Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
87 Apakah Kamu Siap?


"Nggak, kamu gak boleh ke mana-mana. kamu harus tetap di sini sama aku, kita akan menua bersama selamanya di sini. kamu harus hidup, gak boleh pergi". ujar suaminya sambil membalas pelukan Yuni tak kalah eratnya.


"Mas,jika mas tau siapa aku sebenarnya, apakah mas masih Sudi memeluk ku seperti ini?".ujar Yuni dalam hati, tidak beberapa lama terdengar suara ketukan pintu rumah Yuni.


Tokkk.. tokkk... tokkk...


Terdengar juga suara salam dari luar, Yuni dan suaminya tahu jika itu suara kakek Darma.


Suaminya bangun setelah mengelap air mata di wajahnya karena melihat istrinya menangis tadi, pintu pun di buka, terlihat Ria, kakek Darma juga pak ustadz yang tadi malam sudah berdiri di depan rumah.


Yuni yang berdiri di belakang suaminya mempersilahkan mereka masuk, Ria memegang tangan Yuni dan duduk di sebelah nya setelah di persilahkan masuk.


"Kakek dan yang lain, ada perlu apa ya ke sini". nada bicara suami Yuni terdengar was-was mungkin Yuni sudah menjelaskan sedikit tentang dia fikir mereka semua.


"Mas, gak baik nanyain nya gitu ke orang tua.Yuni memang meminta mereka ke sini untuk menjelaskan semuanya pada mas, dan meminta mereka melepaskan sesuatu dari diri ku mas". sekarang Yuni sudah mulai menjelaskan pada suaminya.


"Melepaskan apa Yun, apa yang salah dari kamu. gak ada yang perlu di pelepasan!!". ujar suaminya lagi sekarang sedikit marah.


Ria dan yang lain hanya diam, seperti belum saat nya mereka berbicara menjelaskan semuanya.


"Mas, mereka ingin membantu ku untuk melepas kan ajian yang ku miliki mas, aku ingin menjadi normal dan mati dengan normal nanti". Yuni berbicara pelan sambil sekarang menggenggam tangan suaminya.


"Ajian apa Yun, kamu pakai guna-guna ke aku, gak usah di obati gak apa-apa Yun, aku ikhlas kalau terus Cinta dan sayang sama kamu". ujar suaminya lagi.


Yuni menggelengkan kepalanya, benar kata Ria dan Rinjani suaminya sangat mencintai dirinya. bagaimana jika nanti dia meninggal kan nya di hari tuanya dan dia melanjutkan hidup seperti sebelumnya bahkan mungkin kembali mencari suami lagi.


Betapa jahatnya dia jika benar kembali mengulang semua itu seperti dulu lagi, Yuni tidak ingin itu terjadi.


"Aku bukan wanita biasa mas, aku adalah wanita kuyang". ujar Yuni kemudian, terlihat wajah terkejut suami nya dan menggeleng.


"Kamu jangan bohong Yun, jangan bikin cerita begini". ujar Suami nya lagi.


"Itu memang benar nak, dan kemarin anak-anak bayi yang meninggal dalam kandungan adalah ulah istrimu". sekarang pak ustadz juga mulai berbicara.


"Kakek Darma,Ria, apakah benar yang di tuduh kan ustadz pada istri saya.kalian bekerja sama untuk memfitnah istri saya kan?". sekarang suaminya Yuni sudah sangat marah.


"Mas, mereka tidak bohong.aku memang wanita Kuyang, dan kamu tahu kan, di sekitar kita banyak sekali orang hamil yang kehilangan bayinya bahkan di tempat lain kampung kita tinggal dulu?". Yuni tidak ingin menutupi semua nya lagi.


"Nggak mungkin, saya gak pernah liat kamu jadi kuyang selama 7 tahun berumah tangga sama kamu". ujar suaminya lagi.


"Jika kamu ingin melihat nya, kami akan tunjukkan pada mu malam ini siapa Yuni. tapi dengar kan penjelasan saya dulu nak". kali ini kakek Darma lah yang berbicara.


"Dengar kan kakek Darman dulu ya mas?!". ujar Yuni pelan pada suaminya.


"Yuni sudah terlalu lama hidup di dunia ini, dulu dia selalu meninggalkan suaminya setelah 20 atau 30 tahun pernikahan nya. karena tidak ingin ada yang curiga dengan keadaannya yang tidak bisa menua sama sekali". ujar Kakek Darma pelan menjelaskan pada suami Yuni.


