
"Bila jodoh pasti tidak akan ke mana,jika tidak jodoh Lula juga tidak akan sedih pernah jatuh cinta pada laki-laki sebaik kamu mas". ujar Lula akhirnya masuk kembali kedalam asrama menuju kamarnya dan Ria.
Sudah beberapa bulan sejak kejadian menyeramkan yang menyerang Ria, sekarang Ria sudah sangat nyaman dengan kemampuan nya. kadang juga dia membantu beberapa Roh yang hanya sekedar mencari jalan pulang, dan sekedar tidak bisa pergi karena ingin menyampaikan pesan pada keluarganya.
"Lula, ayo bangun. kau ini, katanya mau jalan-jalan ayo cepat bangun. tidur Mulu". ujar Ria membangun kan Lula dari tidur siangnya.
Hari ini hari Sabtu, Lula dan Ria tidak ada kegiatan kampus, jadi mereka santai dan Lula tadi pagi mengatakan akan mengajak Ria jalan-jalan keliling kota mencari angin malam.
"Iya, iya, bawell aku bangunnnn".ujar Lula yang masih menutup matanya, seperti biasa. Lula bilang iya tapi sepertinya itu hanya di dalam mimpi nya saja, karena sekarang dia kembali tidur.
"Akan ku suruh penjaga ku memindahkan mu ke atas pohon depan sana ya?".bisik Ria menakut-nakuti Lula hingga dengan sigap ia duduk dan melotot pada Ria yang baru selesai mandi sore.
"Kau memang benar-benar jahat Ria, akan ku adukan kau pada mas Gunawan". ujar Lula.
Ya sekarang Lula sedang berusaha mengejar Gunawan, karena Ria benar-benar mengatakan kalau ia tidak ada perasaan sama sekali pada Gunawan dan meminta Lula untuk mengejar cinta nya itu.
Ria tau Gunawan adalah orang yang baik, dan sepertinya Gunawan memang betul-betul menepati janjinya untuk tidak memaksa Ria untuk Menyukai nya lagi.
Dengan segala upaya yang Lula lakukan, seperti memberikan perhatian juga kadang ia mengunjungi Bu sari sekalian saat Lula pulang ke rumah orang tuanya akhirnya membuka kulkas dua pintu seperti Gunawan luluh dan mau untuk mencoba membuka hati nya pada Lula.
Mereka sudah mulai saling mengirim pesan, hanya saja Ria tidak mau jika di ajak keluar bersama. karena tidak ingin mengganggu dua sejoli itu PDKT, ia takut Gunawan masih menaruh hati pada Ria.
Entah kenapa Ria sama sekali belum tertarik pada lawan jenisnya, walaupun ia menyukai bila berteman bersama pria, itu hanya sebatas rasa kagum dan bukan cinta. Ria merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya saat ia mencoba membuka hatinya untuk orang lain, tapi Ria tidak tahu apa penyebab nya.
Sementara Rinjani sekarang terus berada di sisi Ria, tidak pernah meninggalkan nya sama sekali. karena ia tidak ingin kecolongan seperti dulu, sebenarnya saat kejadian itu entah kenapa dia merasa bersalah pada Ria dan juga Philip.
Jika saja dia tidak meminta Philip untuk menuju cahaya, mungkin Ria masih ada yang menjaganya saat dia pergi kemarin dan kejadian mengerikan itu tidak terjadi.
Rinjani tahu kenapa Ria tidak tertarik sama sekali dengan pria yang mencoba mendekati nya, Cintanya pada Philip masih ada sampai sekarang.
Bagaimana Rinjani bisa berfikir seperti itu, karena kadang Ria bercerita padanya jika dia seperti sedang merindukan seseorang tapi tidak tahu siapa, dan saat ia ingin membuka hatinya pada orang lain yang mendekati nya entah kenapa Ria justru sedih.
Ria bilang bahkan kadang seperti ada perasaan bersalah karena mengagumi orang lain, kadang jika ia sedang berada di gedung tinggi dan menatap ke arah luar entah kenapa hatinya sakit hingga kadang air matanya mengalir dengan sendirinya.
Di situlah Ria sadar, Ria hanya melupakan sosok Philip saja, tidak dengan Cinta dan perasaan nya. Rasa itu tetap tinggal di hati Ria, ingin rasanya Rianti mengatakan semuanya pada Ria.
