
Sekar mengerjapkan matanya perlahan,mencoba menetralkan pandangan nya ke arah sekeliling kamar yang saat ini dia tempati.
Sekar menyipitkan matanya demi melihat jelas tengah berada dimana dirinya kini.Kamar dengan nuasan putih langsung hadir didalam penglihatan Sekar.
Kamar yang cukup luas itu hanya berisi satu ranjang yang kini dia tempati,satu lemari berukuran sedang dan satu set meja rias.
Tidak ada bunga dan hiasan dinding lain nya,semua tampak polos.Bahkan gorden yang terpasang dijendela pun berwarna putih polos.
Sekar mencoba bangkit dari tidurnya dan kembali mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar.
Sungguh kamar yang benar benar asing untuknya.Sekar merasakan denyut dikepalanya begitu dirinya akan bangkit dari ranjang itu untuk mencari tahu lebih jelas dimana dirinya saat ini.
"Ah,kepalaku.Kenapa sakit sekali?"gumam nya sembari memegangi kepalanya yang berdenyut nyeri.
Cukup lama Sekar terdiam duduk dipinggir ranjang menahan nyeri dikepalanya.Saat Sekar baru saja akan bangun dari duduknya,tiba tiba pintu kamar itu terbuka dari luar dan memunculkan sesosok pria asing yang baru pertama kali ini Sekar lihat.
"Sudah bangun?apa ada yang sakit?"tanya pria itu dengan nada yang datar dan dingin.
"Maaf,Tuan ini siapa?dan dimana ini?"tanya Sekar masih dengan kebingungan nya.
"Aku Damian dan ini Villa milik keluargaku.Pegawai kebunku menemukanmu pingsan dikebun milik kami,mereka membawamu kemari dan disinilah kamu saat ini."jelas pria itu.
"Apa yang terjadi?kenapa tubuhmu begitu dipenuhi oleh luka?apa seseorang berniat mencelakakan mu?"tanya lagi.
"Aku tidak tahu,seingatku.Aku tengah menemani Dokter Cecilia menjenguk makam Nenekku,tapi setelah itu aku tidak ingat apa apa saat sesuatu menghantap kepalaku dari arah belakang."jawab Sekar kembali menerawang ingatan nya sebelum akhirnya tidak sadarkan diri.
"Istirahatlah lagi,setelah kondisimu membaik,kita akan membahas ini lagi.Aku harus pergi,ingat jangan tinggalkan tempat ini tanpa aku.Aku merasa jika apa yang kamu alami adalah rencana jahat seseorang,tetaplah disini hingga kondisimu pulih,lalu kita sama sama cari tahu apa yang terjadi sebenarnya."jelas Demian.
"Tapi aku harus pulang,suamiku pasti mencariku."
Sementara ditempat lain,lebih tepatnya dikantor tempat Abian bekerja.Pria itu tengah mengamuk hebat pada para anak buahnya.
Sudah tiga hari semenjak hilangnya Sekar,Abian dan para anak buahnya masih belum bisa menemukan Sekar.
"Tenanglah,kita sudah mengerahkan seluruh anggota dan anak buah,semoga kali ini mendapatkan hasil yang baik."ujar Kenzo yang sengaja datang ke tanah air demi menolong sang sahabat mencari aang istri yang dikabarkan menghilang tiga hari yang lalu.
Saat itu Abian tengah menjalani rapat penting saat Mbok Surti menghubunginya.Karena ponsel miliknya silent maka Abian baru menghubungi kembali saat akan pulang kerumah dan itu susah cukup larut malam.
Dan dengan nasa panik Mbok Surti mengabarkan jika Sekar pergi sedari siang namun belum kembali meski hari sudah hampir tengah malam.
Kepanikan pun terjadi dan tidak menunggu lama lagi,Abian langsung menghubungi Kenzo untuk mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Sekar.
Dari cctv jalan dan tempat yang Sekar lewati,tampak gadis itu terlihat terakhir kali pergi bersama seseorang yang tidak lain adalah Dokter Cecilian.
Namun sayang,saat akan dikonfirmasi.Dokter cantik itu sudah terbang ke negaranya yaitu eropa.
Abian pun dibuat kelimpungan karena sang istri yang pergi entah kemana.Asa beberapa saksi jika Sekar pergi bersama seorang wanita mendatangi makam sang nenek.
Namun disana pun nihil,Abian tidak menemukan apapun.Tapi saat Abian akan melangkah pergi perhatian nya teralihkan oleh sebuah balok yang tampak ada noda darahnya.
Seketika pikiran buruk pun terus menghantui dirinya tentang kondisi sang istri saat ini.
...****************...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*...