
Gunawan memperhatikan lagi dan mencerna ucapan Datuk yang ingin menyelamatkan anaknya, mungkinkah Dia ibu kandung Cinta, ujar Gunawan dalam hati.
Flashback on:
Rinjani sudah hampir berubah menjadi manusia kembali namun saat ia melihat sosok seorang wanita di dalam air sedang berenang mendekati nya dan memegang ekornya dengan kencang, namun bukan karena seperti ingin mencelakakan Rinjani, wanita itu hanya seperti seseorang yang juga ingin di selamatkan dari dalam air itu.
Hingga akhirnya Rinjani pun membiarkan wanita itu mengapung dan keluar dari dalam air bersama nya, saat Ria membawa tubuh anak perempuan itu ke darat terlihat wanita yang tadi ikut keluar dari dalam air itu hanya menangis seperti ingin menggapai anak kecil tersebut.
"Cinta, bertahan sayang mama. tuhan Saya Mohon selamat kan Putri ku, jangan sampai ia juga menjadi tumbal seperti aku... hikkzz .. hikkzzz". ujar wanita itu masih menangis di tepi pantai, terlihat wajah khawatir juga ketakutan di mata wanita itu di saat Rinjani memperhatikan nya.
"Dia putri mu?!". ujar Rinjani akhirnya berubah menjadi sosok putri lagi dan di sana lah Ratmi mengenalkan dirinya juga menjelaskan sedikit kenapa dia bisa mati, dan mengatakan kali ini putri nya lah yang akan di jadikan tumbal juga seperti dirinya.
flashback off.
"Bagaimana bisa kamu menjadi seperti ini?!". tanya Gunawan pada Ratmi, dalam hatinya Gunawan juga merasa iba karena melihat sosok di depannya yang masih sangat muda namun sudah harus mati dan meninggalkan seorang putri.
"Awalnya aku sakit, namun saat berobat tidak ada satupun dokter yang mengetahui apa penyebab nya.. hikkkzzz.. hikzzz". Ratmi memulai cerita nya.
"Sudah 3 bulan aku sakit, namun suamiku seperti tidak terlalu peduli dengan keadaan ku juga putri kami Cinta. awalnya aku Fikir dia sibuk, ternyata dia sedang menjalin Cinta dengan sahabat ku sendiri dan aku memang di buat sakit agar tidak menghalangi dirinya untuk memiliki suamiku... hikkzz". lanjut Ratmi lagi.
"Suamiku adalah sosok yang setia, dia selalu menemani kemana pun aku pergi termasuk jika sedang ada pekerjaan untuk mengisi acara tarian dan sinden di acara hajatan. pantas saja dia berubah menjadi tidak peduli padaku, ternyata sahabat ku sendiri yang mengguna-guna suamiku agar tidak lagi mencintai ku". Ratmi semakin terisak-isak menceritakan semuanya.
"Sudah berapa lama kamu menjadi roh seperti ini?, apa yang membuat mu bisa berada di pantai itu?!". tanya Gunawan, Ratmi menggelengkan kepalanya dengan linangan air mata di wajahnya yang pucat.
"Aku terjebak di dalam lautan di pantai itu, tidak tahu berapa lama. yang aku rasakan hanya rasa sesak dan lemas seperti tercekik namun tidak bisa keluar dari dalam lautan hingga akhirnya melihat Anak perempuan seperti anakku yang sedang tergulung ombak.. dan terikat kain panjang yang membawa tubuh kecil nya semakin tenggelam hikkzz.." Ratmi mencoba menjelaskan pada Gunawan.
"Aku melihat wanita muda yang di bantu oleh Buaya besar juga seorang laki-laki membuat menyelamatkan putri ku, dan di saat bersamaan aku melihat cahaya di atas tubuh mereka dan di situ seperti pintu gerbang yang terbuka hingga aku akhirnya bisa keluar dari dalam air". lanjut nya lagi.
"Bagaimana kamu bisa tahu jika sahabat mu lah yang menumbalkan dirimu, padahal tanpa mengambil nyawamu pun bisa jika ia ingin merebut suamimu kan?". kali ini Rinjani lah yang bertanya.
"Aku tahu!!!. saat pemakaman ku dia datang sambil menangis,aku fikir dia merasa kehilangan ku. namun saat semua orang pergi dari kuburan ku, di sana dan dia mengatakan jika dirinya lah yang membuat aku meninggal. saat aku ingin mendekati nya dengan keadaan ku yang sudah menjadi Roh tiba-tiba seorang wanita berbaju hitam datang menarik ku kedalam air.. hikkkzz... hikkzz". Ratmi semakin terisak mengingat semua yang sudah terjadi pada dirinya.
