
Tatik terus duduk di pangkuannya tanpa peduli dengan Randy yang sekarang sudah hampir kehabisan suara karena terus berteriak.
Ke esokan harinya Ria dan Lula sudah bersiap menemui Bu Darminah bersama dengan Gunawan yang ternyata mau menemani mereka semua untuk mencari di mana keberadaan Tatik, mereka berencana akan menggunakan kereta api saja karena ibu Darminah yang tidak berani naik pesawat.
Setelah 10 jam lebih perjalanan sekarang mereka sudah sampai di jakarta pada malam hari,dan langsung mencari penginapan yang bisa untuk mereka beristirahat sebelum besok mulai pencarian.
Sebenarnya bukan pencarian, karena Ria sudah tahu tempat mana mereka tuju pertama kali. karena Tatik sudah cerita jika ia di sini tinggal dengan teman nya yang bernama Dewi, dan ternyata Dewi inilah yang sudah menjerumuskan Tatik ke jalan yang tidak benar untuk mendapatkan uang.
Karena Tatik yang memang sangat membutuhkan uang akhirnya ia pun mengikuti saran dari Dewi selama beberapa bulan terakhir dia bekerja sebagai PSK di kota besar ini, dan atas saran dari Dewi juga Tatik memasang susuk di tubuhnya dengan alasan agar banyak mendapatkan pelanggan.
Tatik yang memang tidak ingin selamanya Bekerja seperti itu pun akhirnya mau memasang susuk agar ia bisa cepat mengumpulkan uang dan berhenti setelah ia sudah mendapatkan uang yang cukup untuk operasi adik nya.
Tapi sayangnya Dewi akhirnya cemburu dengan Apa yang Tatik dapatkan, sungguh miris nasib Tatik, niat hati ingin meringankan beban orang tuanya. tapi malah berakhir dengan tragis.
Pagi sekali mereka ber 4 sudah bersiap setelah sarapan untuk mencari apartemen di mana Tatik dan Dewi tinggal, sangat mudah sekarang mencari alamat seseorang dengan aplikasi yang ada di handphone dan tidak butuh waktu lama sekarang mereka sudah sampai di depan gedung tinggi tempat Tatik.
Mereka naik ke atas setelah dapat izin dari penjaga di tambah Gunawan yang memberikan informasi tetapi siapa dia hingga mereka bisa mendapatkan akses untuk ke apartemen Tatik.
Setelah hampir sampai di depan apartemen Ria, Lula, ibu Darminah juga Gunawan sedikit bingung melihat seorang Pria muda cukup tampan dan tinggi sedang menggedor-gedor pintu apartemen milik Tatik. Pria itu terus memanggil nama Tatik berulang-ulang hingga ibu Darminah yakin jika itu benar apartemen anaknya dan bersyukur dia sudah bisa menemukan di mana anaknya.
"Tatiikkk, sayang, buka pintu nya. aku mohon jangan begini, sudah dua bulan kau mendiamkan ku, aku mohon sekali saja temui aku. aku janji bagaimana pun keadaan kamu, aku akan terima kamu apa adanya, ayo kita sama-sama cari jalan keluarnya sayang". ujar pria tersebut sambil Terus menggedor pintu apartemen milik Tatik juga Dewi.
Ibu Darminah dan lain yang masih terus berjalan menuju ke pintu apartemen Tatik mendengar semua ucapan pria itu, sepertinya dia adalah kekasih Tatik.
Tatik ternyata sekarang sudah menangis di pojokan pintu karena melihat kekasihnya terus berteriak memanggil nya, Ria yang akhirnya melihat keberadaan Tatik di dekat Pria itu semakin yakin jika pria itu adalah kekasihnya Tatik.
"Sayang, maafkan aku". ujar Tatik sudah menangis tersedu-sedu.
"Nak, kamu mencari Tatik juga". ujar ibu Darminah setelah sampai berdiri di belakang Pria itu dan memegang pundaknya. pria itu menoleh ke belakang, melihat seseorang wanita paruh baya di belakang nya sedikit terkejut.
"Iii,,, ibuk siapa?, apakah ibu penghuni lantai sini, maaf saya mengganggu, saya sedang berusaha menemui kekasih saya yang sudah dua bulan ini tidak ada kabar". ujar pria itu menjelaskan.
