
"Entah lah, banyak yang bilang jika dia nekat mengakhiri hidup nya karena stres akibat cinta nya di tolak oleh Zain". ujar Lula membuat Ria terhenyak sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Semoga dia di tempat kan di tempat terbaik dan di terima di sisinya". ujar Ria lagi.
Ria akhirnya memutuskan untuk melayat ke rumah Lisa bersama Lula juga teman-teman lain malam itu, mereka membacanya doa di rumah nya yang memang besar dan bertingkat.
Ria memasuki ruang tamu terlihat sudah ada beberapa teman-teman lain yang datang dan bersalaman dengan Kedua orang tua Lisa, di situ juga ada teman satu gank nya yang juga sekarang sedang menangis.
Namun tiba-tiba saja foto figuranya Lisa yang terpajang di rumah mewah itu jatuh terhempas, membuat suasana menjadi riuh karena mereka ketakutan. Lisa yang meninggal karena bunuh diri membuat orang-orang berfikir jika jiwanya belum tenang dan menjadi roh penasaran.
Pasalnya di ruangan itu tidak ada angin dan mereka bingung kenapa foto sebesar itu yang di gantung bisa jatuh sendiri.
Sebenarnya dugaan mereka tidak lah salah, Ria melihat sosok Lisa di situ. di bawah tempat kedua orang tuanya menggantung foto itu, sekarang Lisa sedang berdiri dengan wajah yang sudah sangat mengerikan. terlihat wajahnya membusuk dan terlihat nanah di mana-mana bahkan sekujur tubuhnya juga di penuhi benjolan yang bernanah.
Lisa menggunakan dress putih pendek saat di lihat oleh Ria, dress yang sudah di penuhi darah bercampur nanah hingga mengeluarkan bau busuk yang bahkan bisa di cium oleh manusia awam.
Ya, teman-temannya, kedua orangtuanya, juga para tamu yang datang di sana juga bisa mencium bau busuk dan amis itu. terdengar bisik-bisik di ruangan itu membuat kedua orang tua Lisa semakin terisak namun tidak tahu harus apa.
"Ria, bau apa ini?".bisik Lula di samping Ria di ruangan itu, Lula yakin jika sahabat nya ini tahu dari mana. bau itu berasal.
"Dia di sini sekarang, sepertinya dia masih tidak terima dengan kematian nya". ujar Ria membalas berbisik pada Lula membuatnya dengan cepat menggandeng tangan Ria dengan kencang.
Terlihat beberapa pembantu sekarang sedang membersihkan pecahan dari figura di lantai dengan hati-hati, namun sekarang foto ibunya juga terjatuh dan kembali pecah.
"Kenapa dia melakukan ini semua, apak maksud nya dia juga menjatuhkan foto ibunya?". Ria bingung melihat Roh dari Lisa yang juga terlihat marah memandang ke arah ibunya dan menginjak-injak foto ibunya di lantai, walaupun ia berjalan dengan tertatih-tatih.
"Kak Rinjani, bisa kah kakak membantu ku untuk mengurus Lisa sekarang. apakah dia bisa pergi menuju cahaya kak?". Ria berbicara dalam hati dengan Rinjani yang sekarang ada di luar rumah bersama Darwin.
Rinjani yang mendengar suara hati adiknya pun akhirnya masuk ke dalam ruang itu dan muncul di samping Ria, Dia juga memperhatikan Lisa yang sekarang sudah menangis tersungkur di depan kedua orang tuanya.
Lisa berusaha menggapai mereka namun sayang ia tidak bisa menyentuh kedua orang tua karena dia sekarang hanya Roh penasaran.
"Dia tidak bisa menuju cahaya saat ini Ria, ada hal yang harus ia lewati untuk bisa pergi menuju cahaya. Dia adalah Roh dari orang yang bunuh diri, belum waktunya dia pergi dari dunia ini". ujar Rinjani menjelaskan pada adiknya.
"Kasihan sekali Lisa, apa yang harus kita lakukan kak?". tanya Ria lagi pada Rinjani, namun kakak nya hanya menggeleng kan kepalanya.
"Maafkan aku Lisa, Aku tidak bisa membantu mu karena kamu juga sudah menyakiti banyak orang di saat kamu hidup dulu". ujar Rinjani kemudian menghilang bersama hembusan angin.