Rinjani melirik ke arah Datuk yang sepertinya sudah tahu semuanya hingga ia sendiri lah yang sekarang turun tangan langsung untuk membantu Ria untuk menyelamatkan Cinta.
"Benar-benar tidak punya hati mereka, bagaimana bisa mereka sampai hati ingin menumbalkan anak tidak berdosa!!?". Gunawan sudah semakin emosi sekarang.
"Jangan salah faham Gunawan, sabar, kuasai amarah mu. Ayah Cinta tidak berniat untuk mencelakakan putri nya, selain karena efek guna-guna yang membuat nya selalu menuruti apa yang Wanita itu pinta. Juga ia tidak tidak tahu jika ritual yang mereka lakukan adalah untuk menumbalkan putrinya Cinta, sama seperti kematian Ratmi yang ia fikir hanya meninggal karena sakit. padahal dia di jadikan tumbal oleh wanita itu". Datuk memang bijak, tidak ingin asal menuduh seseorang.
"Lalu bagaimana sekarang, apakah kita bisa menyelamatkan Cinta Datuk?".Tanya Ratmi, ia sangat takut jika putri nya akan menjadi korban juga.
"Dengan bantuan Tuhan, Allah SWT, semoga kita bisa menyelamatkan putri mu. Seperti suami yang sudah sadar sekarang". ujar Datuk kemudian menatap ke arah depan di mana seorang laki-laki dengan cepat memasuki pekarangan rumah Gunawan dan memarkirkan motornya di depan gazebo di mana Gunawan terlihat duduk seorang diri jika dengan mata awam.
Setelah mengucapkan salam, dia bergegas memegang tangan Gunawan untuk menanyakan bagaimana keadaan putri tercinta nya dengan berurai air mata.
Sepanjang jalan pria itu terus menangis mengingat istri pertamanya yang sudah meninggal, ibu dari putri nya Cinta. entah kenapa dia begitu merasa kehilangan, padahal waktu dia sakit dan bahkan hingga menghembuskan nafas terakhirnya Ayah Cinta tidak pernah merasa iba dan bersedih seperti ini.
"Ratmi, maafkan Mas ya. Mas sudah jahat sama kamu". ujar nya sepanjang jalan setelah ia mengatakan istri keduanya ke rumah tadi, kemudian segera bergegas ke rumah Gunawan yang sudah dia ketahui di mana.
"Putri saya di mana Mas, apakah dia baik-baik Saja?!!". ujar nya bertanya pada Gunawan.
"Cinta ada di dalam, Izinkan dia malam ini menginap di rumah ini. nyawa Cinta sedang dalam bahaya, kami ingin mencoba mematahkan Ritual ghaib yang istri muda mu lakukan untuk menyakiti Cinta". Jelas Gunawan.
"Akan ku Bun*h wanita sundal itu, bagaimana bisa ia menjadikan putri ku sebagai tumbalnya". ujar Ayah cinta dan berusaha bangkit namun di tahan oleh Gunawan.
"Tidak hanya putri mu sebenarnya, tapi juga ibu Cinta juga sudah terlebih dahulu menjadi tumbal oleh wanita itu. Namun bukan itu yang terpenting, kami perlu kamu untuk menjaga Cinta malam ini agar dia tidak ingin kemana-mana malam ini, bagaimana pun pasti anak kecil tidak akan mau berpisah dengan orang tuanya". ujar Gunawan, tumpah lagi air mata ayah Cinta yang mendengar jika istri pertamanya ternyata meninggal karena di Tumbalkan terlebih dahulu.
"Aku laki-laki brengs*k, saat Ratmi sakit aku tidak peduli padanya. tuhan, harus aku saja yang mati. kenapa harus Ratmi, dan sekarang anak ku juga di incar". di tengah tangis nya ayah Cinta berbicara terisak dan duduk di tanah karena merasa tubuhnya lemas tidak bertenaga lagi untuk menopang badannya.
Ratmi yang melihat suaminya seperti itu pun semakin menagis terisak.
"Ini bukan salah mu Mas, aku tahu kamu laki-laki yang baik. hanya saja karena guna-guna itu lah yang membuat mu menjadi tidak peduli pada kami, hikzzzz.. hikkzz". Ratmi sekarang juga duduk di depan Suaminya, mengulurkan tangan nya namun tidak bisa menggapai tubuh suaminya itu.
Hingga akhirnya mereka berdua menangis bersama hari itu, Datuk sendiri sekarang masih membiarkan mereka saling berbagi perasaan dan penyesalan nya.
Sebelum nanti malam ia kembali harus menyiapkan pasukan untuk melawan makhluk yang sudah mengincar gadis kecil Cinta..