Cinta Dan Dendam Abian

Cinta Dan Dendam Abian
Bab.34


"Berhati hatilah dan bersikap tenang.Aku janji akan melindungi Sekar,yang pasti kamu jangan gegabah."ucap Kenzo memberi peringatan pada Abian yang selalu lpas kontrol saat sedang marah.


"Baiklah,aku akan mencobanya."jawab Abian yang terlihat beberapa kali menghela nafas panjang untuk menetralkan perasaan nya yang saat ini tengah bergejolak menahan amarah.


Abian dan Kenzo pun segera memasuki kawasan villa yang terlihat begitu lengang dan sepi.Entah itu sebuah jebakan atau apa yang pasti saat ini,mereka hanya ingin membebaskan Sekar dari sandaraan entah siapa itu,Abian sendiri masih belum tahu siapa musuh nya saat ini.


Jika memang Wilson,Abian masih bingung.Apa sebenarnya yang membuat sahabatnya itu kini begitu membencinya.Sampai berbagai cara Wilson lakukan untuk menjatuhkannya dan juga menghancurkan nya.


"Aneh,kenapa sepi ya?mereka seolah olah sengaja membiarkan kita masuk."ujar Kenzo setelah memasuki halaman villa itu.


Namun tidak ada satu orang pun penjaga yang mencoba mencegah mereka untuk masuk.Hal yang sama pun dirasakan oleh Abian.


"Kita ikuti saja skenario mereka,tapi tetap arahkan anak buah kita untuk berjaga jaga."titah Abian yang diangguki oleh Kenzo.


Kenzo pun mulai mengirimkan pesan pada ketua dari para anak buahnya untuk tetap wapada dan bersiap jika sesuatu terjadi pada Kenzo dan juga Abian selama masuk kesana.


Perlahan Abian mencoba membuka pintu villa itu yang kembali membuat Abian dan juga Kenzo kebingungan.


"Tidak perlu mengendap ngendap,sepertinya mereka sudah menunggu kedatangan kita."ucap Abian saat membuka pintu rumah itu yang ternyata tidak dikunci dan Abian bisa membukanya dengan begitu mudah.


Abian dan Kenzo pun masuk semakin kedalam dan saat tiba diruangan tengah,Abian sudah bisa melihat sosok Sekar yang terikat disebuah kursi kayu dengan mata yang tertutup oleh kain sapu tangan.


Seketika rahang Abian mengeras saat melihat kondisi Sekar saat ini.Kedua tangan nya terkepal kuat hingga buku buku kuku nya memutih.


"Wah,wah,wah.Cepat sekali datang nya?baru mau aku hubungi."


"Wilson?jadi kamu dalang dibalik semua ini?"


"Kenapa?kaget ya?akan aku pastikan jika kamu akan merasakan apa yang aku rasakan beberapa tahun yang lalu,"jawab wilson dengan menggebu.


kepergian sang adik yang memilih mengakhiri hidupnya karena ditolak oleh Abian membuat Wilson membenci sahabatnya itu.Belum lagi dengan wanita yang Wilson cintai yang ternyata juga mencintai Abian membuat Wilson naik pitam hingga tega melakukan berbagai cara untuk membuat hidup Abian hancur.


"Apa maksudmu?memang apa yang ku lakukan padamu?"tanya Abian bingung.


"Kamu memang tidak melakukan apapun padaku,tapi pada Emily,ya Emily.Adik kesayangan ku dan adik satu satunya untukku."jelas Wilson semakin menggebu.


"Emily?memang kenapa dengan dia?seingatku,aku tidak pernah melakukan apapun padanya."


"Kamu sudah menyakitinya brengsek.Kamu menyakitinya dengan menolak nya,bahkan Emily sampai mengakhiri hidupnya hanya karena kamu sudah menolaknya."teriak Wilson yang sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.


Dengan sekuat tenaga,Wilson menendang kursi yang tengah diduduki oleh Sekar hingga kursi itu terjungkal dan membuat tubuh Sekar terguling.


"Hey,jangan sakiti Sekar.Dia tidak ada hubungannya dengan apapun yang terjadi dimasa lalu.Lagi pula,aku tidak pernah mencintai Emily,mana mungkin aku mau menikah dengan wanita yang sudah aku anggap seperti adikku sendiri."ucap Abian yang tidak terima Sekar mendapatkan kekerasan karena masa lalunya.


"Jika kamu ingin marah dan membalasku,lakukan padaku,jangan libatkan dia.Dia sudah cukup menderita karena ulahku.Tolong lepaskan dia,dia tidak ada hubungan apapun tentang masa laluku."lanjut Abian yang semakin emosi saat Sekar yang duduk terikat dikursi terjungkal karena Wilson menendang kursi itu.


"Aku akan melepasnya setelah aku melakukan apa yang ingin aku lakukan,agar kamu semakin hancur."


"Jangan berani berani menyentuhnya,jika kamu sampai menyentuhnya,akan aku pastikan.Bahwa kamu akan habis,dengan tanganku sendiri."