Doa-doa pun selesai, akhirnya Ria juga Lula dan teman-teman yang lain kembali ke Asrama juga ada yang pulang ke rumah mereka masing-masing, dari tadi Lula selalu celingak-celinguk mencari keberadaan Zain namun seperti pria itu tidak datang malam ini.
"Ria, kau yakin Lisa menjadi roh gentayangan?". tanya Lula pada sahabat setelah mereka selesai membersihkan dirinya dan sekarang sudah tiduran di kasur mereka masing-masing.
"Sepertinya iya, kamu tahu kan jika manusia mengakhiri hidupnya sendiri sebelum takdir nya untuk berpulang itu tidak boleh. karena mereka belum waktunya meninggal dunia ini, jadilah sekarang roh nya masih belum bisa di terima bumi dan langit". jelas Ria pada Lula.
"Hanya karena cinta dia memilih untuk mengakhiri hidup nya, Bodoh. padahal dia cantik, harus nya bisa mendapatkan 10 laki-laki seperti kak Zain n, ya walaupun mungkin status nya berbeda mengingat kak Zain masih ada keturunan Raja". ujar Lula lagi.
"Dia meninggal bukan hanya karena putus Cinta Lula, dia tidak sanggup menanggung malu karena tubuhnya yang busuk akibat perbuatan nya yang biasa mengirimkan ilmu hitam pada orang lain yang berusaha mendekati Zain. namun malah naasnya ilmu itu akhirnya justru kembali kepada nya". ucap Ria dalam hati.
"Maafkan aku Felix, seperti nya aku tidak bisa menjemput mu nanti saat di Indonesia. aku akan meminta sahabat ku Gunawan yang akan menjemput mu di bandara". ujar seseorang berbicara dengan bahasa inggris, dia adalah orang yang meminta Gunawan untuk mencari makam saudara dari kakek nya.
"It's Ok, aku bisa dengan nya nanti pergi bersama, kebetulan sekarang kamu juga sudah berteman. tapi Zain kenapa kamu tiba-tiba harus pergi dari Indonesia dan melanjutkan kuliah di luar negeri?". tanya Felix pada Zain.
Ya, sebenarnya Zain dan Gunawan berteman saat dulu Gunawan mendapatkan beasiswa di sekolahan elite dan mereka teman satu sekolah. juga sebenarnya Gunawan selalu meminta Zain untuk memata-matai kekasih nya itu.
Kerena itu Gunawan tahu jika kekasihnya adalah bunga kampus nomer dua karena yang pertama adalah Ria, Cinta nya yang tak terbalaskan.
"Seseorang meninggal karena aku menolak cinta nya membuat suasana di sini menjadi panas,aku tidak ingin jika ada orang yang berdekatan dengan ku terkena imbas berita ini Felix". ucap Zain sambil menatap foto Ria yang di ambil nya secara diam-diam selama ini.
"Maksudnya nya apa?". tanya Felix masih tidak mengerti, kenapa harus Zain yang bertanggung jawab jika seseorang mati karena di tolak cinta nya.
"Intinya aku hanya tidak ingin beredar rumor aku menolak cinta seseorang karena hatiku sudah di rebut oleh gadis lain, gadis cantik dan sangat baik. bagaimana jika nanti gadis ku terkena imbasnya?!". ujar Zain masih melihat foto Ria dengan handphone lain yang ia miliki.
"Terserah kau saja, lalu jika kamu pergi bagaimana dengan wanita yang kau cintai itu?". Tanya Felix lagi.
"Dia lulus masih sekitar 3 tahun lagi,aku akan berusaha dengan giat agar juga bisa menyelesaikan studi Spesialis yang ku ambil agar aku bisa bertemu kembali dengannya sebelum dia lulus". ujar Zain sambil tersenyum.
Ria dalam tidur nya kembali melihat seseorang dari jauh melihatnya dan juga melambaikan tangan nya sebelum masuk kembali ke dalam cahaya.
Ria berusaha menggapai tangan seseorang itu namun tidak bisa, tubuh nya lemas. ia menangis tersedu-sedu di situ, hatinya sakit sekali. hingga akhir ia bangun dan terkejut mendapati Rinjani yang sudah duduk di samping nya sambil menatap Ria bingung.