Cinta Dan Dendam Abian

Cinta Dan Dendam Abian
Bab.50


Sekar terbangun lebih dulu saat sayup sayup indra pendengarnya menangkap suara adzan subuh berkumandang.


Satu hal yang pertama kali ditangkap oleh netranya adalah wajah tampan sang suami yang masih tertidur lelap sembari memeluk posesif tubuh polos nya.


Sejenak Sekar begitu mengagumi wajah tampan nan rupawan milik sang suami.Wajah campuran antara asia dan eropa begitu terukir indah menyatu diwajah seorang Abian Dirgantara Edmond.


"Sudah puas belum natapnya?sudah adzan sayang,sudah waktunya kita bangun dan beribadah."


Seketika tubuh Sekar menegang saat ketahuan tengah mengagumi garis wajah tampan nan rupawan milik suaminya.


Bahkan saking gugup nya Sekar hanya bisa menarik selimut untuk menutupi wajahnya yang merona karena malu.


Merasa gemas dengan tingkah Sekar saat ini,Abian pun langsung memeluk erat tubuh sang istri.


"Ayo kita membersihkan diri dulu,keburu waktu subuhnya habis."bisik Abian dibalik selimut yang yang saat ini membungkus tubuh Sekar.


"Mas duluan,nanti aku setelah Mas selesai."gumam Sekar tanpa mau membuka selimut yang dia pakai untuk menyembunyikan dirinya karena malu pada suaminya.


"Baiklah,Mas duluan ya,kita giliran saja pakai kamar mandinya."ucap Abian yang akhirnya mengalah karena takut waktu subuhnya keburu habis.


Setelah terdengar pintu kamar mandi yang ditutup,Sekar pun memberanikan diri untuk membuka selimutnya dan akhirnya bisa bernafas lega saat melihat jika Abian sudah masuk dan mulai membersihkan diri.


Sekar pun langsung bangun lalu meraih jubah mandi yang tergeletak dilantai lalu menggunakannya kembali.


Tidak lama pintu kamar mandi pun tampak mulai terbuka dan menampilkan sosok bertubuh kekar milik suaminya.


Sejenak Sekar sempat terpesona dengan tampilan tubuh kekar Abian yang saat ini tengah bertelanjang dada dengan handuk dililitkan dipinggang nya.


"Sayang,kok bengong?nggak mandi?waktu subuh hampir habis loh ini."ucap Abian menyadarkan lamunan Sekar tentang postur tubuh Abian yang jujur begitu menggoda iman nya.


"Astaghfirullahaladzim,bentar Mas,aku nggak akan lama kok."jawab Sekar setelah tersadar dan langsung berlari melesat masuk kedalam kamar mandi.


Tidak lama Sekar pun sudah merampungkan mandi junub nya.Lalu bergegas mengambil mukena yang dia simpan di atas meja rias.


Setelah menggunakan mukena nya,Sekar tampak berdiri di sejadah yang ada dibelakang Abian.


Keduanya pun melakukan sholat wajib dua rakaat mereka dengan khusyuk.Dua rakaat telah selesai mereka lakukan dan ditutup dengan dia kebaikan untuk keduanya.


Setelah menutup doa,Abian berbalik menghadap Sekar lalu sang istri menyalaminya dengan takzim,dibalas kecupan penuh sayang dikening Sekar oleh Abian.


Abian kembali memeluk tubuh Sekar yang masih menggunakan mukenanya.


"Terima kasih,terima kasih karena mengijinkan pria penuh dosa ini untuk berdiri didepan mu dan menjadi imammu."bisik Abian tepat ditelinga Sekar yang tertutup oleh kain mukena.


"Sekar juga,Sekar berterima kasih karena Mas kini Sekar tidak sendiri lagi."


Keduanya kembali saling memeluk dengan perasaan lega karena semua kesalah pahaman diantara mereka sudah terselesaikan.


Sementara dibelahan dunia lain nya nampak seorang wanita tengah mengamuk hebat setelah mendengar kabar jika Abian baru saja menikahi seorang wanita.


"Bodoh kalian semua,apa selama ini uang yang aku berikan masih belum cukup hingga pekerjaan kalian begitu membuatku kecewa."teriaknya pada beberapa orang dengan pakaian serba hitam yang mereka kenakan.


Semuanya tampak menundukkan kepalanya karena takut.Sungguh,mereka juga kecolongan dengan tindakan Abian yang tiba tiba.


Tidak pernah ada gerak gerik yang mencurigakan dengan lawan jenisnya membuat mereka bersikap santai hingga tiba tiba mereka mendapati jika pria yang selama ini mereka awasi sudah menikahi seorang wanita berhijab.


"Terus awaai mereka,jangan lepaskan pandangan kalian dari mereka sampai aku kembali kesana."ucapnya yang langsung di angguki oleh para bawahan nya itu.


"Tidak akan aku biarkan siapapun memilikimu Abian,kamu hanya milikku."gumam nya setelah para bawahan nya keluar meninggalkan ruangan itu.