"Aku sudah terlalu lama hidup di dunia ini mas, dan sudah banyak bayi-bayi yang ku korbankan untuk keabadian ini. aku sangat mencintaimu, dan berharap bisa selamanya bersama mu. namun itu tidak mungkin, setelah ajian ku di ambil mungkin waktu ku hanya hitungan hari dan tubuhku akan kembali seperti seharusnya, tubuh wanita tua yang mungkin sudah sangat keriput nanti nya". jelas Yuni sambil menangis.


"Yun, aku mohon berhenti lah berbicara kalau kamu ingin pergi dari aku karena kamu bosan sama aku itu ngomong. gak perlu kamu buat cerita gak masuk akal kaya gini, aku tahu sebagai seorang suami aku memiliki banyak kekurangan selama ini". ujar suaminya lagi sekarang air matanya tidak tertahankan dan kembali menangis.


"Aku ingin kamu menjadi cinta terakhir di hidupku mas,kamu laki-laki yang sempurna di mata ku. aku ingin jika nanti aku pergi kamulah orang yang aku lihat terakhir kalinya".Yuni sekarang sudah menangis juga.


"Tidak kalian semuanya bohong, Yuni itu manusia biasa. Ria, kamu seharian sama kak Yuni gak ada yang aneh kan?". ujar suaminya mencoba mencari pembelaan.


Ria menatap wajah semua orang satu persatu, Ria menundukan kepalanya dan akhirnya berbicara.


"Mas, maafkan kami. kami hanya tidak ingin kak Yuni semakin terperosok dalam lembah dosa karena harus mengorbankan bayi-bayi orang lain yang tidak bersalah". akhirnya Ria membuka suaranya.


"Terlalu banyak korban yang sudah kak Yuni tukarkan untuk keabadian nya, saya bisa saja mengambil ajian nya tanpa mengatakan apapun. tapi kami ingin mas tahu yang sebenarnya dan mau menemani kak Yuni di akhir hayat nya". jelas Ria lagi.


Yuni semakin tertunduk kepalanya mendengar penjelasan Ria, Ria memiliki pendamping yang memang kuat dari golongan buaya putih yang memang sudah terkenal kesaktian nya. ia bisa pergi dan pamit pada suaminya adalah keberuntungan yang di berikan Ria padanya.


"Buktikan pada saya jika kalian semua tidak berbohong,jika kalian berbohong saya akan melaporkan kalian ke aparat".ujar Yuni.


Mendengar itu pun semuanya mengangguk, Ria akhirnya mengeluarkan botol minyak kuyang di depan semua orang dan Yuni terlihat bereaksi setelah melihat botol itu.


Dia yang awalnya menangis di pelukan suaminya mulai memajukan tubuhnya seperti ingin menggapai minyak itu, namun kedua tangan nya di pegang oleh suaminya.


"Minyak ku, minyak ku, kembalikan minyak ku. aku ingin makan". ujar Yuni sepertinya sudah kehilangan kesabaran nya lagi.


"Yun, heyy kamu ngomong apa.makan apa, kan tadi kita sudah makan malam sama aku".ujar suaminya sambil menggoyang-goyangkan tangan istrinya.


"Bayiii,,mana bayii, lapar, mau cari bayi".ujar Yuni lagi, kepala nya sekarang menggeleng-geleng sambil ingin mendatangi Ria di depan mereka.


Tidak beberapa lama tubuh Yuni kejang, kepala nya menghadap ke atas seperti malam kemarin lagi, Suami nya sudah panik sementara pak ustad sudah membacakan ayat-ayat suci begitu pun kakek Darma.


"Yun, sudah Yun, jangan begini. sadar Yun, kamu kenapa?".ujar suaminya lagi memeluk tubuh Yuni yang kejang sambil panik.


"Tolong istriku kakek, tolong dia pak ustad, Ria. tolong kenapa dia jadi begini". suami Yuni menangis tidak tahu harus apa.


"Sepertinya dia ingin melepaskan kepalanya lagi,tapi tidak bisa jika tanpa di oleskan minyak kuyang miliknya mas, tapi jika ini di oleskan apa kah mas sanggup untuk menerima kenyataan nya?".Tanya Ria pada suaminya.


"Jika dia berubah, apakah dia akan membahayakan kita?". tanya Suaminya pada Ria.


"Tidak, tadi saya sudah memagari rumah ini agar dia tidak bisa keluar dan mungkin hanya akan berputar di dalam sini saja,tapi apakah kamu sanggup melihat wujud asli istri mu nak". tanya Kakek Darma pada suami Yuni.


Terlihat Yuni sekarang melotot ke atas dengan leher yang memanjang seperti seorang yang sedang di tarik lehernya.