Rinjani kadang merasa ketakutan sendiri karena itu semuanya, dia merasa serba salah. jika tidak meminta Philip pergi Rinjani takut mereka justru semakin tidak terpisahkan, bagaimana pun Philip tidak bisa menjadi pasangan sesungguhnya untuk Ria.
Sesudah melaksanakan ibadah isya Ria dan Lula akhirnya luar dengan naik mobil dari aplikasi online mereka menuju ke alun-alun kota Surabaya untuk melihat suasana di sana.
Mereka jalan-jalan dan menikmati kuliner malam di kota itu dengan bahagia, dan saat sedang melihat pemandangan jalan di sana tanpa sengaja Ria bertabrakan dengan seorang ibu-ibu tua yang sedang berjualan kue dan goreng keliling hingga membuat jajanan nya berantakan.
Beruntung jualan nya hanya tinggal sedikit, tidak banyak. Ria bergegas membantu Ibu tersebut juga Lula dan ingin mengganti kerugian ibu tua itu, ibu tersebut menolak uang Ria karena ia merasa dia lah yang salah sudah menubruk Ria karena sebenarnya dia sedang sakit dan sempoyongan.
Ibu itu merasa bersalah karena justru ia sudah membuat baju Ria kotor terkena saus yang tumpah ke bajunya.
"Maafkan ibu nak, Ibu tidak sengaja". ujarnya bergetar dengan suara yang hampir tidak terdengar. Ria membimbing ibu tadi untuk duduk di bantu Lula, Ria yang memang sudah sangat mempelajari ilmu kedokteran dan juga sifatnya yang peduli membuat Ria berjongkok di depan ibu tadi.
Ia memeriksa denyut nadi ibu tadi pun merasa jika ibu itu sedang tidak baik-baik saja, Ria tidak ingin terjadi apa-apa dengan ibu tadi pun mencoba bertanya, apakah beliau sendirian atau ada yang menemani berjualan di sini.
Jika dengan seseorang Ria ingin mengantarkan ibu itu pada orang yang menemani nya berjualan. namun jika sendirian Ria ingin mengantarkan ibu itu pulang, karena ibu ini perlu istirahat.
"Ibu perkenalkan saya Ria, dan ini teman saya Lula. maaf jika saya lancang, ibu berjualan di sini sendiri atau ada yang menemani?". tanya Ria lagi.
"Nama ibu Darminah, ibuk jualannya sendirian Nduk. ibu tidak apa-apa, duduk sebentar nanti juga baikan. kamu tinggal kan saja ibuk di sini, nanti ibuk bisa pulang sendiri". ujar nya lagi pada Ria dan Lula.
Namun tiba-tiba Ria mendengar suara seorang wanita menangis, ia terus menerus menatap ibu Darminah dengan wajah sedihnya.
"Maafkan Tatik buk, harus nya Tatik menurut sama ibuk. harusnya Tatik sekarang bersama ibuk, bantuin ibuk. bukan nya pergi untuk mencari kesenangan Tatik sendiri di kota sana".ujar wanita itu menangis.
Ria memperhatikan wajah wanita itu, terlihat sudah luka busuk di beberapa titik dan mengeluarkan belatung di lukanya itu, juga tubuh yang ada beberapa titik yang sudah membusuk seperti bekas sayatan panjang. Ria berfikir jika wanita itu pasti anak ibu itu, tapi kenapa keadaan dia seperti ini.
"Ibuk tidak ada anak yang membantu ibuk di sini, atau mungkin dia di rumah, bisa di hubungi untuk menjemput ibu". pancing Ria, sekali lagi mencoba mencari tahu tentang keluarga ibu itu terutama tentang anak nya.
"Anak ibu ada perempuan nama nya Tatik, dia kerja di Jakarta nak, sudah dua bulan ini dia tidak pulang dan mengabari ibuk. ibu sebenarnya selalu memikirkan nya tapi ibuk tidak tahu harus mencari dia di mana?". ujar ibu Darminah menceritakan tentang anak nya sambil terlihat menahan tangisannya.
"Ibuk, Tatik mau pulang, mauu ibuu". ujar wanita berwajah busuk tadi sudah menangis ingin memeluk ibunya namun tidak bisa karena dia hanya sesosok Roh gentayangan.