru saja terkena hujan.
"Kami akan melindungi putri mu Ratmi, kami akan bantu sebisa kami". ujar Datuk kepada wanita yang ternyata bernama Ratmi itu.
Gunawan memperhatikan lagi dan mencerna ucapan Datuk yang ingin menyelamatkan anaknya, mungkinkah Dia ibu kandung Cinta, ujar Gunawan dalam hati.