"Saya ibunya Tatik, saya juga sedang mencari keberadaan putri saya nak, sudah dua bulan ini juga dia tidak memberikan kabar apapun pada saya". ujar Ibu Darminah sekarang sudah menangis.
Ia benar-benar semakin khawatir, kenapa anak nya tidak ada kabar sama sekali bahkan dengan orang terdekat nya di sini.
"Kenapa kamu menggedor-gedor pintu, apakah tidak ada orang di dalam?".tanya ibu Darminah.
Tatik yang tahu jika Dewi sekarang ada di dalam bersandar di depan pintu itu, ia memberi tahu Ria jika Dewi ada di dalam. Dewi ketakutan hingga tidak berani membuka kan pintu untuk Rian kekasihnya, Gunawan yang juga mendengar penuturan Tatik pun akhirnya maju dan kembali mengetuk pintu.
"Dewi, kamu ada di dalam kan. buka pintu nya, jika tidak kami akan mendobrak pintu ini".Ujar Gunawan namun Dewi masih tidak ingin membuka pintu itu, apalagi setelah ia mendengar ada polisi di depan pintu.
Tatik muncul di depan Dewi, meminta nya untuk membuka pintu. Dewi menangis tapi juga ingat janjinya pada Tatik tadi malam, ia berjanji akan mengatakan semuanya pada semua orang pun akhirnya menyerah.
Dewi sangat takut dengan Tatik yang sekarang sudah berdiri di depan nya dengan tubuh pucat dan wajah buruk bahkan bola matanya yang memutih buram, membuat Dewi semakin bergetar sambil membuka pintu apartemen itu.
"Dewi di mana Tatik". ujar Rian setelah pintu terbuka dan masuk ke dalam, Bu Darminah dan yang lain mengikuti langkah Ria yang langsung menuju ke kamar milik Tatik.
Dewi masih melihat sosok Tatik menangis, Dewi pun bersujud di depan semua orang, tubuhnya bergetar ketakutan melihat Tatik di depannya sambil masih menangis.
"Saya bukan pembunuh,saya tidak meminta mereka menghabisi Tatik. bukan salah saya, tatiikkkk ini bukan salahku. kamu mati bukan salah ku". ujar Dewi meraung-raung saking takutnya.
"Apa yang kamu bilang nak Dewi, Saya ibunya Tatik. jelaskan pada ibuk di mana Tatik nak, siapa yang di bunuh. siapa yang mati nak??". ujar Bu Darminah sambil menangis,dia benar-benar ketakutan hingga tubuhnya lemas sekarang, beruntung Ria dan Lula dengan sigap merangkul tubuh Bu Darminah.
"Ibuk,sabar.. kita coba cari Tatik pelan-pelan ya Bu". ujar Ria.
"Dewiii, di mana Tatik, apa yang kamu lakukan padanya". sekarang giliran Rian yang mengamuk sambil mencengkram kerah baju Dewi, Gunawan dengan sigap mencoba menenangkan Rian agar Dewi tidak ketakutan untuk menjelaskan semuanya.
"Riann,, aku mencintai mu. aku tidak suka kamu berhubungan dengan Tatik, aku hanya ingin mereka memberikan pelajaran untuk Tatik, tapi... tapi.. tapi mereka menghabisi Tatik, aku mohon bantu aku, Tatik mendatangi ku. aku takut, selamat kan aku dari hantu Tatik yang meneror ku Rian". ujar Dewi sambil memegang tangan Rian memohon untuk di selamatkan.
"Jadi sekarang di mana Tatik Bangs*t, apa yang kamu katakan. Hantu siapa, Tatik kenapa?". ujar Rian berusaha kembali mencengkram Dewi namun sekali lagi Gunawan menahannya.
"Sabar sedikit Rian, kamu seperti ini tidak akan menyelesaikan masalahnya". ujar Gunawan membentak Rian.
"Sekarang katakan pada kami di mana Tatik?". ujar Ria bertanya pada Dewi.
"Dia kami kubur di gedung X,di dalam sana. kami menguburkan jasadnya". ujar Dewi sambil ketakutan, ia tidak berani berbohong karena Tatik masih berdiri di depannya sambil menatap mereka semua.