Cinta Dan Dendam Abian

Cinta Dan Dendam Abian
Bab.53


"Dokter Cecilia?apa kabar Dokter?"tanya Sekar kembali turun dari teras lalu berjalan menuju pintu gerbang dimana seorang Dokter cantik berdiri dengan senyum manisnya disana.


"Baik.kamu sendiri bagaimana?duh sempat pangling,penampilan kamu kini berubah ya?"tanya Dokter Cecilia menyalami Sekar yang kini ada didapan nya.


"Alhamdulillah baik Dokter,Dokter habis berolah raga ya?"tanya Sekar lagi saat melihat penampilan Dokter cantik itu.


"Iya,habis olah raga sambil mencrai seseorang,eh kayanya hari ini dia tidak olah raga jadi gagal deh temu kangen nya.Oh iya,bagaimana dengan nenek Sari?dulu saat kondisi nya drop kamu tidak ada,tapi ada seseorang yang mengaku atasan kamu dan membawa nenek Sari untuk dibawa kerumah sakit besar,apa benar dia atasan kamu?dan kamu sudah bertemu dengan nenek Sari kan?"


"Nenek sudah berpulang Dokter dan kebetulan orang itu memang dulu atasan saya,beruntung ada beliau,jika tidak mungkin saya hanya bisa melihat makamnya saja."jawab Sekat sendu namun tetap mencoba menampilkan senyum diwajahnya.


"Turut berduka ya Sekar,maaf saya baru tahu.Tapi,ngomong ngomong,kamu kerja disini?ini pertama kalinya loh aku melihatmu dirumah in?"tanya Dokter Cecil lagi.


"Ah,ini,mmm___"


"Sayang..."


Deg...


Baik Sekar maupun Dokter Cecilia sama sama terkejut saat ditengah perbincangan mereka tiba tiba mendengar suara bariton menyerukan kata sayang.


Kedua wanita itu tampk tersenyum sumringah menyambut kedatang seorang pria yang baru saja turun dari mobil hitam nya lalu berjalan mendekatiu keduanya.


"Ka__"Dokter Cecilia baru saja akan mengeluarakan suara nya saat pria itu mengabaikan nya dan melewatinya begitu saja.


"Loh kok balik lagi?ada yang ketinggalan?"tanya Sekar pada pria itu yang tidak lain adalah Abian suaminya.


"Tidak,hanya malas saja.Klien nya mendadak membatalkan janji ya sudah lebih baik pulang."jawab Abian dengan cuek merangkul pinggang Sekar lalu mencium kening sang istri mengabaikan sekeliling nya.


Bahkan mengabaikan seseorang yang kini menatap tidak suka pada kebersaman mereka.


"Jangan begini,malu ada orang."bisik Sekar saat Abian menurunkan wajahnya hendak mencium pipi sang istri.


"Kamu bukan nya atasan Sekar ya?kok kalian?"tanya Dokter Cecil kebingungan melihat kemesraan keduanya.


"Oh Dokter panti ya?itu dulu dok,dan sekarang Sekar sudah resmi jadi istri saya."jawab Abian tanpa melepas pelukan tangan nya dipinggang Sekar.


"Oh begitu,baiklah kalau begitu saya duluan ya."pamit Dokter Cecil mencoba menampilkan senyum terbaik nya.


"Iya Dok,silahkan."jawab Abian menunduk sopan lalu kembali mengabaikan dan kembali mengalihkan perhatian nya pada sang istri.


"Mari Sekar,saya pamit."


"Iya Dokter."


Dokter Cecilian pun berjalan menjauh lalu menyeberang jalan lalu memasuki gerbang besar ynag letaknya tepat dihadapan rumah Abian.


"Loh Dokter Cecil tetangga kita ya Mas?"tanya Sekar saat melihat kemana arah pergi nya dokter cantik itu.


"Entah lah,Mas tidak tahu.Mas jarang dirumah,dan ini tahun terlama buat Mas menetap disini,jadi Mas benar benar tidak tahu jika dia tetangga kita."jawab Abian cuek lalu kembali membawa sang istri masuk kedalam rumah nya.


Dan dari sebrang sana tampak sepasang mata menatap tajam pada kebersamaan keduanya.Matanya begitu menyorotkan kebencian dan kemarahan hingga dia mengepalkan kedua tangan nya demi menekan rasa marahnya.


"Lihat saja,aku tidak akan membiarkan kalian berbahagia di atas penderitaan ku selama ini." gumam nya sebelum dia memutuskan masuk kedalam rumah mewah nya.


...****************...


Mohon maaf ya,kemarin Othor tidak sempat up disini berhubung terkendala dengan ponsel yang rebutan dengan anak 😁😁😁


Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*