
"Tidak, aku tidak akan pernah melepaskan ajian ini. aku ingin hidup lebih lama lagi". ujar Yuni berusaha bangkit dan menyerang Ria lagi.
Namun sekali lagi tubuh nya terpental, Semua itu karena Rinjani yang selalu menjaga Ria dan tidak ada satu makhluk pun yang bisa menyakiti Adik nya lagi seperti dulu.
"Kak, mau sampai kapan kamu begini. apakah kau benar-benar mencintai suami kakak?, 20 tahun dari sekarang, apa yang akan Kakak lakukan jika suami kakak sudah menua lagi seperti suami kakak yang lain, apakah kakak juga akan meninggal kannya sendirian juga seperti suami-suami kakak yang dulu". Ria masih bicara dari hati ke hati dengan Yuni.
"Kak, sebagai seorang suami yang mencintai istrinya, pasti dia ingin menghabiskan hari tuanya bersama istrinya. bukannya nanti dia akan di tinggal kan di pertengahan perjalanan hidupnya". Ria kembali mengatakan isi hatinya pada Yuni.
Yuni terlihat menitikkan air mata karena ucapan Ria yang mulai menyentuh hatinya.
"Kakak ingat semua mantan-mantan suami kakak dulu, apakah mereka bahagia dengan kepergian kakak dalam hidup mereka. di saat mereka hendak menghabiskan hidupnya bersama orang yang dia cintai, namun orang itu justru pergi meninggalkan nya dan kembali Menikah dengan orang lain?". ujar Ria lagi.
Sebenarnya Ria juga kasihan pada Yuni, pasti tidak mudah untuk nya selalu harus pergi meninggalkan suaminya yang pasti sangat mencintai diri nya. namun karena ajian yang dia miliki dia pasti tidak ingin orang lain curiga.
"Aku takut Ria, takut tidak di cintai lagi, aku takut jika mereka membenci ku. tidak ingin bersama ku di sisa akhir hidup ku". akhirnya Yuni melunak dengan Ria.
"Kak, jika kakak baik. tidak mungkin orang yang mencintai kakak meninggalkan kakak, bagaimana pun ke adaan kakak. dia pasti akan selalu bersama kakak selamanya". ucap Ria sambil memegang pundak Yuni yang terisak.
"Tidak, aku tidak mau suami ku tahu siapa aku. aku mohon Ria kembali kan minyak ku, aku sakit jika tidak menggunakan minyak itu Ria. aku tidak mau Suami ku tahu jika aku seperti ini". ucap Yuni sambil memohon pada Ria untuk mengembalikan minyak kuyang nya.
"Maaf kan Ria kak, Ria tidak bisa mengembalikan minyak kakak. minyak itu sudah di aman kan oleh Datuk kuning agar tidak bisa lagi di gunakan oleh kakak, karena itu tidak baik". ujar Ria.
Yuni melotot menghadap Ria, ia ingin memukul Ria namun Rinjani menahan tangan nya hingga ia tidak bisa menyakiti Ria.
"Aaaaaa,,, lepaskan aku. kembalikan minyak ku, kalian.... kalian yang jahat bukan aku, kalian menyakiti ku dan ingin melenyapkan ku dari sini kan?". ujar Yuni berteriak di dalam rumah itu.
Hingga beberapa tetangga datang dan masuk ke rumah kakek Darma yang memang pintu nya di buka.
"Ria, kenapa, ada apa. siapa yang teriak?". ujar bapak-bapak tetangga kakek Darma.l bersama beberapa orang lain.
"Aaaaaaa, jangan ikut campur kalian. pergiiiii". ucap Yuni seperti orang yang kehilangan akalnya.
"Yuni kamu kenapa?". ujar ibu-ibu yang juga mengenal Yuni di kampung itu, mereka bingung kenapa Yuni ada di rumah kakek Darma.
"Maaf tante, seperti kak Yuni kurang enak badan dia ke sini ingin meminta tampung tawar sama kakek tapi kakek nya gak ada". ucap Ria terpaksa berbohong.
Hari sudah hampir magrib, dan sebentar lagi suami Yuni akan pulang. Yuni akhirnya memilih pulang dengan sisa tenaga nya, dan meninggalkan orang-orang yang kebingungan di rumah kakek Darma.
Bahkan ada ibu-ibu yang ingin membantu nya pulang pun Yuni tolak dan memilih untuk pulang sendiri.
"Ria kamu tidak apa-apa kan, yakin?". ujar bapak-bapak yang ikut ke rumah kakek Darma tadi .
"Tidak apa-apa mang, aman". ujar Ria dan tidak beberapa lama kakek Darma,nenek nya juga kedua orang tua Ria pulang dari hajatan juga dengan adik perempuan Ria.
"Ada apa ini rame-rame di rumah?". ujar Kakek Darma bertanya pada orang-orang yang sekarang berkumpul di rumah nya.
Kakek Darma memang di situ sedikit terkenal karena bisa mengobati orang sakit yang tidak wajar, karena di Kalimantan masih banyak orang-orang yang kadang percaya dengan ghaib.
Terkadang juga kita tidak sengaja menghancurkan rumah mereka, atau menyakiti keturunan makhluk-makhluk itu sehingga membuat kita terkena sakit yang memang tidak bisa di sembuhkan oleh dokter.
"Ya sudah, sekarang lebih baik kita bubar, sudah magrib. tidak baik kita berada di luar". ujar nenek Ria dan akhirnya orang-orang pun pamit untuk pulang ke rumah masing-masing.
Ria dan keluarganya pun juga masuk kembali ke dalam rumah, kakek Darma yang tahu jika tadi d rumah nya di masuki orang yang tidak baik karena bau anyir yang masih tercium oleh nya bertanya pada Ria.
"Jadi Yuni adalah jelmaan dari Kuyang itu". ujar kakek Darman pada cucunya itu. sementara yang lain sedang masuk ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri karena dari luar.
"Iya kek, dia marah dan kesini. karena Ria mengambil minyak kuyang nya kemarin". ujar Ria menjelaskan.
Datuk Darma hanya mengangguk-angguk kepalanya pelan, Cucu perempuan nya memang lebih peka dari dirinya pada makhluk ghaib yang tidak bisa dia lihat. kecuali memang dia sudah melakukan ritual untuk pemanggilan arwah atau makhluk itu, barulah beliau bisa melihat bentuk dan keberadaan mereka.
Berbeda dengan Ria yang memang mata batin miliknya adalah bawaan dari dia lahir jadi dia bisa melihat kapan saja dan di mana saja makhluk ghaib yang berkeliaran di dekat nya.
"Nanti malam, mungkin Yuni akan lebih mengamuk lagi kek. pasti keadaan nya lebih menyakitkan untuk dia tahan, Ria harap dia bisa ikhlas untuk melepaskan ajian miliknya". ucap Ria.
Yuni sudah sampai di rumah nya, dan benar saja suami nya sudah ada di rumah sedang menunggu dirinya di depan pintu.
Suaminya langsung bangkit dan memegang tangan Yuni yang terlihat lemah dan pucat itu, merangkul tubuh istrinya membawanya kedalam rumah untuk di bawa ke ke kursi ruang tamu.
"Kamu dari mana Yun, udah tau sakit malah keluar. tadi aku cari-cari kamu. telat dikit kamu pulang aku akan keluar nyariin kamu keliling kampung tau nggak?". ujar suaminya sambil berjongkok di depan Yuni yang duduk di kursi sambil memegang tangan nya.
"Maaf mas, tadi Yuni keluar sebentar ke rumah kakek Darma. rencana mau minta air tampung tawar, takut nya badan aku ketempelan karena kemarin melayat cucu nya pak RT yang meninggal itu". ujar Yuni berbohong pada suami nya.
"Ya sudah, yang penting sekarang kamu baik-baik saja. ayo ke kamar dan istirahat saja, aku sudah membelikan makanan untuk kita berdua makan malam". ujar suaminya sambil membelai wajah istrinya dan mengaitkan beberapa anak rambut yang jatuh di pipi Yuni ke telinga nya.
"Mas, mas sayang kan sama aku?". ujar Yuni Kepada suaminya.
"Kamu nanya apa sih Yun,.. mas ya sayang sama kamu, makanya mas nikahin kamu". ucap suaminya lagi sambi tertawa pelan.
"Bagaimana pun kondisi aku nanti dan bagaimana jika nanti aku menua juga tidak secantik ini lagi, apakah kamu tetap sayang sama aku?". tanya Yuni lagi.
"Kamu kenapa to Yun, kamu sakit apa. kenapa kamu bertanya seperti itu, dek.. mas sayang sama kamu itu insyaallah sampai akhir hayat nya mas, kamu orang baik Yun. karena itu mas jatuh cinta sama kamu". ujar suaminya lagi walaupun merasa aneh dengan pertanyaan Yuni.
"Jika nanti aku tidak bisa menemani hari tua kamu, aku harap mas bisa menikah lagi dengan orang yang jauh lebih menyayangi mas dari pada aku ya mas". ujar Yuni sambil membelai wajah tampan suaminya.
"Ck,, Mas maunya sama kamu aja, selamanya, kamu akan panjang umur selalu sama mas". ujar suaminya tersenyum, mungkin istri nya sedikit takut dengan sakit nya. besok ia akan membawa istrinya ke rumah sakit.
Walaupun nanti pasti sulit, karena Yuni pasti tidak mau ke rumah sakit.
"Yuni sayang sama mas, mau selama sisa hidup nya Yuni selalu sama mas dan orang terakhir yang Yuni lihat saat nanti Yuni pergi adalah wajah nya mas ya". ujar Yuni membuat suami nya bingung namun masih berusaha tersenyum dan menganggukkan kepalanya.